Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

18 Warga Peserta PKH Diwisuda oleh Wakil Bupati


Safari Tarawih di Galur

Anggota DPRD Kota Banjar Tertarik Tata Kelola Kulon Progo

Safari Tarawih di Kalibawang

Peringati Harkitnas Diharap Tidak Mudah Terprovokasi

Bahas Hikmah Puasa, Pencegahan Terorisme dan oleh-oleh dari PBB

Pasar Ramadan di Alun-alun Wates

 

Sebanyak 18 warga peserta PKH yang mengundurkan diri sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) karena merasa ada keluarga lain yang lebih membutuhkan, diwisuda oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Kulon Progo. 18 Warga ini mewakili 632 KPM yang berstatus non eligible mampu.


"Diwisuda karena menyatakan mengundurkan diri, dan itu atas kesadarannya sendiri, karena merasa masih banyak saudara-saudara kita yang lain yang lebih membutuhkan. Terus terang saya sangat terharu. Sikap ibu bapak seperti itu" Kata Drs.H.Sutedjo dihadapan 300 orang, pada saat peringatan 10 Tahun Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Kaca Pemkab Kulon Progo, Selasa (15/5/2018).


Beberapa diwisuda karena menyatakan menarik diri dari statusnya sebagai KPM PKH dan itu atas kesadarannya sendiri dengan alasan masih banyaknya saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan antara lain, Seniyem Belik Demangrejo merasa sudah cukup membiayai keluarganya dengan usahanya, Sri Murtini warga Tanjung Gunung Tanjung Harjo Nanggulan Ibu rumah tangga dengan 1 anak berusia 15 tahun mengundurkan diri dari kepesertaan PKH karena ada keluarga lain yang lebih membutuhkan, Sariyati warga Jambon Donomulyo Nanggulan atas inisiatif sendiri mengundurkan diri dari kepesertaan PKH karena beliau merasa masih banyak keluarga lain yang lebih membutuhkan.


Selain memwisuda KPM PKH Graduasi, Wakil Bupati juga melakukan potong tumpeng HUT PKH 10 tahun, dilanjutkan pengarahan dan motivasi selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. Wabup juga memberikan Penghargaan kepada KUBE eWarong terbaik KUBE Berkah Jaya dari Sentolo. Penghargaan SDM PKH Inovatif diberikan kepada Sdr.Eriawan Sujatmiko yang kesehariannya bertugas sebagai administrator pangkalan data PPKH Kabupaten Kulon Progo yang telah membuat aplikasi untuk mempermudah tim sekretariat PPKH memanajemen kelengkapan laporan bulanan secara online, membuat data form pemutakhiran pre printed, serta profil KPM PKH yang merupakan data base inti dari Keluarga-keluarga Penerima Manfaat PKH.


Wabup didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Dinsos P3A) Kabupaten Kulon Progo Eka Pranyata, Bank BNI 46, juga menyaksikan stand pameran produk KPM PKH yang menampilkan bermacam produk baik kerajinan, makanan ringan, bahkan ada yang membuat ice cream, lukisan.


Eka Pranyata menyampaikan meskipun program PKH dirancang untuk 5 tahun, tetapi setiap 3 (tiga) bulan dilakukan validasi. Dari hasil evaluasi ada yang dinilai mampu atas secara kesadaran sendiri, ada yang mampu secara penilaian.


Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati 10 Tahun Program Keluarga Harapan (PKH) mengabdi untuk Program Penganganan Kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo dengan penekanan pada perubahan pola pikir pentingnya kesehatan dan pendidikan untuk masa depan generasi penerus Keluarga Penerima Manfaat (KPM PKH.


Berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo, bahwa Jumlah cakupan PKH tahun 2018 di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 34.259 (Tiga puluh empat ribu dua ratus lima puluh sembilan) Keluarga Penerima Manfaat (KPM).


Penerima manfaat mendapatkan bantuan tunai bersyarat sebesar Rp. 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah) per triwulan. Berdasarkan pemutakhiran data tahap II tahun 2018 sebanyak 10.157 (sepuluh ribu seratus lima puluh tujuh) KPM dinyatakan non eligible (tidak memenuhi persyaratan PKH) dan sebanyak 632 (enam ratus tiga puluh dua) KPM yang berstatus non eligible mampu.


Tujuan Umum PKH adalah untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dalam mendukung tercapainya kualitas hidup keluarga miskin. Oleh karena itu, PKH diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dalam jangka pendek dan dapat memperbaiki pola pikir serta mengubah perilaku yang dapat membawa pada pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga tersebut untuk jangka panjang.


Wabup menyampaikan, keberhasilan PKH untuk mencapai tujuan tersebut diatas, tentu memerlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Kelembagaan pelaksanaan PKH perlu dijabarkan secara jelas mengenai siapa pihak-pihak yang terlibat, apa peran dan tanggungjawabnya, serta bagaimana mekanisme kerjanya, serta komitmen pendamping RTSM dan juga hubungan yang sinergis diantara OPD dan stakeholder terkait.


Sehingga program bisa berjalan sesuai dengan harapan, rumah tangga sasaran penerima bantuan memiliki akses yang lebih baik untuk memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi termasuk menghilangkan kesenjangan sosial, ketidakberdayaan dan keterasingan sosial yang selama ini melekat pada diri warga miskin.


Selain itu PKH juga diharapkan akan meningkatkan sumberdaya manusia, meningkatkan kesehatan balita, dan mengurangi kematian ibu hamil sehingga matarantai kemiskinan akan terputus melalui PKH ini.

(at@humaskp)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Safari Tarawih di Galur

Anggota DPRD Kota Banjar Tertarik Tata Kelola Kulon Progo

Safari Tarawih di Kalibawang

Peringati Harkitnas Diharap Tidak Mudah Terprovokasi

Bahas Hikmah Puasa, Pencegahan Terorisme dan oleh-oleh dari PBB



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Buka Puasa Bersama Kecamatan Pengasih Untuk Mempererat Silaturrahi

Momentum Kebangkitan Nasional untuk Asian Games 2018 di Indonesia

OPTIMALISASI TENAGA KERJA LOKAL PADA “NYIA”

OPD Bangkit Peduli Arsip

Himbauan Pengumuman Kelulusan Tingkat SMP/MTs

PELAKSANAAN SAFARI TARAWIH PERIODE 2 TINGKAT KECAMATAN KALIBAWANG

Destinasi Baru Desa Karangsari

Pengumuman: Usulan Calon Penerima Penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka 2018

Lowongan Kerja PT MICRO MADANI INSTITUTE (PNM MEKAAR)

Lowongan Kerja PT Pegadaian (Persero)

Lowongan Kerja PT ANGGUN KREASI GARMEN

Lowongan Kerja PT CIPTA KARYA AGUNG ABADI

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2018

Warga Menutup Akses Jalan Menuju Penambang Batu

Pengumuman Magang Fair 2018

Jadwal Pelayanan Kartu AK 1 pada saat Cuti Bersama Lebaran 2018

Penyelesaian Pemortalan Akses Jalan Tambang

Safari Tarweh Putaran Kedua Masjid Nur-Huda Kedungtangkil Desa Karangsari

Safari tarawih Kecamatan Nanggulan di Dusun Janti Lor 24 Mei 2018

NGAJI BARENG RO PAK CAMAT NANGGULAN

AL-AMIN PEMBUKA SAFARI TARAWIH 14 39 H TINGKAT KECAMATAN GIRIMULYO

Lowongan Kerja Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY PDHI)

Gairah Perpusdes

Pengumuman: Usulan Calon Penerima Penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka 2018

Pengumuman: Usulan Calon Penerima Penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka 2018



.:: Artikel ::::::::.

Mengenal Sekolah Siaga Kependudukan

Mewujudkan Masyarakat Berwawasan Kependudukan Melalui Pendidikan Kependudukan

Gerakan Berbasis Hati

Tantangan Pengendalian Penduduk Kulon Progo Tahun 2018

Tantangan Advokasi Kie Program KKBPK Tahun 2018