Membangun Keluarga Sejahtera Yang Mandiri dan Berkualitas


Keluarga Sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan. KB (Keluarga Berencana) merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan, yaitu dengan cara mengatur perkawinan, mengatur reproduksi, mengatur jarak kelahiran, dan mengatur jumlah anak yang ideal dalam suatu keluarga. Program KB diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga bisa memutus mata rantai kemiskinan. Logika sederhananya, lebih mudah mendidik dan mengasuh 1 atau 2 orang anak daripada 5 sampai 7 anak dengan kondisi ekonomi pas-pasan.


Studi kasus di negara-negara maju, kesadaran akan pentingnya keluarga kecil bahagia, sehat, dan sejahtera sudah menjadi hal yang sangat mendasar. Di Cina misalnya, ada Undang-Undang yang mengatur bahwa setiap keluarga hanya boleh memiliki satu orang anak, dan apabila lebih akan mendapat sangsi yang berat. Di Amerika, pasangan menikah banyak yang tidak berani memiliki anak karena belum memiliki pekerjaan tetap yang bisa menjamin ekonomi rumah tangga. Namun berbeda halnya dengan masyarakat Indonesia. Kita sering mendapatkan pasangan yang sudah memiliki 1-3 anak namun belum memiliki pekerjaan tetap. Oleh karena itu, untuk membangun kesadaran tentang pentingnya KB maka perlu dilakukan sosialisasi terus menerus dengan berbagai pendekatan sosial.

File lampiran : Membangun-dan-Membina-Keluarga-Sejahtera.pdf 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Subiakto Tjakrawerdaya Keynote Speaker Sarasehan Koperasi Pepadang

Bupati Kunjungi Korban Kebakaran

Bupati Minta Jamaah Haji Lakukan Transformasi Spiritual

Anak Meninggal di Sekolah, Prayitno Terima Santunan

Deklarasi Anti Korupsi Warga Kedungtangkil dan Mahasiswa KKN UGM



.:: Berita Subdomain ::::::::.

BATAS WAKTU PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TAHUN 2014

Perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah

Pawai dan Karnaval HUT RI ke 69

Semua Karyawan Dinkes Akan Segera Lakukan Pendampingan Keluarga Miskin

Puncak Hari Koperasi Kulon Progo di hadiri Mantan Menteri Koperasi dan Wakil Bupati

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 1 September 2014

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 28 Agustus 2014

Jelang Pergantian Musim Masyarakat Perlu Waspadai Peningkatan Kasus DBD

Malam Pentas Seni dan Penutupan Peringatan HUT RI Ke-69

Penyerahan Bantuan Bedah Rumah Oleh Bupati Kulon Progo di Pengkol Gulurejo Lendah

Pendaftar IPDN 2014 Menurun

PENYULUHAN PENCEGAHAN PENGGUNAAN NARKOBA

Dinkes Ikut Meriahkan Karnaval HUT Republik Indonesia ke 69

Karnaval HUT RI ke 69 RSUD Wates

Wajah-wajah Kafilah Kecamatan Kokap

Survey Lokasi Pemohon IMB

Studi Banding Pejabat Timor Leste Di Disperindag Esdm Kab. Kulon Progo

Sjarifuddin Hasan Mundur sebagai Menteri Koperasi Pertengahan September

We Love Kulon Progo Bersama Perpusda : Karnaval Memperingati Hut RI Ke 69

Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri Tentang Surat Keterangan Perekaman KTP_el

Studi Banding Pemerintah Timor Leste

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 25 Agustus 2014

Pendaftaran CPNS 2014 Mundur

Tim Putera Dinkop UMKM Mengikuti Pawai Pemkab

Pawai HUT RI ke-69



.:: Artikel ::::::::.

Mewujudkan Kerjasama Antar Daerah (KAD) Yang Optimal

Meneropong Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Perpadu Kecamatan (PATEN) di Kulon Progo

Grand Design Pembangunan SDM di Kulon Progo

Melalui Momentum Hari Keluarga Kita Bangkitkan Kepedulian Membangun Keluarga Sejahtera

Perencanaan Sistem Kependudukan (2)