Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi


Keberadaan perangkat digital (smartphone) dan akses internet yang terjangkau membuat berbagai kalangan masyarakat dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah. Penyebaran informasi pada saat ini tidak bisa dipisahkan dari semakin eksisnya penggunaan media sosial.


Kementrian Komunikasi dan Informasi mengemukakan bahwa masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan internet untuk mengakses media sosial. Media sosial merupakan sebagai aplikasi online yang memungkinkan para penggunanya untuk saling berinteraksi, berpartisipasi, berkolaborasi, dan berbagi informasi. Merujuk pada Kaplan dan Hainlein, terdapat 6 (enam) jenis media sosial, yaitu :


1. Proyek kolaborasi, merupakan website yang memungkinkan pengguna untuk merubah, menambah, maupun menghapus konten, misalnya : wikipedia
2. Blog dan Microblog, merupakan website atau aplikasi yang memberkan kebebasan bagi pengguna untuk berkreasi dan mengungkapkan pendapat, saran, maupun kritik. Sebagai contoh: website pribadi/ organisasi.
3. Konten, merupakan aplikasi yang memberi kesempatan para pengguna untuk berbagi konten. Contohnya: youtube
4. Jejaring sosial, merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna saling terhubung dan berinteraksi secara virtual, saling berbagi informasi, foto, maupun video. Contoh: Facebook, Instagram, Path, Whatsapp dan Telegram.
5. Virtual game World, merupakan aplikasi yang mereplikasikan lingkungan secara tiga dimensi dan memungkinkan berinteraksi dengan pengguna game lainnya, contoh: berbagai game online.
6. Virtual Social World, merupakan aplikasi semacan virtual game namun pada lingkungan yang sosial yang lebih luas, contohnya : secondlife.


Di Indonesia, media sosial berupa jejaring sosial berkembang sangat masif menjadi sumber informasi yang paling banyak diakses oleh masyarakat. Realita yang terjadi, informasi apapun sangat cepat menjadi viral dalam sekejap saja. Dengan satu klik dan share akan langsung menyebar secara masif.


Kita sangat sering menjumpai pada media sosial kita sendiri, tiap waktu berdatangan informasi baik yang positif dan memotivasi, maupun yang mengkritik, menghasut, dan menyudutkan salah satu pihak, bahkan kerap kali bernuansa SARA. Sangat sedikit pengguna yang mengetahui apakah informasi yang diterima dan kemudian dibagikan tersebut merupakan fakta dan realita ataukah justru informasi palsu yang menyesatkan (hoax). Meskipun demikian, cukup banyak pengguna yang menganggap informasi tersebut benar dan langsung membagikannya kepada yang lain. Situasi yang demikian terjadi berulang-ulang, dari satu pengguna ke pengguna lain, bahkan banyak pula yang hanya membaca judulnya yang menarik, menggelitik, unik, dan bombastis tanpa membaca keseluruhan konten untuk selanjutnya diklik dan share.


Hal yang menarik untuk dikaji adalah kecenderungan masyarakat mempercayai begitu saja informasi yang menyebar melalui media sosial. Berdasarkan riset Yates dalam world.edu, pada interaksi melalui media sosial terjadi fenomena filter bubble. Filter bubble atau dalam terjemahan sederhana disebut gelembung filter merupakan hasil olahan komputasi atau algoritma pada situs website atau media sosial yang pernah diakses oleh pengguna (dibuka, dibaca, di"like", retweet, dan di "share"). Record apa saja yang pernah diakses selanjutnya akan sering ditampilkan pada saat kita mengakses situs webiste atau media sosial di lain waktu, sehingga pengguna akan diarahkan pada informasi yang sesuai minat dan seleranya. Faktanya, para pengguna media sosial cenderung memilih berinteraksi dengan pengguna lain yang mempunyai kesamaan minat dan ketertarikan. Hal ini berimplikasi pada mudahnya mempercayai informasi yang diperoleh dari sumber yang dipilih dan disukainya untuk kemudian dishare kepada yang lainnya meskipun bisa jadi informasi tersebut merupakan berita hoax.


Masifnya penyebaran berita hoax melalui media sosial menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Indonesia. Kementrian Komunikasi dan Informatika dengan memblokir situs-situs yang diindikasikan menyebarkan berita hoax diantaranya dengan menggandeng facebook dan twitter sebagai media sosial yang berpotensi menyebarkan hoax. Sebenarnya, masyarakat sendiri telah menyadari bahwa apa yang mereka dapatkan pada media sosial tidaklah sepenuhnya informasi yang benar. Merujuk pada survei oleh Masyarakat Telematika tahun 2016, sebanyak 54,10% responden mengakui bahwa berita hoax dapat diketahui berdasarkan sumber beritanya, sementara 28,90% mengindikasikan dari ketidakwajaran dan keanehan konten berita yang disampaikan, sejumlah 8,60% responden menilai bahwa berita tersebut tidak ada di media massa, dan 8,40% melihat dari konten berita yang terlalu bombastis. .Kondisi ini sebenarnya menunjukkan bahwa pengguna telah mampu dan peka mengenali berita-berita yang berpotensi hoax.


Dalam memerangi hoax, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan kerja sama dengan vendor penyedia media sosial namun perlu secara intensif melibatkan masyarakat secara langsung sebagai pengguna media sosial. Hal ini menjadi poin krusial karena Pemerintah tidak dapat menjangkau dan mengintervensi pada Group-group Whatsapp yang sangat marak dan masif penggunaannya. Untuk itu, literasi penggunaan media sosial secara cerdas penting untuk disosialisasikan dengan metode yang variatif dan edukatif pada berbagai forum serta melibatkan media massa, baik media konvensional maupun media digital.


 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Ketua KI DIY Resmikan Layanan Informasi PPID

HUT Pol PP Ke 67 dan HUT Linmas Ke 55

DRD dan Alumni SMAN 1 Wates Angkatan 83 Bantu Bedah Rumah.

Pembangunan Relokasi Warga Dimulai

Pj.Bupati Serahkan Asuransi Nelayan Kepada Musidah



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Lowongan Kerja PT. PHILIPS INDUSTRIES BATAM (Wanita)

PIK Remaja Kulon Progo Ikuti Lomba PIK Unggulan

Peletakan Batu Pertama Relokasi Terdampak Bandara

Informasi Jadwal Tayang Lomba Cerdas Cermat Tingkat Propinsi Di TVRI Jogja

Study Banding dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara

PAMERAN ARSIP DAN GRAMEDIA BOOK FAIR 2017

Antisipasi ‘Klithih’ Satpol PP Kulon Progo Giatkan Patroli dan Penertiban Non Yustisi

KEPUTUSAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 52/C/2017 TENTANG PENERIMA HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL TA 2017

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 16 Maret 2017

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 20 Maret 2017

LAUNCHING DESA BUDAYA DIRENCANAKAN DI TUKSON

Di Kulon Progo FORUM PENANGGULANGAN RESIKO BENCANA TINGKAT KABUPATEN BELUM TERBENTUK

Lowongan Kerja HYPERMART

Lowongan Kerja MATAHARI DEPARTEMENT STORE

Lowongan Kerja PT. MIROTA INDAH INDONESIA

KETUA KI DIY MERESMIKAN PPID DESA BUMIREJO

SENGKETA INFORMASI TERKAIT TANAH PALING BANYAK

POPDA KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2017, TELAH DIMULAI

Pengumuman Permohonan IL PT. Kurnia Bumi Pertiwi

PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGRAJIN GULA SEMUT (NIRA AREN) DI NGLINGGO BARAT, PAGERHARJO, K

Lowongan Kerja TOSERBA SIDOAGUNG WATES

Lowongan Kerja TOSERBA MULIA GODEAN

Lowongan Kerja GARDENA DEPARTEMENT STORE & SUPERMARKET

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan PT. Tirta Mulya Sarana

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan PT. Indobel Bamboo Merapi



.:: Artikel ::::::::.

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah

22 Desember Hari Ibu; Hargailah Ibu

Pertumbuhan Penduduk dan Kualitas Hidup Kita

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini