Gedung Mediacenter Kulon Progo Masuk Warisan Budaya


UGM Bantu Kemiskinan Berbasis Ekstrakurikuler Ekonomi Kreatif

Warga Desa Banjaroyo Kalibawang Minta OP Beras Bulog

2014, Kemiskinan di Kulon Progo Turun

GKR Hemas Kunjungi Kulon Progo

Pelantikan Pengurus Ikatan Mahasiswa Kulon Progo (IMKP) 2015

Dinas Pendidikan Kulon Progo Gelar Sosialisasi SPM Dikdas

 

Kulon Progo memiliki banyak bangunan warisan budaya. Sebagai warisan budaya, beberapa bangunan diadakan penilaian dan Pemda melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dengan meminta bantuan DP2WP. Bangunan yang dinilai oleh DP2WP saat ini (Senin, 2/9) adalah Mediacenter, Panwaslu, SD Percobaan 4, Bopkri, dan perumahan Polres. Demikian disampaikan Eko Wisnu Wardhana, Kepala Disbudparpora Kulon Progo saat mendampingi tim Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB) DIY yang sedang melakukan penilaian di gedung Mediacenter Kulon Progo. Eko menjelaskan bahwa mulai besok (3/9) Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB juga melaksanakan pemetaan di wilayah Jogoyudan, Wates.


"Ini adalah upaya kita untuk melestarikan. Kalau itu ditengarai warisan budaya ya langsung kita adakan peninjauan dan penilaian. Semuanya dilaksanakan berdasarkan undang-undang, cuma setelah ada warisan budaya kemudian kita dinilai. Dari hasil penilaian itu kemudian dimasukkan ke kelas yang sesuai. Keputusan status bisa ini dikeluarkan oleh bupati, gubernur, ataupun secara nasional, tergantung kelasnya. Yang nasional misalnya Jembatan Bantar, sedangkan Baleagung, sesuai kelasnya diberikan oleh Bupati," kata Eko.


Sementara itu menurut tim DP2WP yang dipimpin oleh Yuwono Sri Suwito, yang juga ketua Dewan Kebudayaan DIY, peninjauan yang dilakukan saat ini baru observasi lapangan dan inventarisasi dulu.
"Jadi kita baru lihat fisiknya dulu, kemudian dari fisik itu nanti kita kaji dengan tim, terakhir kita menentukan masuk cagar budaya atau bukan. Tetapi sebelum masuk cagar budaya kita kan bisa menentukan bahwa bangunan ini adalah warisan budaya. Misalnya dengan kriteria umurnya sudah 50 tahun, kedua adalah nilai penting, bisa dilihat dari nilai penting sejarah, kemudian pendidikan, nilai penting kebudayaan, terus kemudian nilai penting agama, kalau perlu ini kita kaji dulu kemudian mungkin ada lagi nilai penting ilmu pengetahuan," jelasnya di sela-sela penilaian bangunan Mediacenter Kulon Progo.
Yuwono mencontohkan bangunan mediacenter ini jika dilihat dari fisiknya sudah kelihatan bahwa ini termasuk bangunan yang sudah berumur 50 tahun ke atas, kemedian dilihat dari nilai penting arsitektur, berarti nilai pentingnya adalah nilai penting ilmu pengetahuan, ditambah lagi kalau nanti dari Pemda bisa mengusulkan sejarah bangunan ini. Seperti Bale Agung dulu, yang kemudian didudukung oleh bukti-bukti tertulis sehingga lebih mudah. Dari nilai-nilai penting itu nanti diukur bobotnya apakah termasuk warisan budaya yang bisa ditingkatkan ke cagar budaya atau bukan.
Yuwono mengatakan bahwa persyaratan untuk masuk ke cagar budaya itu ada 2 yang harus dipenuhi yaitu umur dan nilai penting. Bukan hanya dilihat sisi bagus atau jeleknya. Dalam pengamatan singkatnya, Yuwono memasukkan bangunan mediacenter ini  dalam jenis bangunan indies, karena semuanya simetris, dari kaki, badan dan kepala bangunan itu terlihat jelas. Ditambah ciri genting dan angin-angin yang merupakan ciri bangunan indies.***

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

UGM Bantu Kemiskinan Berbasis Ekstrakurikuler Ekonomi Kreatif

Warga Desa Banjaroyo Kalibawang Minta OP Beras Bulog

2014, Kemiskinan di Kulon Progo Turun

GKR Hemas Kunjungi Kulon Progo

Pelantikan Pengurus Ikatan Mahasiswa Kulon Progo (IMKP) 2015



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Siswa-Siswi SMKN 1 Pengasih Lakukan Aksi Bersih Vandalisme di Jembatan Derwolo Pengasih

Pembahasan Draft UKL- UPL Rumah Pemotongan Ayam di Pleret Panjatan

Pendaftaran Ujian EPS-TOPIK melalui Sistem Online Tahun 2015

Pendaftaran Calon TKI Nurse dan Careworker ke Jepang untuk Penempatan Tahun 2016

Pendaftaran Ujian Dinas Diperpanjang Hingga 9 Maret 2015

Evaluasi Data Kemiskinan Tahun 2014

Sayembara Rancang Maskot PORDA XIII DIY Tahun 2015 & Rancang Seragam Kontingen Kulon Progo

Pendampingan 5 Perpustakaan Desa Di Kulon Progo Oleh BPAD DIY

SILATURAHMI DANDIM 0731 KULON PROGO DENGAN TOGA, TOMAS, TODA DI WILAYAH KULON PROGO

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 2 Maret 2015

Kemenkop dan UKM-Kotra Fasilitasi Peningkatan Produksi Gula Semut

KECAMATAN GIRIMULYO DAPAT TKPK AWARD

TP PKK DIY Sosialisasikan Program Gemarikan

PENGASIH MENGIRIMKAN 9 ORANG PESERTA KB PRIA/MOP

Pengadaan Calon Pegawai BLU Non PNS Tetap Pada RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Verifikasi Permohonan Izin Penyimpanan Sementara LB3 Rumah Sakit dan Industri

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Pembangunan Fly Over Sentolo

BPD DIY Cabang Wates Bantu Korban Kebakaran Lapak Kios Sentolo

Bedah Rumah di Kalimenur, Sukoreno

Pengajian PNS dan Perangkat Desa se Kecamatan Sentolo

Audiensi Dukungan Kampanye Earth Hour 2015

Ini 3 Resep agar Jadi Wirausaha Unggul

Pengumuman Penetapan Hasil Penerimaan Pegawai Non PNS

SEMINAR HARI BAKTI PELAYANAN RSUD WATES KE 32

Car Free Day Alun-Alun Wates



.:: Artikel ::::::::.

Melangkah untuk UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Perpektif Membagi Urusan)

Tantangan KIE KKB Kulon Progo 2015

Seputar Inovasi Pemberian Reward Kambing Bagi Peserta KB Pria MOP/vasektomi di Kulon Progo

Fenomena Penyelenggaraan Urusan di Kabupaten Pasca Terbitnya UU 23 Tahun 2014,

PATEN : Kecamatan Yang Mensejahterakan Rakyat (bagian Ke Empat)