Bandara Kulon Progo Dibangun Akhir 2013


SMPN 1 Galur Bantu Korban Tanah Longsor Banjarnegara

RCYP-Kulon Progo Jalin Kerjasama

Bupati : Gotong Royong Mungkasi Karyo

Pendekatan Budaya Perlu untuk Menurunkan Resiko Bencana

Wabup Buka Pelatihan BKM

Kulon Progo Terima Bantuan Perbaikan Jaringan Irigasi

dok.Kontan.co.id  

JAKARTA. Yogyakarta segera memiliki bandar udara baru selain Bandara Adisucipto. PT Angkasa Pura I bilang, groundbreaking bandara baru yang berlokasi di Kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta akan berlangsung pada kuartal IV  tahun 2013.

"Masterplan tinggal finalisasi dan sekarang sudah kami ajukan ke Kementerian Perhubungan untuk disahkan," ujar Miduk Situmorang, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I, Rabu (26/12). Proyek bandara direncanakan bisa beroperasi pada 2016.

Bandara Kulon Progo yang akan berdiri di lahan seluas 637 hektare (ha) itu menggunakan konsep international airport dengan terminal ganda (dual linear terminals). Sedangkan panjang landasan mencapai 3.250 meter dan lebar 45 meter.

Bandara ini dapat menampung 28 pesawat dengan kapasitas penumpang 10 juta orang per tahun dan bisa dikembangkan menjadi 20 juta penumpang per tahun. "Hitungan sementara, kebutuhan investasi mencapai Rp 6 triliun dengan kebutuhan tahap awal Rp 1,2 triliun," ujar Miduk.

Untuk pendanaan, Angkasa Pura I akan menggandeng investor asing. Saat ini salah satu pemodal yang berminat adalah GVK Group (India). Namun masih ada beberapa investor asing yang tertarik. "Yang jelas, akan tetap melalui skema tender yang diharapkan pertengahan tahun depan bisa segera terlaksana," kata Miduk.

Meski harga tanah di Kulonprogo naik antara 50%-100% dalam dua tahun terakhir, Angkasa Pura I sudah mendapat komitmen dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. "Sri Sultan berjanji akan mengawal proses pembebasan lahan dan menjamin semua berjalan lancar," ujar Miduk.

Pembangunan bandara internasional di wilayah barat Yogyakarta ini berdasarkan hasil studi kelayakan konsultan asal Republik Ceko. Untuk menuju bandara baru, pemerintah siap membuat moda transportasi kereta api. Pembangunan tahap kedua akan dilengkapi jalan tol.

Kebutuhan bandara baru di Yogyakarta mendesak karena Bandara Adisucipto sudah tidak memadai untuk penerbangan komersial. Apalagi bandara itu milik militer.(Kontan.Co.id)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

SMPN 1 Galur Bantu Korban Tanah Longsor Banjarnegara

RCYP-Kulon Progo Jalin Kerjasama

Bupati : Gotong Royong Mungkasi Karyo

Pendekatan Budaya Perlu untuk Menurunkan Resiko Bencana

Wabup Buka Pelatihan BKM



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pengembangan Kewirausahaan Masyarakat Jangkaran

Rotary Club Akan Mengadakan Baksos di RSUD Nyi Ageng Serang

Total Pendaftar Seleksi Pegawai Non PNS Capai 3.453 orang

Ka Dinkes Umumkan Kewaspadaan Peserta Pada Proses Seleksi Tenaga Non PNS BLUD Puskesmas

Pemantapan Persiapan Penilaian Kesehatan Koperasi

Konsumsi Ikan di Indonesia

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Nyi Ageng Serang

Koperasi Tenun Mumbul akan Memproduksi Tenun Lurik Untuk Seragam PNS

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 26 Januari 2015

Penundaan Seleksi PT. Yokogawa Batam

Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Waspada DBD Dinkes Gencarkan PSN

Hari Pertama Pendaftaran Pegawai Non PNS Capai 1242 Pendaftar

Biasakan Makan Ikan Sejak Kecil Agar Cerdas

Gerbosari Deklarasikan Bebas Buang Air Besar Sembarangan

Penamaan Jalan Desa Dinilai Kurang Valid

Hari Gizi Nasional 25 Januari

Pembukaan Masa Sidang ke II DPRD Kulonprogo Tahun 2015

Diharapkan kapal sudah dapat masuk Pelabuhan Tanjung Adikarta

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 22 Januari 2015

RSUD NYi Ageng Serang Ganti Nomor Telepon

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit Wates

Perempuan sebagai Penyokong Pertumbuhan Ekonomi

Kandungan Zat Gizi untuk Kecerdasan dalam Ikan

Zat Gizi untuk Kecerdasan



.:: Artikel ::::::::.

PATEN : Kecamatan Yang Mensejahterakan Rakyat (bagian Ke Empat)

Kelurahan Wates Pasca Alih Status (bagian Pertama)

Kewirausahaan

Agribisnis

Sistem Perkandangan Ternak Kambing