ISI MASA REMAJA DENGAN KEGIATAN POSITIF

Senin, 22/03/2010 08:13 WIB - Oleh : Mardiya

Kontingen PORWADA Pamit Bupati

Pemkab Sosialisasikan ZIS Ke SKPD

KB Pria Penting untuk Meningkatkan Kepesertaan KB

Mahasiswa STMM ’MMTC’ Yogyakarta Kunjungi PPID Kulon Progo

Perancang APPMI Tertarik Eksplorasi Batik Gebleg Renteng

Desa Kulwaru dan Mahasiswa UGM Luncurkan PUPuk Kompos organik

 

Remaja yang sehat secara fisik, mental, emosional dan spritual menjadi dambaan para orangtua, masyarakat bangsa dan negara, karena dengan kondisi yang demikian itu, para remaja dapat diharapkan mampu mengisi masa remajanya dengan kegiatan yang positif bagi perkembangan kehidupan di masa dewasanya nanti tanpa banyak terganggu oleh situasi pribadi yang tidak kondusif. Persoalannya, untuk mencapai remaja dengan kondisi sehat pada empat aspek tersebut, bukanlah sesuatu yang mudah karena besarnya pengaruh faktor lingkungan, teman sebaya dan teknologi informasi termasuk internet yang secara langsung maupun tidak langsung menggerus nilai-nilai moral remaja di satu sisi dan menyeret mereka pada perilaku negatif di sisi lainnya.

Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi  Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya  pada saat menyajikan materi Kebijakan tentang Penanganan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di Kabupaten Kulon Progo pada acara Pendidikan Pranikah Bagi Remaja Usia Nikah Dalam Rangka Pembinaan Keluarga Sakinah  yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (20/3) di Gedung Serbaguna kantor setempat.  Hadir sekaligus menjadi nara sumber pada acara tersebut Ka Badan PMPDP dan KB Drs. Krissutanto dan Ustad Drs. Wahib Jamil, MPd.

Di hadapan sekitar 40 siswa dari berbagai SLTA di lingkungan Kecamatan Pengasih dan Wates ini, Mardiya menambahkan, sekarang ini banyak indikasi bahwa remaja kita telah meninggalkan nilai-nilai moral dan agama, salah satunya adalah berperilaku seks yang tidak sehat. Perilaku seks yang tidak sehat tersebut salah satu bentuknya adalah dengan pacaran tanpa reserve sehingga menyebabkan tidak sedikit remaja kita yang mengalami "kecelakaan" berupa Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD).  Sementara KTD itu  sendiri bagi remaja akan menjadi hambatan untuk meraih cita-citanya, karena ia tidak bisa lagi meneruskan belajar, mendapat tekanan psikologis karena dikucilkan teman atau keluarga serta dipaksa menikah oleh orangtuanya yang menjadikan sang remaja harus berkonsentrasi untuk memikirkan kehidupan berumah tangga sebelum waktunya.

Untuk mencegahnya, menurut mantan Penyiap Bahan Pembinaan Ketahanan Keluarga di lingkungan Dinas Dukcapilkabermas ini, para remaja selain beri pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan ini akan efektif bila dilakukan melalui media Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) yang sekarang diubah namanya menjadi PIK Remaja. PIK Remaja ini  merupakan suatu wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja dalam memperoleh informasi dan pelayanan konseling KRR. PIK Remaja ini merupakan langkah operasional menuju Tegar  Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko Triad KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, Napza), mau menunda usia pernikahan hingga memasuki usia ideal perkawinan (20 bagi wanita dan 25 bagi pria), bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, serta mampu menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya. Dengan demikian, PIK KRR yang menggunakan pendekatan kelompok sebaya (peer group) ini diyakini mampu secara efektif cegah seks bebas pada remaja.

Pada kesempatan tersebut, Mardiya memaparkan perlunya para remaja untuk meningkatkan iman dan tagwa melalui pendalaman serta pengamalan ilmu agama agar terhindar dari perilaku seks yang belum saatnya. Memang benar,  masa remaja adalah masa untuk menuntut ilmu yang setinggi tingginya sebagai bekal di masa depan. Tetapi ilmu agama tetap diperlukan sebagai penyeimbang, agar ilmu pengetahuan yang diperoleh remaja memiliki moral yang kuat sehingga tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif. Sangat boleh jadi, remaja yang tanpa landasan iman dan taqwa yang kuat, bila mendapat ilmu pengetahuan tentang proses reproduksi manusia atau siklus kesuburan dari seorang wanita justru akan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk berbuat yang macam-macam, misalnya saja mencari cara bagaimana agar seks bebas yang dilakukannya tidak menyebabkan kehamilan.

 Mempertahankan keperjakaan dan keperawanan hingga menikah, kata Mardiya, harus dikembalikan sebagai prinsip hidup yang dipegang teguh oleh para remaja, agar tidak kecewa di kemudian hari. Karena berdasarkan pengalaman, keluarga yang di awal pernikahannya didahului dengan KTD, keharmonisan dan ketenteramannya sering terganggu,  apalagi  laki-laki yang menghamili bukan menjadi suaminya yang sekarang. Itu artinya, keluarga yang dibangun tidak akan pernah mencapai kesejahteraan da kebahagiaan yang diinginkan. Kunci untuk pencegahannya adalah hindari perilaku pacaran yang tidak sehat dan hindari pula tempat-tempat yang memberi peluang pada orang lain untuk melakukan perkosaan, pelecehan seksual dan lain-lain serta perbanyak olahraga untuk menyalurkan tenaga yang berlebih.

 

Sumber berita: Drs. Mardiya

Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo

HP. 081328819945

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Kontingen PORWADA Pamit Bupati

Pemkab Sosialisasikan ZIS Ke SKPD

KB Pria Penting untuk Meningkatkan Kepesertaan KB

Mahasiswa STMM ’MMTC’ Yogyakarta Kunjungi PPID Kulon Progo

Perancang APPMI Tertarik Eksplorasi Batik Gebleg Renteng



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PIK Remaja Sehati Perbarui Pengurus

Penilaian Lapangan Lomba Desa Tingkat Kabupaten

Perkembangan Harga Sembako Kabupaten Kulon Progo Per 17 April 2014

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) PONOROGO MELAKSANAKAN KUNKER DI BPBD KULON PROGO

Sosialisasi LCM B2SA

Bupati Ingatkan Bahwa Puskesmas Mempunyai Tugas Yang Lebih Luas dan Komplek Dibanding Rumah Sakit

Kepala Daerah Ngawur Mutasi Pejabat Bakal Disanksi

Kunjungan ST MMTC Yogyakarta ke PPID Kab. Kulon Progo

SOSIALISASI PBB TAHUN 2014 di KECAMATAN PENGASIH

PARTISIPASI WARGA PENGASIH DALAM PEMILU LEGISLATIF 9 APRIL 2014 MENCAPAI 81%

PELAYANAN SATU PINTU, MENUJU PELAYANAN PRIMA di KECAMATAN PENGASIH

SRI AMINI "LANSIA IDOL" KULON PROGO 2014

Sambutan Upacara 17 April 2014

Brosur Perizinan

Lima Peserta Berkompetisi dalam Seleksi Calon Direksi PD. BPR. Bank Pasar Tahun 2014

UJIAN NASIONAL SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI KULON PROGO

Perkembangan Harga Sembako Kabupaten Kulon Progo Per 14 April 2014

Rapat Evaluasi RTH

Perpustakaan Akan Mengadakan Berbagai Lomba

sambutan

Beragam Ekspresi “Hari Buku Dunia”

REKAPITULASI PENGHITUNGAN SUARA DI PPK NANGGULAN

Mengenal Lebih Jauh Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)

BEDAH RUMAH BERSAMA BUPATI KULON PROGO

Pengembangan Kelompok Wanita Tani Dewi Sri Girimulyo



.:: Artikel ::::::::.

Perencanaan Sistem Kependudukan (1)

Rekayasa Antisipasi Bencana

Tantangan Program KKB Makin Berat

Mengembangkan Pertanian Holtikultura

Menuju Ketahanan Pangan