Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

BUPATI H.TOYO SANTOSO DIPO : Program KB Masih Banyak Hadapi Tantangan


Disadari atau tidak, pelaksanaan program KB pada saat ini masih banyak menghadapi banyak tantangan dan kendala, antara lain dalam menurunkan tingkat kelahiran, menyediakan pelayanan KB yang mudah dijangkau, melakukan komunikasi, informasi dan edukasi bagi terbentuknya ukuran keluarga yang ideal serta penggalakan KB Pria. Termasuk di dalamnya adalah program untuk memperkuat ketahanan dan meningkatkan pendapatan keluarga. Namun demikian, tantangan dan kendala yang hadapi hendaknya tidak membuat semangat kita menjadi kendor dan rapuh, apalagi putus asa. Oleh karena itu, kepada seluruh jajaran pengelola KB khususnya Penyuluh KB dan stakeholder yang ada di Kulon Progo, dihimbau untuk dapat meningkatkan kinerjanya, memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat, berkoordinasi dan bersinergi dengan para pemuka agama, tokoh masyarakat, pengusaha, pelaku seni, tokoh adat dan para pemimpin informal lainnya untuk bersama-sama membangkitkan program KB di Kulon Progo, menggelorakan semangat untuk terus berkarya mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera sebagai pengejawantahan ?Seluruh Keluarga Ikut KB? yang menjadi visi program KB saat ini.
Demikian dikatakan oleh Bupati Kulon Progo, H.Toyo Santoso Dipo pada puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XVI Tahun 2009 Kabupaten Kulonprogo yang dipusatkan di Gedung Kaca Wates, Sabtu (25/7). Hadir dalam acara tersebut unsur Muspida, Ketua DPRD, Ketua TP PKK Kabupaten Kulon Progo, Kepala BKKBN Propinsi DIY, Kepala BPPM Propinsi DIY, serta para Kepala Dinas, Instansi, SKPD terkait Kabupaten Kulon Progo beserta tamu undangan lainnya. Ditambahkan oleh Toyo Santoso Dipo, atas dasar itu kita diharapkan dapat menggiatkan kembali program KB mulai sekarang dan ke depan. Artinya, kita sebagai bagian dari jajaran pemerintah yang bertanggungjawab terhadap masalah keluarga berencana harus senantiasa meningkatkan komitmen bersama dengan berbagai pihak, pemangku kepentingan dan masyarakat. Lebih-lebih kita sangat menyadari, program KB yang kita laksanakan tidak bisa dikerjakan sendiri. Keberhasilan program KB di lapangan banyak ditentukan oleh keikutsertaan dan partisipasi berbagai sektor dan program lain, termasuk pemerintah, TP PKK, pihak swasta, lembaga kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat dan tokoh agama maupun LSOM. Kita jugasangat menyadari bahwa prinsip kemitraan dan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan semua mitra kerja adalah kunci keberhasilan program KB.
Menurut Bupati Toyo Santoso Dipo, peringatan Harganas tahun ini dipadukan dengan peringatan Hari Kependudukan Dunia dan ICPD + 15, karena kedua peringatan tersebut memiliki agenda yang berhimpitan dengan program KB, yakni penurunan kemiskinan, pengendalian kelahiran, pengurangan kematian ibudan bayi, kesehatan reproduksi, pendidikan bagi kaum ibu dan sebagainya. Peringatan Hari kependudukan itu sendiri menekankan pentingnya meningkatkan investasi bagi kaum perempuan, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Sumbangan dari kaum perempuan yang sehat dan terdidik akan sangat besar artinya dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Atas dasar itu, beliau menekankan pentingnya peningkatan pelaksanaan program KB di Kulon Progo, mengingat program ini merupakan investasi yang sangat penting artinya bagi pembangunan. Program KB bukan sekedar untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga dalam rangka peningkatan kualitas penduduk dan kesejahteraan keluarga agar dapat melaksanakan fungsi-fungsi keluarganya secara baik. Apabila kita lemah dalam penggarapan program KB, maka semakin lama kita akan semakin bertambah miskin. Kita tidak ingin pembangunan di wilayah kita berjalan lamban, serta tidak ingin pertumbuhan ekonomi yang kini sedang giat-giatnya kita bangun menjadi sia-sia karena tidak diimbangi dengan upaya pengendalian kuantitas dan peningkatan kualitas penduduk yang memadai. Kalau ini terjadi, maka kehidupan generasi mendatang akan lebih buruk dibandingkan dengan keadaan sekarang ini dan kita semua generasi saat ini akan merasa bersalah dan berdosa.
?Saya ingin menegaskan kembali bahwa program KB bukanlah program yang mengada-ada, bukan program yang tanpa tujuan baik, karena program ini adalah untuk kepentingan semua orang, keluarga dan bangsa kita secara keseluruhan, dan ini harus menjadi tanggungjawab setiap pemimpin dan masyarakat luas.? katanya


Sumber berita: Drs. Mardiya
Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo
HP. 081328819945

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-kkbpk Kesehatan Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2017

Musrenbang Rancangan RPJMD Kabupaten Kulon Progo Tahun 2017-2022; “Tidak Boleh Kehilangan Momentum”

Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-66 Kabupaten Kulon Progo

Gebyar Senam Masal dan Lomba Senam Angguk di Alun Alun Wates

Doakan dan Teladani Mantan Bupati dengan Ziarah



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PERSIAPAN MUSIM TANAM I GOL II WILAYAH KEJURON PENGASIH TIMUR, PENGASIH BARAT, DAN PEKIK JAMAL KAN

Surat Edaran Nomor 660/5232 tentang Peran Serta Dalam Penilaian P1 Adipura 2017

PENDAFTARAN CALON PANWASLU KECAMATAN

Sosialisasi dan Seleksi PT Excelitas Batam

Forum Komunikasi Sandi Daerah DIY

Arsip Statis Desa Sebagai Khasanah Arsip LKD

Tuti Selatan Berhasil Meraih Juara Umum MTQ Pelajar 2017

TUGAS DAN FUNGSI LINMAS BAHASAN SOSIALISASI LINMAS DI KECAMATAN KALIBAWANG

Dinas Statistik Buleleng Bali Kunjungi Kominfo Kulon Progo

Penerima Beasiswa UNY 2017

PENGUMUMAN PENERIMAAN PENDIDIK/GURU NON PNS SD NEGERI PADA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KAB.

Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pengrajin Batik

OPERASI KATARAK DI RSUD WATES

Launching Olahan Lokal Kulon Progo Bersama Gubernur DIY

PENERIMAAN PENDIDIK/GURU NON PNS SD NEGERI PADA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KAB. KULON PROG

Jelang Akhir Masa Bakti Ketua RT, RW dan LPMK, Kelurahan Wates Gelar Sosialisasi

Warga Kelurahan Wates Antusias Gelar Malam Tirakatan Hari Jadi

Safari Jum’at

DPMD Dalduk & KB Ikuti Tirakatan Hari Jadi

Tim Bola Voli Putri Kec. Pengasih Mengalahkan Kec. Lendah

EVALUASI DESA BINAAN KELUARGA SAKINAH TAHUN 2017

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan PT. Energi Piko Mandiri

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 12 Oktober 2017

Gala Desa Pengasih Meningkatkan Motivasi Olahraga Rakyat

Pembinaan BPD dan Efektifitas Kinerja BPD



.:: Artikel ::::::::.

Monev PATEN Ke-4 di Kulon Progo

Menyemangati Masyarakat Lewat Lagu, Mungkinkah

Pentingnya Membudayakan Kuhias Kenanganku

29 Juni Hari Keluarga Nasional

Kulon Progo Makin Melimpahkan Kewenangan Ke Camat