Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DALAM PERSPEKTIF GENDER


PENDAHULUAN
Masih dalam ingatan kita bahwa pengertian Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan kondisi sehat yang menyangkut sistem (fungsi, komponen dan proses) reproduksi yang dimiliki remaja.
Terkait dengan program Keseheatan Reproduksi Remaja , adalah untuk memfasilitasi remaja agar memiliki status sistem reproduksi yang sehat dengan memberikan informasi, pelayanan konseling, rujukan pelayanan medis, pendidikan life skill, kilas remaja dan sebagainya.
Jumlah usia remaja (10-24 tahun) pada tahun 2007 sekitar 60 juta, jumlah ini cukup besar jika tidak diberdayakan dengan baik sebagai asset bangsa, maka akan menimbulkan beban permasalahan yang tidak kunjung selesai.
Perilaku remaja yang sangat memprihatinkan tentu merupakan tanggung jawab bersama oleh remaja maupun generasi tua, karena perilaku negatif yang tidak dapat diminimalisir akan berakibat terjadinya Lost Quality Generation, yaitu kehilangan kualitas generasi muda.
Perilaku manusia yang dipengaruhi oleh tiga faktor : 1) konstruksi biologis, 2) konstruksi sosial dan budaya, 3) konstruksi agama yang berpengaruh kuat di masyarakat, itulah yang tersirat dalam perspektif gender.
Bagaimana nuansa gender dan apa yang menjadi penyebabnya akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan berikut.

TUJUAN
Tujuan Umum
Upaya untuk proteksi terhadap remaja dan resiko yang menyebabkan permasalahan kesehatan reproduksinya dalam kerangka antisipasi terhadap kemungkinan triad (seksualitas, narkoba, HIV/AIDS) yang cenderung meningkat.

Tujuan Khusus
Remaja dapat mengakses berbagai informasi yang benar tentang kesehatan reproduksinya, sehingga melalui pengetahuan, sikap dan perilaku positif dapat berkembang menjadi remaja yang sehat fisik, mental dan sosial.


SASARAN
Seluruh keluarga yang mempunyai anak remaja, agar dapat berperan aktif dalam mengasuh putra putrinya pada kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kualitassumber daya manusia/remaja untuk masa depan bangsa yang lebih baik dan bermartabat.

ISSU GENDER DAN PENYEBABNYA
1.Adanya Pernikahan Usia Dini
Remaja saat ini masih ada yang menikah dibawah umur 20 tahun, walaupun UndangUndang Perkawinan No.1 Tahun 1974 yang menyebutkan usia minimal menikah bagiperempuan adalah 16 tahun dan untuk laki-laki umur 19 tahun.
Pernikahan muda biasanya terjadi pada remaja putri, oleh orang tua dipaksa untuk menikah, hal ini terjadi karena orang tua ingin segera terbebas dari beban ekonomi,kawatir anak tidak mendapatkan jodoh (menjadi perawan tua), atau orang tua inginsegera mendapatkan cucu dan seterusnya, dilain pihak orang tua tidak pernah melaksanakan pada anak laki-laki.
Persepsi sosial budaya yang membedakan laki-laki dan perempuan menyebabkan remaja putri hampir tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan pendidikan dan peran dalam sektor publik. Contoh yang paling ekstrim adalah anggapan bahwa sepintar apapun perempuan akhirnya kembali ke dapur, sumur dan kasur (Jawa: koncowingking, neroko katut swargo nunut), (Sumsel: wong rumah), (Minangkabau: indukbareh, urang rumah, ibunya anak-anak), (Aceh: mak sinyak)........

Selengkapnya silakan download file

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Penandatanganan Kerjasama Kulon Progo dan Purworejo

Ekspose Dokumen Roadmap Pemenuhan SPM Dikdas Kabupaten Kulon Progo

Bupati Cek Lokasi Relokasi Warga Terdampak Bandara

Desa Karangsari Siap Dukung Keterbukaan Informasi Publik

Wujudkan Laut Biru dan Pantai Bersih Lestari



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Penyerahan Dana dan Peletakan Batu Pertama Program Kotaku di Kelurahan Wates

Kunjungan Pengrajin Tas Gunungkidul ke Kulon Progo

Kelurahan Wates Gelar Musyawarah Kelurahan Tahun 2017

35 Warga Kelurahan Wates Terima Bantuan Perbaikan RTLH

Lurah Wates Pantau Sejumlah Titik Pembangunan

Sudiyo "Profil Pemungut Retribusi"

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 18 September 2017

TES KEBUGARAN KARYAWAN DINKES KULON PROGO

Upacara, Pengajian dan Rapat Koordinasi Pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan

Akrab : Studi Banding Perikanan Kabupaten Ngawi di Kulon Progo

BNI PERKENALKAN E-RETRIBUSI PASAR

Penyegaran dan Pembinaan Pemerintah Desa

Upacara dan Senam Massal Dalam Rangka Haornas ke 34 Tahun 2017 Kecamatan Pengasih

Haornas

Upacara Bendera 17 September 2017

GEBYAR ANAK KULON PROGO TAHUN 2017 BERLANGSUNG MERIAH

Meriah dan Serunya Festival Perahu Hias Among Tani Dagang Layar 2017 di Kulon Progo

Presiden Jokowi Rilis Perpres Percepatan Pelaksanaan Berusaha

Penjelasan Darmin Soal Alasan Terbitnya Perpres Kemudahan Usaha

Monitoring dan Evaluasi tentang Keterbukaan Informasi Publik di DPMPT Kab. Kulon Progo oleh Komisi I

SILATURAHMI KESBANGPOL DAN FKUB MANOKWARI

KADES JATIMULYO KUKUHKAN KIM SUMBER REJEKI

Penyelenggaraan Pengawasan dan Pembinaan Pemerintah Desa

STUDI BANDING RS PENDIDIKAN DI RSUD WATES



.:: Artikel ::::::::.

Pentingnya Membudayakan Kuhias Kenanganku

29 Juni Hari Keluarga Nasional

Kulon Progo Makin Melimpahkan Kewenangan Ke Camat

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah