2010, CAPAIAN IUD DIPASTIKAN MENINGKAT
Meskipun belakangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau dikenal dengan nama Intra Uterine Device (IUD) tidak banyak diminati oleh sebagian besar Pasangan Usia Subur (PUS) di sejumlah wilayah, namun perkembangan peserta KB dengan alat kontrasepsi ini di Kuloprogo cukup menggembirakan. Terbukti, bila di tahun 2008 pencapaian Peserta KB Baru (PB) IUD hanya 675 akseptor, maka di tahun 2009 dapat dicapai 750 akseptor. Ini berada jauh di atas Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) yang besarnya hanya 714 akseptor sehingga capaiannya menjadi 105,04%. Capaian ini di tahun 2010 dipastikan akan terus meningkat dengan banyaknya animo Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap alat kontrasepsi yang dikategorikan sebagai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) ini. Salah satu indikasinya adalah membludaknya peserta KB baru IUD yang dilayani di RSUP dr. Sardjito pada Selasa tanggal 23 Februari 2010 lalu, yakni dari PPM 32 akseptor saat itu dalam kenyataannya yang berminat dan terlayani mencapai 77 akseptor atau lebih dari dua kali lipat.
Demikian dikatakan oleh Kabid KB Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo, Drs. HM Dawam, yang didampingi Kasubid Pelayanan Kontrasepsi dan Kesehatan Reproduksi, Drs. Warsidi kepada KR, Rabu (29/4). Lebih lanjut dikatakan oleh HM Dawam, semakin tingginya minat terhadap alat kontrasepsi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena cara kontrasepsi ini dipandang sebagai cara KB yang praktis, ekonomis, mudah dikontrol, aman untuk jangka panjang dan kembalinya kesubura cukup tinggi. Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi initidak dipengaruhi oleh faktor lupa seperti Pil atau kurang tepat pemakaiannya seperti Kondom.
Secara terpisah, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Drs. Mardiya, menyatakan bahwa faktor lain yang menyebabkan semakin meningkatnya minat PUS terhadap IUD juga disebabkan semakin intensif dan efektifnya KIE kelompok maupun individu yang dilakukan oleh Penyuluh KB, kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dan kelompok masyarakat peduli KB antara lain Kelompok Seni Peduli KB (KSP-KB) Kabupaten Kulonprogo yang dimotori oleh Sudjendro, dkk melalui siaran radio, pentas wayag kulit, kethoprak, campursari dan dagelan KB.
"Kondisi yang kondusif ini perlu terus dijaga kesinambungannya agar kesertaan KB baru terus meningkat, khususnya alat kontrasepsi IUD yang di masa lalu nyata-nyata mampu menurunkan Total Fertility Rate (TFR) di negara kita secara signifikan" kata Mardiya.
Sumber berita: Drs. Mardiya
Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo
HP. 081328819945







