Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

ISI MASA REMAJA DENGAN KEGIATAN POSITIF


Sebanyak 425 Pemanah Ikut Gladhen Hageng Jemparingan Mataraman Tingkat Nasional Tahun 2017

Bupati Berharap Santri Harus Mandiri Secara Ekonomi

Ulang Tahun, PT.sak Bantu Bedah Rumah dan Meja Kursi SD

Konggres Jemparingan Nusantara I Dilaksanakan di Kulon Progo

Banyak Manfaat Bagi Warga dan Pemerintah, Open House Setiap Kamis Pagi Diharap Tetap Berlangsung

Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK Kesehatan Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2017

 

Remaja yang sehat secara fisik, mental, emosional dan spritual menjadi dambaan para orangtua, masyarakat bangsa dan negara, karena dengan kondisi yang demikian itu, para remaja dapat diharapkan mampu mengisi masa remajanya dengan kegiatan yang positif bagi perkembangan kehidupan di masa dewasanya nanti tanpa banyak terganggu oleh situasi pribadi yang tidak kondusif. Persoalannya, untuk mencapai remaja dengan kondisi sehat pada empat aspek tersebut, bukanlah sesuatu yang mudah karena besarnya pengaruh faktor lingkungan, teman sebaya dan teknologi informasi termasuk internet yang secara langsung maupun tidak langsung menggerus nilai-nilai moral remaja di satu sisi dan menyeret mereka pada perilaku negatif di sisi lainnya.

Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi  Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya  pada saat menyajikan materi Kebijakan tentang Penanganan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di Kabupaten Kulon Progo pada acara Pendidikan Pranikah Bagi Remaja Usia Nikah Dalam Rangka Pembinaan Keluarga Sakinah  yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (20/3) di Gedung Serbaguna kantor setempat.  Hadir sekaligus menjadi nara sumber pada acara tersebut Ka Badan PMPDP dan KB Drs. Krissutanto dan Ustad Drs. Wahib Jamil, MPd.

Di hadapan sekitar 40 siswa dari berbagai SLTA di lingkungan Kecamatan Pengasih dan Wates ini, Mardiya menambahkan, sekarang ini banyak indikasi bahwa remaja kita telah meninggalkan nilai-nilai moral dan agama, salah satunya adalah berperilaku seks yang tidak sehat. Perilaku seks yang tidak sehat tersebut salah satu bentuknya adalah dengan pacaran tanpa reserve sehingga menyebabkan tidak sedikit remaja kita yang mengalami "kecelakaan" berupa Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD).  Sementara KTD itu  sendiri bagi remaja akan menjadi hambatan untuk meraih cita-citanya, karena ia tidak bisa lagi meneruskan belajar, mendapat tekanan psikologis karena dikucilkan teman atau keluarga serta dipaksa menikah oleh orangtuanya yang menjadikan sang remaja harus berkonsentrasi untuk memikirkan kehidupan berumah tangga sebelum waktunya.

Untuk mencegahnya, menurut mantan Penyiap Bahan Pembinaan Ketahanan Keluarga di lingkungan Dinas Dukcapilkabermas ini, para remaja selain beri pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan ini akan efektif bila dilakukan melalui media Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) yang sekarang diubah namanya menjadi PIK Remaja. PIK Remaja ini  merupakan suatu wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja dalam memperoleh informasi dan pelayanan konseling KRR. PIK Remaja ini merupakan langkah operasional menuju Tegar  Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko Triad KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, Napza), mau menunda usia pernikahan hingga memasuki usia ideal perkawinan (20 bagi wanita dan 25 bagi pria), bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, serta mampu menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya. Dengan demikian, PIK KRR yang menggunakan pendekatan kelompok sebaya (peer group) ini diyakini mampu secara efektif cegah seks bebas pada remaja.

Pada kesempatan tersebut, Mardiya memaparkan perlunya para remaja untuk meningkatkan iman dan tagwa melalui pendalaman serta pengamalan ilmu agama agar terhindar dari perilaku seks yang belum saatnya. Memang benar,  masa remaja adalah masa untuk menuntut ilmu yang setinggi tingginya sebagai bekal di masa depan. Tetapi ilmu agama tetap diperlukan sebagai penyeimbang, agar ilmu pengetahuan yang diperoleh remaja memiliki moral yang kuat sehingga tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif. Sangat boleh jadi, remaja yang tanpa landasan iman dan taqwa yang kuat, bila mendapat ilmu pengetahuan tentang proses reproduksi manusia atau siklus kesuburan dari seorang wanita justru akan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk berbuat yang macam-macam, misalnya saja mencari cara bagaimana agar seks bebas yang dilakukannya tidak menyebabkan kehamilan.

 Mempertahankan keperjakaan dan keperawanan hingga menikah, kata Mardiya, harus dikembalikan sebagai prinsip hidup yang dipegang teguh oleh para remaja, agar tidak kecewa di kemudian hari. Karena berdasarkan pengalaman, keluarga yang di awal pernikahannya didahului dengan KTD, keharmonisan dan ketenteramannya sering terganggu,  apalagi  laki-laki yang menghamili bukan menjadi suaminya yang sekarang. Itu artinya, keluarga yang dibangun tidak akan pernah mencapai kesejahteraan da kebahagiaan yang diinginkan. Kunci untuk pencegahannya adalah hindari perilaku pacaran yang tidak sehat dan hindari pula tempat-tempat yang memberi peluang pada orang lain untuk melakukan perkosaan, pelecehan seksual dan lain-lain serta perbanyak olahraga untuk menyalurkan tenaga yang berlebih.

 

Sumber berita: Drs. Mardiya

Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo

HP. 081328819945

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Sebanyak 425 Pemanah Ikut Gladhen Hageng Jemparingan Mataraman Tingkat Nasional Tahun 2017

Bupati Berharap Santri Harus Mandiri Secara Ekonomi

Ulang Tahun, PT.sak Bantu Bedah Rumah dan Meja Kursi SD

Konggres Jemparingan Nusantara I Dilaksanakan di Kulon Progo

Banyak Manfaat Bagi Warga dan Pemerintah, Open House Setiap Kamis Pagi Diharap Tetap Berlangsung



.:: Berita Subdomain ::::::::.

CEGAH KEBUTAAN DENGAN PEDULI KATARAK

KOMINFO BANTUL BELAJAR PPID AWARD

LOWONGAN KERJA WAROENG SPESIAL SAMBAL ‘SS’ PENEMPATAN AREA YOGYAKARTA

Galadesa

Bedah Rumah

Musrenbang RPJMD 2017-2022

Pengembangan SDM & Beasiswa Dalam Skema Bantuan Keuangan Internasional

Perkembangan Harga Pokok Kabupaten Kulon Progo per 16 Oktober 2017

Perkembangan Harga Pokok Kabupaten Kulon Progo per 19 Oktober 2017

DPMPT Kab. Kulon Progo menyelenggarakan pengajian rutin Aparatur Sipil Negara di Masjid Agung Wates

Lowongan Kerja PT PUSTAKA INSAN MADANI

PENGUMUMAN PENGADAAN TENAGA HARIAN LEPAS NON PNS PADA DINAS PARIWISATA KAB KULON PROGO 2017

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan PT. Organik Alam Lestari

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan RSU Santo Yusup Boro

KUNJUNGAN KERJA FKLPID (FORUM KOMUNIKASI LEMBAGA PELATIHAN INDUSTRI DAERAH)

SE Pencantuman Gelar bagi PNSD Kabupaten Kulon Progo

NABUH GAMELAN 66 JAM SIAP PECAHKAN REKOR MURI

LOWONGAN KERJA PT. FINANSIA MULTI FINANCE

TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI DIKIRIM KUNJUNGAN KE LUAR NEGERI

PENUTUPAN PELATIHAN BIDANG PERHOTELAN

Upaya Tentang Peningkatan Investasi Daerah Dalam Kunjungan Kerja DPRD Kab. Brebes ke DPMPT Kab. Kulo

Sosialisasi Geographic Information System (GIS) untuk mengubah Mindset Pengelola Obyek Wisata di Kul

Study Komparasi Pengawasan dan Pengendalian Penanaman Modal Kab. Kendal di DPMPT Kab. Kulon Progo

Sosialisasi Braille Corner, Semua Lapisan Masyarakat Berhak Mendapatkan Layanan Perpustakaan

Semarak 66 Tahun Kulon Progo



.:: Artikel ::::::::.

Tips Menjadikan IUD Kontrasepsi Pilihan

Monev PATEN Ke-4 di Kulon Progo

Menyemangati Masyarakat Lewat Lagu, Mungkinkah

Pentingnya Membudayakan Kuhias Kenanganku

29 Juni Hari Keluarga Nasional