Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Gedung Mediacenter Kulon Progo Masuk Warisan Budaya


Pj. Bupati Tinjau Area Relokasi Warga Terdampak Bandara di Janten dan Kebunrejo

Produk dan Transaksi Elektronik Tantangan Bagi Bank Pasar

Debat Publik Calon Bupati-Wakil Bupati

Pisah Sambut Pimp PT BPD DIY Cab Wates

Pj.Bupati Robohkan Bangunan Langgar RTRW

Sosialisasi Peta Perubahan Sosial dan Potensi Konflik

 

Kulon Progo memiliki banyak bangunan warisan budaya. Sebagai warisan budaya, beberapa bangunan diadakan penilaian dan Pemda melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dengan meminta bantuan DP2WP. Bangunan yang dinilai oleh DP2WP saat ini (Senin, 2/9) adalah Mediacenter, Panwaslu, SD Percobaan 4, Bopkri, dan perumahan Polres. Demikian disampaikan Eko Wisnu Wardhana, Kepala Disbudparpora Kulon Progo saat mendampingi tim Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB) DIY yang sedang melakukan penilaian di gedung Mediacenter Kulon Progo. Eko menjelaskan bahwa mulai besok (3/9) Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB juga melaksanakan pemetaan di wilayah Jogoyudan, Wates.


"Ini adalah upaya kita untuk melestarikan. Kalau itu ditengarai warisan budaya ya langsung kita adakan peninjauan dan penilaian. Semuanya dilaksanakan berdasarkan undang-undang, cuma setelah ada warisan budaya kemudian kita dinilai. Dari hasil penilaian itu kemudian dimasukkan ke kelas yang sesuai. Keputusan status bisa ini dikeluarkan oleh bupati, gubernur, ataupun secara nasional, tergantung kelasnya. Yang nasional misalnya Jembatan Bantar, sedangkan Baleagung, sesuai kelasnya diberikan oleh Bupati," kata Eko.


Sementara itu menurut tim DP2WP yang dipimpin oleh Yuwono Sri Suwito, yang juga ketua Dewan Kebudayaan DIY, peninjauan yang dilakukan saat ini baru observasi lapangan dan inventarisasi dulu.
"Jadi kita baru lihat fisiknya dulu, kemudian dari fisik itu nanti kita kaji dengan tim, terakhir kita menentukan masuk cagar budaya atau bukan. Tetapi sebelum masuk cagar budaya kita kan bisa menentukan bahwa bangunan ini adalah warisan budaya. Misalnya dengan kriteria umurnya sudah 50 tahun, kedua adalah nilai penting, bisa dilihat dari nilai penting sejarah, kemudian pendidikan, nilai penting kebudayaan, terus kemudian nilai penting agama, kalau perlu ini kita kaji dulu kemudian mungkin ada lagi nilai penting ilmu pengetahuan," jelasnya di sela-sela penilaian bangunan Mediacenter Kulon Progo.
Yuwono mencontohkan bangunan mediacenter ini jika dilihat dari fisiknya sudah kelihatan bahwa ini termasuk bangunan yang sudah berumur 50 tahun ke atas, kemedian dilihat dari nilai penting arsitektur, berarti nilai pentingnya adalah nilai penting ilmu pengetahuan, ditambah lagi kalau nanti dari Pemda bisa mengusulkan sejarah bangunan ini. Seperti Bale Agung dulu, yang kemudian didudukung oleh bukti-bukti tertulis sehingga lebih mudah. Dari nilai-nilai penting itu nanti diukur bobotnya apakah termasuk warisan budaya yang bisa ditingkatkan ke cagar budaya atau bukan.
Yuwono mengatakan bahwa persyaratan untuk masuk ke cagar budaya itu ada 2 yang harus dipenuhi yaitu umur dan nilai penting. Bukan hanya dilihat sisi bagus atau jeleknya. Dalam pengamatan singkatnya, Yuwono memasukkan bangunan mediacenter ini  dalam jenis bangunan indies, karena semuanya simetris, dari kaki, badan dan kepala bangunan itu terlihat jelas. Ditambah ciri genting dan angin-angin yang merupakan ciri bangunan indies.***

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Pj. Bupati Tinjau Area Relokasi Warga Terdampak Bandara di Janten dan Kebunrejo

Produk dan Transaksi Elektronik Tantangan Bagi Bank Pasar

Debat Publik Calon Bupati-Wakil Bupati

Pisah Sambut Pimp PT BPD DIY Cab Wates

Pj.Bupati Robohkan Bangunan Langgar RTRW



.:: Berita Subdomain ::::::::.

KUNJUNGAN LAPANGAN PESERTA WORKSHOP PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DENGAN PROGRAM GP3M (GERAKAN PENDIDIKAN

Guna Menjaga Stabilitas Harga, Dinas Perdagangan Menggelar OPM

Kulon Progo Ikuti Rakorda Program KKBPK DIY

Penurunan Angka Tenaga Kerja Terbuka Menemui Banyak Kendala

Forum KIM Tingkat Kabupaten Kulon Progo Terbentuk

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 27 Februari 2017

APEL HARI BHHAKTI PELAYANAN RSUD WATES KE 34 DAN LOUNCHING CT SCAN

PRESIDEN RI MEMBERI PENGARAHAN KEPADA PESERTA RAKORNAS BKPM DAN DPMPTSP SE-INDONESIA TAHUN 2017

Kreativitas Pengurus ORARI Diperlukan Dalam Membangun Bangsa

SMP/MTs se-Kabupaten Kulon Progo Serentak Gelar Simulasi UNBK

SEMINAR PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 23 Februari 2017

DINAS PERDAGANGAN KABUPATEN KULONPROGO LAKUKAN PENGUJIAN KUALITAS PRODUK OLAHAN SEMEN DAN GENTENG

TIM DARI BAPPENAS KUNJUNGAN KELAPANGAN KE PASAR SEWUGALUR TERKAIT DANA DAK

GROPYOK SAMPAH DI PASAR WATES

Artikel (3)

NRG 2016

PEMBUKAAN PELATIHAN UPTD BLK ANGKATAN I TAHUN 2017 DAN PENYERAHAN SERTIFIKASI

Form Pengujian Kas

Lowongan Kerja PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO)

Artikel (2)

Menggali Sejarah Persandian di Kulon Progo 158 Orang Mahasiswa STSN Napak Tilas dan Widyakarya

Rapat FGD Penyusunan Renstra Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo 2017-2021

24 PIK Remaja Direfreshing

PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGRAJIN BAMBU DI BALAI DESA TEMON WETAN KECAMATAN TEMON



.:: Artikel ::::::::.

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah

22 Desember Hari Ibu; Hargailah Ibu

Pertumbuhan Penduduk dan Kualitas Hidup Kita

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini