ISI MASA REMAJA DENGAN KEGIATAN POSITIF


Warga Terdampak Bandara Audiensi dengan Bupati

Bupati Tanda Tangani 3 NPHD untuk Pilkada

Ayo Sambut Petugas Sensus, Bantu Mereka

Rakor PPID, Dorong Keterbukaan Pada BUMD

Bodronoyo Gelar Musda dan Raker

Hasil SE 2016 Penting Bagi Perencanaan Pembangunan

 

Remaja yang sehat secara fisik, mental, emosional dan spritual menjadi dambaan para orangtua, masyarakat bangsa dan negara, karena dengan kondisi yang demikian itu, para remaja dapat diharapkan mampu mengisi masa remajanya dengan kegiatan yang positif bagi perkembangan kehidupan di masa dewasanya nanti tanpa banyak terganggu oleh situasi pribadi yang tidak kondusif. Persoalannya, untuk mencapai remaja dengan kondisi sehat pada empat aspek tersebut, bukanlah sesuatu yang mudah karena besarnya pengaruh faktor lingkungan, teman sebaya dan teknologi informasi termasuk internet yang secara langsung maupun tidak langsung menggerus nilai-nilai moral remaja di satu sisi dan menyeret mereka pada perilaku negatif di sisi lainnya.

Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi  Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya  pada saat menyajikan materi Kebijakan tentang Penanganan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di Kabupaten Kulon Progo pada acara Pendidikan Pranikah Bagi Remaja Usia Nikah Dalam Rangka Pembinaan Keluarga Sakinah  yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (20/3) di Gedung Serbaguna kantor setempat.  Hadir sekaligus menjadi nara sumber pada acara tersebut Ka Badan PMPDP dan KB Drs. Krissutanto dan Ustad Drs. Wahib Jamil, MPd.

Di hadapan sekitar 40 siswa dari berbagai SLTA di lingkungan Kecamatan Pengasih dan Wates ini, Mardiya menambahkan, sekarang ini banyak indikasi bahwa remaja kita telah meninggalkan nilai-nilai moral dan agama, salah satunya adalah berperilaku seks yang tidak sehat. Perilaku seks yang tidak sehat tersebut salah satu bentuknya adalah dengan pacaran tanpa reserve sehingga menyebabkan tidak sedikit remaja kita yang mengalami "kecelakaan" berupa Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD).  Sementara KTD itu  sendiri bagi remaja akan menjadi hambatan untuk meraih cita-citanya, karena ia tidak bisa lagi meneruskan belajar, mendapat tekanan psikologis karena dikucilkan teman atau keluarga serta dipaksa menikah oleh orangtuanya yang menjadikan sang remaja harus berkonsentrasi untuk memikirkan kehidupan berumah tangga sebelum waktunya.

Untuk mencegahnya, menurut mantan Penyiap Bahan Pembinaan Ketahanan Keluarga di lingkungan Dinas Dukcapilkabermas ini, para remaja selain beri pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan ini akan efektif bila dilakukan melalui media Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) yang sekarang diubah namanya menjadi PIK Remaja. PIK Remaja ini  merupakan suatu wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja dalam memperoleh informasi dan pelayanan konseling KRR. PIK Remaja ini merupakan langkah operasional menuju Tegar  Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko Triad KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, Napza), mau menunda usia pernikahan hingga memasuki usia ideal perkawinan (20 bagi wanita dan 25 bagi pria), bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, serta mampu menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya. Dengan demikian, PIK KRR yang menggunakan pendekatan kelompok sebaya (peer group) ini diyakini mampu secara efektif cegah seks bebas pada remaja.

Pada kesempatan tersebut, Mardiya memaparkan perlunya para remaja untuk meningkatkan iman dan tagwa melalui pendalaman serta pengamalan ilmu agama agar terhindar dari perilaku seks yang belum saatnya. Memang benar,  masa remaja adalah masa untuk menuntut ilmu yang setinggi tingginya sebagai bekal di masa depan. Tetapi ilmu agama tetap diperlukan sebagai penyeimbang, agar ilmu pengetahuan yang diperoleh remaja memiliki moral yang kuat sehingga tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif. Sangat boleh jadi, remaja yang tanpa landasan iman dan taqwa yang kuat, bila mendapat ilmu pengetahuan tentang proses reproduksi manusia atau siklus kesuburan dari seorang wanita justru akan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk berbuat yang macam-macam, misalnya saja mencari cara bagaimana agar seks bebas yang dilakukannya tidak menyebabkan kehamilan.

 Mempertahankan keperjakaan dan keperawanan hingga menikah, kata Mardiya, harus dikembalikan sebagai prinsip hidup yang dipegang teguh oleh para remaja, agar tidak kecewa di kemudian hari. Karena berdasarkan pengalaman, keluarga yang di awal pernikahannya didahului dengan KTD, keharmonisan dan ketenteramannya sering terganggu,  apalagi  laki-laki yang menghamili bukan menjadi suaminya yang sekarang. Itu artinya, keluarga yang dibangun tidak akan pernah mencapai kesejahteraan da kebahagiaan yang diinginkan. Kunci untuk pencegahannya adalah hindari perilaku pacaran yang tidak sehat dan hindari pula tempat-tempat yang memberi peluang pada orang lain untuk melakukan perkosaan, pelecehan seksual dan lain-lain serta perbanyak olahraga untuk menyalurkan tenaga yang berlebih.

 

Sumber berita: Drs. Mardiya

Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo

HP. 081328819945

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Warga Terdampak Bandara Audiensi dengan Bupati

Bupati Tanda Tangani 3 NPHD untuk Pilkada

Ayo Sambut Petugas Sensus, Bantu Mereka

Rakor PPID, Dorong Keterbukaan Pada BUMD

Bodronoyo Gelar Musda dan Raker



.:: Berita Subdomain ::::::::.

RAT Koperasi Secara Elektronik Merupakan Pilihan

Sambutan Mendikbud pada Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2016

PELANTIKAN KETUA TP PKK DESA SE KECAMATAN SAMIGALUH

BPMPDPKB Sosialisasikan KB pada Tukang Becak

Gladi Bersih Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2016

Informasi Sertifikasi Guru

PEMENANG PEMILIHAN GURU DAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI

PEMBINAAN GSI DALAM RANGKA LOMBA GSI TINGKAT NASIONAL DI KECAMATAN KALIBAWANG

Lowongan Kerja PT. SINAR PUTRA PERTAM

Kunjungan Kerja Kota Bandung Tentang TKPK

SOP PENGHAPUSAN ASSET

KK Baru Sudah Tercetak

Lowongan Kerja PT. AMEYA LIVINGSTYLE INDONESIA

Lowongan Kerja PT. AMEYA LIVINGSTYLE INDONESIA

Lowongan Kerja PT. BUSANAREMAJA AGRACIPTA

Lowongan Kerja PT. BUSANAREMAJA AGRACIPTA

Bupati Kulon Progo Melaksanakan Panen Raya Padi Program GP3K di Lendah

Edaran Peringatan HARDIKNAS Tahun 2016

Dinas Pertanian dan Kehutanan Mengikuti Pameran Hari Otonomi Daerah Ke-20

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Penambangan Sirtu PT. PAS di Galur

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Produksi Obat Tradisional KT. Anugerah Jempol Abadi

Peringatan Hari Otonomi Daerah

SENAM MASSAL HUT KARTINI

BPMPDPKB Mantapkan Kepengurusan PIK R Temon Wetan

PIK R Warteg Tegiri 2 Studi Banding ke PIK R Sehati



.:: Artikel ::::::::.

Part Time Job For Students

Education System Is A Serious Problem In This Country

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

dari Kampung KB Tegiri 2 Menuju Kulon Progo Sejahtera

Inovasi Daerah : Mengganti Raskin Menjadi Rasda