Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Devinfo dan Manfaatnya Dalam Pengembangan Program KKbpk


Beberapa tahun belakangan ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sibuk melakukan kegiatan pelatihan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Pelatihan yang dimaksud adalah Pelatihan Dev-Info (selanjutnya lebih familiar ditulis Devinfo) dengan sasaran para Pengelola Program KKBPK Tingkat Provinsi, Pengelola Program KKBPK Tingkat Kabupaten/Kota, dan para Penyuluh Keluarga Berencana (KB). Pelatihan ini tidak tanggung-tanggung karena sasarannya menjangkau seluruh Indonesia yang mencakup 34 provinsi dan 508 kabupaten/kota dan ribuan Penyuluh KB. Di Kabupaten Kulon Progo sendiri, Perwakilan BKKBN DIY bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB) melakukan Pelatihan Devinfo dengan sasaran 1 orang Pengelola Data di Tingkat Kabupaten dan 12 wali data (Penyuluh KB) dari 12 kecamatan pada hari Rabu dan Kamis, 30-31 Mei 2018.
Devinfo sendiri pada dasarnya adalah sistem database yang dapat digunakan untuk kompilasi dan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik maupun peta geografis dengan cakupan wilayah dari tingkat pusat, provinsi sampai dengan kabupaten/kota. Devinfo merupakan salah satu alat yang dapat digunakan dalam perencanaan program atau kegiatan yang berbasis bukti (evidence-base) terutama dalam rangka intervensi program pembangunan. Dengan kata lain, Devinfo merupakan paket software database yang digunakan untuk mengelola dan mempresentasikan data-data indikator secara terintegrasi, lintas sektor, lintas wilayah geografis dan kelompok, lintas waktu dan lintas sumber data. Sehingga dengan Devinfo, maka data-data indikator dapat dihubungkan dengan berbagai tujuan dan sasaran.
Itu artinya, Devinfo merupakan software khusus untuk pengelola data. Fungsinya untuk menyimpan informasi, data dan indikator. Tentunya data dan informasi yang telah tersimpan tersebut apabila ingin digunakan dapat dicari kembali serta dapat menampilkan data dan informasi dengan mudah dan cepat sesuai kebutuhan. Devinfo ini dapat digunakan sebagai sofware presentasi data dan informasi dalam berbagai bentuk presentasi baik berupa tabel, diagram/grafik, maupun peta.
Yang perlu dipahami adalah bahwa Devinfo ini bukanlah software pengolah data biasa, di mana untuk menghasilkan data dan informasi berupa indikator harus dikerjakan secara terpisah. Misalnya dengan menggunakan software CSPro, SPSS, SAS, Stata, Dbase dan lainnya.
Latar belakang mengapa BKKBN getol melakukan Pelatihan Devinfo bagi Pengelola Program KKBPK dan Penyuluh KB antara lain terkait dengan ketugasan BKKBN yang harus menyediakan data parameter kependudukan yang tidak saja memotret situasi kependudukan di tingkat nasional, namun juga hingga tingkat provinsi maupun kabupaten kota. Bila perlu hingga tingkat kecamatan dan desa. Hal ini sesuai amanat Undang-undang No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang menyatakan bahwa BKKBN adalah institusi pemerintah yang menangani bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan salah satu ketugasannya adalah menyediakan data parameter dasar kependudukan.
Dengan Devinfo, secara spesifik dapat dipetakan permasalahan kependudukan yang terjadi pada wilayah terkecil, agar lebih memudahkan penentu kebijakan dalam mengambil keputusan. Data parameter tersebut dapat berupa data statistik umum, maupun data statistik sektoral BKKBN seperti Pendataan Keluarga, maupun statistik rutin lainnya. Dalam upaya menyajikan data parameter kependudukan, BKKBN sama halnya dengan Badan Pusat Statistik (BPS) memanfaatkan perangkat software Devinfo. Perangkat ini konon oleh dikembangkan oleh UNICEF untuk memantau pencapaian tahun 2000 indikator World Summit for Children yang disepakati bersama pada tahun 1990 (Childinfo 1995 - 2003). Kemudian Childinfo disempurnakan dan diluncurkan melalui pengesahan UNDG pada bulan April 2004 untuk membantu negara-negara anggota PBB dalam memantau kemajuan indikator Millenium Development Goals (Devinfo v4.0 2004). Untuk mengikuti perkembangan, maka muncul versi baru yang dapat online dijaringan situs yang dikembangkan dan diluncurkan dengan dukungan UN dan negara-negara yang lebih luas pada Februari 2006 untuk didistribusikan secara bebas (Devinfo v5.0 2005-2006) dan selanjutnya muncul Devinfo v6.0 sebelum akhirnya muncul Devinfo v7.0. Devinfo telah dipatenkan oleh PBB pada tahun 2004.
Devinfo untuk keperluan analisis dan eksekutif diciptakan mulai dari menyiapkan tempat datanya atau template database, sesuai data yang diinginkan. Bagaimana menyiapkan bangunan penyimpanan data dan teknik merenovasi tempat data apabila sudah memiliki tempat data sebelumnya. Sofware tersebut dapat diperoleh secara gratis melalui website http://www.devinfo.org.
Devinfo menawarkan pengelolaan data dan informasi menurut standar I-U-S yaitu Indikator (I), Unit (U) pengukuran dan Sub kelompok (S) misalnya jenis kelamin, lokasi, kelompok umur dan lain-lain. Kombinasi I-U-S pada berbagai klasifikasi indikator dapat berpegang pada kelompok sektor, tujuan, kerangka, tema, institusi dan konvensi.
Devinfo memiliki fitur yang sangat banyak, oleh karenanya memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi pengguna dan membuat proses pembuatan data base menjadi lebih efisien, di antaranya: (1) User interface (sistem penghubung dengan pengguna) untuk semua modul, (2) Kemampuan multitasking untuk menjalankan banyak modul secara bersamaan, (3) Akses terhadap database dari sebuah jaringan, (4) Pemasukan dan pengeditan data secara online, (5) Memiliki modul Mapping (pemetaan) untuk mengoperasikan peta digital, (6) Memiliki modul Gallery untuk membuat presentasi pada situs internet, (7) memiliki modul Data Exchange (pertukaran data) untuk bertukar data dengan aplikasi lainnya, (8) Metadata membuat informasi yang sesuai dengan standar internasonal dalam bentuk XML, (9) Pemasukan data yang lebih efisien dengan menggunakan tabel-tabel.
Ada dua file yang diperlukan untuk menjalankan Devinfo. Dua file yang dimaksud adalah: Pertama, Administrator Interface, digunakan untuk membuat lokasi tempat penyimpanan. Kedua, user interface, yang dibedakan menjadi user interface, digunakan untuk pengguna stand alone dan webUser interface yang digunakan untuk pengguna jaringan. Kemudian dengan kedua file tersebut dilakukan install. Setelah berhasil dilakukan install maka Devinfo dapat dioperasikan. Beberapa indikator yang dapat dipantau dengan Devinfo antara lain: (1) Indikator asesmen dini/bencana, (2) Indikator hasil antara (outcome) dan dampak/hasil akhir (impact), (3) Indikator masukan (input), proses dan keluaran (output), (4) Indikator kuantitatif, (5) Indikator kualitatif.
Adapun langkah-langkah yang diperlukan untuk pembuatan indikator di dalam Devinfo mencakup 3 langkah penting, yakni: Pertama, pembuatan template yang merupakan database. Dalam pembuatan template ada 12 tahap yang harus dilalui, yaitu: (1) Tahap 1, mendefinisikan indikator, (2) Tahap 2, mendefinisikan Unit (U), (wilayah, provinsi, kabupaten), (3) Tahap 3 sampai 7, pembuatan Sub group (S), (jenis kelamin, daerah perkotaan atau perdesaan, kelompok umur), (4) Tahap 8, kombinasi I-U-S, (5) Tahap 9, pembuatan I-U-S minimum maksimum, (6) Tahap 10, pembuatan klasifikasi indikator, (7) Tahap 11, pembuatan nama wilayah, (8) Tahap 12, pembuatan peta wilayah. Kedua, Melakukan Input Indikator, perekamanan dada database, Ketiga, Pembuatan mapping.
Bagi BKKBN, penggunaan Devinfo ini akan mampu mengembangkan program KKBPK sehingga hasilnya menjadi lebih optimal. Setidaknya, dengan memanfaatkan kelebihan Devinfo, pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisa data menjadi lebih sederhana dan mudah. Hal ini dikarenakan dengan membaca Peta Devinfo, para penentu kebijakan akan dengan cepat dapat membaca daerah-daerah dengan capaian program KKBPK yang baik, sedang atau buruk. Juga mudah untuk melakukan evaluasi dan monitoring berdasarkan hasil capaiannya selama proses penggarapan program di lapangan. Devinfo juga dapat digunakan dalam perencanaan program KKBPK sebagai materi advokasi dan KIE bagi pembuat kebijakan di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Serta dapat digunakan sebagai alat/media bagi BKKBN dengan menggunakan data yang dapat disajikan sampai wilayah administrasi terkecil (desa).
Sehubungan dengan hal tersebut, kita salut dengan BKKBN yang telah berupaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tenaga pengelola program KKBPK di tingkat kabupaten/kota melalui kegiatan pelatihan teknis yang tentunya akan sangat berguna dalam pengembangan program KKBPK ke depan. Kegiatan pelatihan yang ditangani oleh Bidang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN DIY ini setidaknya akan meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta dalam memanfaatkan aplikasi software Devinfo untuk pemetaan capaian indikator program KKBPK di tingkat kabupaten/kota sampai dengan desa/kelurahan. Selain itu, peserta kan mampu: (1) Mengoperasionalkan aplikasi software Devinfo, (2) Menghasilkan peta dari aplikasi software Devinfo berupa : Peta Indikator KB KR yang menggambarkan wilayah provinsi, kabupaten/kota sampai dengan desa/kelurahan dan Peta Indikator KS PK yang menggambarkan wilayah provinsi, kabupaten/kota sampai dengan desa/kelurahan.

Drs. Mardiya, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Open House Bupati dan Wakil Bupati

Bupati Forkopimda Pantau Pos Pam

Bupati Launching Belabeliku.com di Forum Bisnis

Libur Panjang Pelayanan Masyarakat Tetap Jalan

Jadwal Open House Lebaran Bupati Wabup Berbeda dari Tahun Sebelumnya



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Waspada Peningkatan Potensi Hujan Lebat Selama (21 - 23 Juni 2018) dan Potensi Tinggi Gelombang di

Lowongan Kerja GURU SMP DAARUL’ILMI BOARDING SCHOOL

SERGAB IDUL FITRI

Beasiswa Pelatihan Kebandarudaraan di UPT BLK Dinas Nakertrans Kabupaten Kulon Progo

SYAWALAN KEC. NANGGULAN..

SYAWALAN KEC. NANGGULAN..

Goma Untuk Laut Indonesia

SURAT EDARAN PERPANJANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN TIGA BULAN BERSIH SAMPAH (TBBS)

Tingkat Kehadiran Pegawai Dinas Pertaru di Hari Pertama Kerja Capai 100%

Hari Pertama Pasca Liburan Panjang Jamkesda Langsung Diserbu Pengunjung

SYAWALAN, MOMEN INDAH MEMULAI KERJA DENGAN SEMANGAT BARU

PESTA SENI TRADISI

Syawalan Unik Destinasi Calon Obyek Wisata Baru

KELUARGA BESAR DINAS KOMINFO SYAWALAN DAN HALAL BI HALAN BERSAMA PWK

Karyawan Dinas Pertaru Ikuti Open House Bupati/Wakil Bupati Kulon Progo 1439 H

Pengamanan Jalur Wisata Kalibiru dan Himbauan Kepada Pengelola Jeep Wisata

Lebaran Idhul Fitri 1439 H / 2018 M Polsek Pengasih Patroli Wilayah

Pengasih Bertakbir

Berkah Ramadlan....

Berkah Ramadlan....

Malam 1syawal 1439 H

Polsek Pengasih Pengamanan Malam Takbiran 1439 H

BUKA BERSAMA KECAMATAN LENDAH

SAFARI TARAWIH KECAMATAN LENDAH GELOMBANG TERAKHIR

DUSUN KUTAN WAKIL KULON PROGO IKUT LOMBA POSKAMLING TINGKAT DIY



.:: Artikel ::::::::.

Devinfo dan Manfaatnya Dalam Pengembangan Program KKbpk

Mengenal Sekolah Siaga Kependudukan

Mewujudkan Masyarakat Berwawasan Kependudukan Melalui Pendidikan Kependudukan

Gerakan Berbasis Hati

Tantangan Pengendalian Penduduk Kulon Progo Tahun 2018