Gedung Mediacenter Kulon Progo Masuk Warisan Budaya


Dishubkominfo Siap Terima Keluhan LPJU

Semua Desa di Kecamatan Lendah Punya Website

KPU Kulon Progo Kunjungi Mediacenter

Bupati Salut Pada PT Dian Niaga

Bupati Tak Tersinggung Dapat Laporan Banyak Warga Prasejahtera

PT Wisanka Beri Peluang Kerjasama Perajin Kulon Progo

 

Kulon Progo memiliki banyak bangunan warisan budaya. Sebagai warisan budaya, beberapa bangunan diadakan penilaian dan Pemda melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dengan meminta bantuan DP2WP. Bangunan yang dinilai oleh DP2WP saat ini (Senin, 2/9) adalah Mediacenter, Panwaslu, SD Percobaan 4, Bopkri, dan perumahan Polres. Demikian disampaikan Eko Wisnu Wardhana, Kepala Disbudparpora Kulon Progo saat mendampingi tim Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB) DIY yang sedang melakukan penilaian di gedung Mediacenter Kulon Progo. Eko menjelaskan bahwa mulai besok (3/9) Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB juga melaksanakan pemetaan di wilayah Jogoyudan, Wates.


"Ini adalah upaya kita untuk melestarikan. Kalau itu ditengarai warisan budaya ya langsung kita adakan peninjauan dan penilaian. Semuanya dilaksanakan berdasarkan undang-undang, cuma setelah ada warisan budaya kemudian kita dinilai. Dari hasil penilaian itu kemudian dimasukkan ke kelas yang sesuai. Keputusan status bisa ini dikeluarkan oleh bupati, gubernur, ataupun secara nasional, tergantung kelasnya. Yang nasional misalnya Jembatan Bantar, sedangkan Baleagung, sesuai kelasnya diberikan oleh Bupati," kata Eko.


Sementara itu menurut tim DP2WP yang dipimpin oleh Yuwono Sri Suwito, yang juga ketua Dewan Kebudayaan DIY, peninjauan yang dilakukan saat ini baru observasi lapangan dan inventarisasi dulu.
"Jadi kita baru lihat fisiknya dulu, kemudian dari fisik itu nanti kita kaji dengan tim, terakhir kita menentukan masuk cagar budaya atau bukan. Tetapi sebelum masuk cagar budaya kita kan bisa menentukan bahwa bangunan ini adalah warisan budaya. Misalnya dengan kriteria umurnya sudah 50 tahun, kedua adalah nilai penting, bisa dilihat dari nilai penting sejarah, kemudian pendidikan, nilai penting kebudayaan, terus kemudian nilai penting agama, kalau perlu ini kita kaji dulu kemudian mungkin ada lagi nilai penting ilmu pengetahuan," jelasnya di sela-sela penilaian bangunan Mediacenter Kulon Progo.
Yuwono mencontohkan bangunan mediacenter ini jika dilihat dari fisiknya sudah kelihatan bahwa ini termasuk bangunan yang sudah berumur 50 tahun ke atas, kemedian dilihat dari nilai penting arsitektur, berarti nilai pentingnya adalah nilai penting ilmu pengetahuan, ditambah lagi kalau nanti dari Pemda bisa mengusulkan sejarah bangunan ini. Seperti Bale Agung dulu, yang kemudian didudukung oleh bukti-bukti tertulis sehingga lebih mudah. Dari nilai-nilai penting itu nanti diukur bobotnya apakah termasuk warisan budaya yang bisa ditingkatkan ke cagar budaya atau bukan.
Yuwono mengatakan bahwa persyaratan untuk masuk ke cagar budaya itu ada 2 yang harus dipenuhi yaitu umur dan nilai penting. Bukan hanya dilihat sisi bagus atau jeleknya. Dalam pengamatan singkatnya, Yuwono memasukkan bangunan mediacenter ini  dalam jenis bangunan indies, karena semuanya simetris, dari kaki, badan dan kepala bangunan itu terlihat jelas. Ditambah ciri genting dan angin-angin yang merupakan ciri bangunan indies.***

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Dishubkominfo Siap Terima Keluhan LPJU

Semua Desa di Kecamatan Lendah Punya Website

KPU Kulon Progo Kunjungi Mediacenter

Bupati Salut Pada PT Dian Niaga

Bupati Tak Tersinggung Dapat Laporan Banyak Warga Prasejahtera



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Puskesmas Panjatan II Adakan Kampanye HIV-AIDS di Ponpes Al Maunah Bojong

Usulan Akreditasi Tahun 2015

Pengunduran Jadwal Seleksi Calon Paskibraka Tahun 2015

Sosialisasi Peraturan Bupati Tentang Pedoman Pengelolaan Budidaya Ternak

Anggota DPRD Sidak Mihol di Mini Market Kulonprogo

Studi Banding Inspektorat Kota Yogyakarta

HASIL LOMBA PAUDNI

Gunakan eMonev untuk Pengendalian Internal

Tingkatkan Pelayanan, BPMPT Masuk Komplek Perkantoran Pemda

RAKER KOMISI II DENGAN DINAS KEPENAK Kejelasan Kapal Berbobot di Atas 30 GT

PENERIMAAN PEGAWAI BLUD FORMASI FARMASI

Sosialisasi Pengarusutamaan Gender dan KDRT

Sidang ke-2 DRD

Jalin Kemitraan, Tiga Tomira Berjalan Baik

Kemenkop Dorong Koperasi Dan UMKM Naik Kelas

SKPD Bertanggungjawab Pada Arsip Dinamisnya

PELAKSANAAN APEL SENIN PAGI KECAMATAN WATES

Uji Coba Caplak Sunjang Legowo di KT Maju Makmur, Pereng, Sendangsari, Pengasih

Ijin Mendirikan Bangunan

10 Perguruan tinggi dan Alfamart sepakat mengembangkan Masyarakat serta UMKM KAKB

Santai Baca Buku Yuk.. Di Alun-alun Wates

SATPOL PP DAN TIM TERPADU GREBEK PASAR PRIPIH

Kolaborasi Dalam Pendampingan Perpustakaan Desa, Sekolah Dan Instansi

Senam Sehat Kecamatan Sentolo

KETERANGAN PARA SAKSI SANGAT MEYAKINKAN



.:: Artikel ::::::::.

Reproduksi Kemiskinan (2)

Reproduksi Kemiskinan ( 1 )

Melangkah untuk UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Perpektif Membagi Urusan)

Tantangan KIE KKB Kulon Progo 2015

Seputar Inovasi Pemberian Reward Kambing Bagi Peserta KB Pria MOP/vasektomi di Kulon Progo