Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

29 Juni Hari Keluarga Nasional


Sudah menjadi tradisi, setiap tanggal 29 Juni kita memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas). Di tahun 2017 ini, yang merupakan peringatan ke-24, puncak peringatan Harganas Tingkat DIY akan digelar di Halaman Balai Kota Yogyakarta, Rabu (5/7) yang akan dihadiri Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas. Sementara di Tingkat Nasional akan dipusatkan di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Sabtu (15/7) yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Tema yang diangkat adalah "Dengan Harganas Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan" sebagai wujud kepedulian kita terhadap pentingnya membangun keluarga yang berketahanan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, mandiri dan jaya.
Membangun keluarga berketahanan memang bukan pekerjaan mudah. Apalagi di era globalisasi yang penuh persaingan seperti sekarang ini, sungguh menjadi pekerjaan serius bagi setiap keluarga untuk mewujudkannya. Sulitnya mencari pekerjaan, kuatnya desakan ekonomi, mahalnya biaya pendidikan, kesehatan dan begitu kompleksnya kebutuhan hidup saat ini, menjadi persoalan tersendiri dari sekian banyak masalah yang harus diatasi oleh keluarga-keluarga saat ini, yang tentu saja menguras pikiran, tenaga dan waktu. Itulah sebabnya, untuk menjadi keluarga yang berketahanan, ada tiga syarat mutlak yang harus dipenuhi: (1) Keluarga yang bersangkutan harus didasari oleh perkawinan yang sah dan memiliki ketaqwaan kepada Tuhan YME, (2) Keluarga yang dibangun harus memiliki wawasan kedepan, bertanggungjawab dan berkomitmen tinggi untuk hidup mandiri, (3) Keluarga yang dibangun harus mampu hidup secara harmonis, memiliki jumlah anak ideal dan sejahtera. Ketiga syarat dasar tersebut harus mampu dicapai oleh sebuah keluarga untuk dapat melaksanakan 8 fungsi keluarga (keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan). Sementara kemampuan keluarga dalam menjalankan fungsi-fungsinya menjadi syarat yang harus dipenuhi agar keluarga yang bersangkutan dapat menjadi keluarga yang berketahanan.
Ada empat pendekatan yang dapat ditempuh oleh setiap keluarga agar keluarganya memiliki ketahanan yang tinggi. Pertama, Keluarga Berkumpul. Adalah kegiatan di mana seluruh anggota keluarga yang dimotori bapak dan ibu harus mampu meluangkan waktunya (walaupun sebentar) untuk berkumpul tanpa disibukkan dengan gadget, televisi dan alat elektronik lainnya. Untuk memulainya dapat diawali pada momentum hari keluarga, hari raya, akhir pekan dan hari libur lainnya. Selanjutnya keluarga berkumpul dapat menjadi agenda keluarga sehari-hari, dengan menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan seluruh anggota keluarga sekitar 20 (dua puluh) menit per hari, misalnya waktu makan malam bersama.
Kedua, Keluarga Berinteraksi. Kegiatan di mana seluruh anggota keluarga meluangkan waktu berkumpul dan saling bercengkrama serta saling tukar pengalaman dengan komunikasi yang lebih berkualitas. Keluarga berinterakasi tidak hanya dilakukan dengan keluarga inti tetapi juga dilakukan dengan keluarga besar (sanak saudara dan kerabat) serta dengan tetangga sekitarnya misalnya pada acara arisan keluarga, reuni, pengajian dan kegiatan-kegiatan sejenisnya.
Ketiga, Keluarga Berdaya. Adalah suatu kegiatan di mana keluarga mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk membuat diri dan keluarganya tidak tergantung pada pihak lain. Keluarga berdaya lebih mengandalkan segala potensi yang ada dalam dirinya, baik berupa ketrampilan, olah pikir dan pengetahuan sehingga mampu melakukan pengasuhan anak yang baik, melaksanakan 8 (delapan) fungsi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mampu mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan hidup yang dialaminya.
Keempat, Keluarga Peduli dan Berbagi. Adalah kegiatan di mana keluarga yang mampu dan lebih beruntung mempunyai kepedulian dan keinginan untuk berbagi dan menolong orang lain. Kegiatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk gotong-royong antar warga, perbaikan rumah, menolong tetangga yang sedang sakit, menjadi orang tua asuh serta memberikan bantuan modal usaha bagi Keluarga Pra Sejahtera.
Dengan empat pendekatan tersebut, apabila semua dapat dilaksanakan dengan baik, kita meyakini bahwa membangun keluarga berketahanan di negeri ini akan dapat diwujudkan. Tinggal bagaimana semangat dan tekad kita untuk memulainya. Dan ini harus dilakukan mulai hari ini dengan memanfaatkan momentum Harganas. Karena kita telah sama-sama sadar bahwa keluarga berketahanan menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, mandiri dan jaya.

Drs. Mardiya,
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo

BIODATA PENULIS

Nama : Drs. Mardiya
Tempat / Tgl Lahir : KulonProgo, 20 April 1966
Pekerjaan : PNS
Agama : Islam
Alamat Kantor : Dinas PMD Daldukdan KB
Jl. Sugiman, Margosari, Pengasih, KulonProgoTelp (0274) 773917
Alamat : RT 19 RW 10 Karangetan, Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo
Telepon/HP : 087738048525

Prestasi di BidangKaryaTulis:

  1. JuaraHarapan II Reportase Sungai yang diselenggarakanoleh KR tahun 1997
  2. Juarakaryatulistingkatnasional yang diselenggarakanoleh BKKBN (Juara I tahun 1999, Juara II Tahun 2007, Juara II Tahun 2008)
  3. Juara I penulisanartikel KB yang diselenggarakanoleh BKKBN DIY Kerjasamadengan KR Tahun 2009
  4. PenulisBukuPetunjukPraktisMemilihKontrasepsi yang diterbitkanolehPenerbit Liberty Yogyakarta Tahun 2000.

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Evaluasi Kedua Capaian Kinerja Program 100 Hari

Peringati Hba Ke-57 Kejari Bantu Bedah Rumah Kulon Progo

Statement Bupati Kulon Progo Dalam Pembukaan ABK DIY 2017

PEMBUKAAN FESTIVAL DAN OLIMPIADE ABK

Kulon Progo Tuan Rumah Festival dan Olimpiade ABK Tingkat DIY



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Lowongan Kerja KLINIK PENGASIH HUSADA

Syawalan LDO

Lagu Kampung KB Pak Ndut Masuk YouTube

TAGANA Yogyakarta Gelar Silatuhrami dan Syawalan

Rapat Koordiansi FGD dalam rangka Kesepakatan batas desa dengan wilayah pemerintaj kabupaten Purwore

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 20 Juli 2017

Penyampain Zakat Alumni SMA Muhi

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 24 Juli 2017

Lembah Kedung Luweng, Pesona Baru Wisata Kulonprogo

HOME CARE PELARIS RSUD NYI AGENG SERANG

Seminar Kewirausahaan Pemuda Kabupaten Kulon Progo

Sosialisasi Potensi Peluang Kerja oleh STTKD Disambut Antusias

Pelepasan Atlit Porda Kontingen Kabupaten Kulon Progo

SMP se-Kulon Progo Siap Melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter

Pengumuan Penerbitan Izin Lingkungan PT. Indobel Bamboo Merapi

Pengumuman penerbitan izin lingkungan PT Batu Prima Mandiri

Pengumuman permohonan izin lingkungan RSU Rizki Amalia Medika

SIMULASI TANAH LONGSOR DI DESA HARGOMULYO

Dinas Sosial PPPA Gelar Rapat Pengarusutamaan Gender

Dwi Martuti Rahayu terpilih sebagai Ketua I KEP Kalibawang

SOSIALISASI DAN SIMULASI BAHAYA KEBAKARAN DI AREA PASAR WATES

Tindak Lanjut Revitalisasi Tugas Komite Sekolah

Mengoptimalkan Kembali Fungsi Satlinmas/Linmas Pemerintah Kecamatan Pengasih Mengadakan Pembinaan

Agenda Inspektorat bulan Juli (II)

Pemutakhiran Data Tindak Lanjut Inspektorat DIY



.:: Artikel ::::::::.

29 Juni Hari Keluarga Nasional

Kulon Progo Makin Melimpahkan Kewenangan Ke Camat

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah

22 Desember Hari Ibu; Hargailah Ibu