Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Kementerian PDT Tetap Kucurkan Bantuan Untuk Kulon Progo


LOWONGAN PEKERJAAN dibuka Jumat-Senin (20-23 Jan)

Warga Masih Bertahan di Pengungsian, Lokasi Longsor Akan Diteliti UGM

Pendaftaran Ditutup Kominfo Terima 425 Berkas

Dapat Ganti Untung, Warga Terdampak Sumbang Mobil Ambulan dan Mobil Jenazah

Persiapan Groundbreaking Bandara, Pj. Bupati Tinjau Lokasi

Kulon Progo Bermuda, Saatnya Berkarya dengan Berwirausaha

 

Sebagai salah satu terget dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) adalah mengentaskan 183 Kabupaten se-Indonesia dari status ketertinggalan. Dari 183 Kabupaten tertinggal, 50 Kabupaten menjadi target untuk segera dapat terlepas dari status ketertinggalan. Termasuk Kabupaten Kulon Progo yang dinilai memiliki potensi untuk segera terlepas dari status ketertinggalan. Karena memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup baik dan bisa dikembangkan secara lebih maksimal guna mengangkat derajat kehidupan masyarakat.

      Selama ini, kementrian PDT juga telah terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kulon Progo dengan memberikan berbagai bantuan kepada daerah-daerah di Kulon Progo yang dinilai sebagai daerah kantong kemiskinan. Sebenarnya hasil dari berbagai upaya tersebut telah bisa dilihat. Karena kementrian PDT telah menerima surat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang intinya Kabupaten Kulon Progo telah terentas dari status tertinggal. Namun, kementian PDT menilai kabupaten Kulon Progo belum sepenuhnya bisa lepas dari ketertinggan. Sehingga dalam waktu 3 tahun kedepan kabupaten Kulon Progo akan tetap mendapatkan bantuan dari kementrian PDT serta mendapatkan prioritas dalam pengembangan potensi daerah.

      Demikian dikatakan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini, Rabu (7/1) saat meninjau peternakan sapi milik Kelompok ternak (KT) Timbul Jaya di Krikil, Pendoworejo, Girimulyo. Menteri PDT yang hadir bersama dengan 3 orang deputi dan beberapa staf ahli disambut oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo, Wabup Drs. H. Mulyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo beserta masyarakat. Pemberian bantuan tersebut sebagai salah satu langkah untuk menjadikan Kulon Progo sebagai salah satu datu 50 Kabupaten yang akan dijadikan percontohan Kabupaten yang telah berhasil terlepas dari status ketertinggalan.

      Selanjutnya, perjuangan kementrian PDT terhadap upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya sebatas memberikan bantuan terhadap kabupaten dengan kriteria tertinggal. Namun ditingkat pusat kementrian PDT juga terus berjuang dalam hal alokasi anggaran untuk mengembangkan daerah tertinggal. Karena tanpa adanya anggaran yang berimbang Kabupaten dengan status tertinggal akan terus tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu maju. "Untuk itu, saat ini telah terbentuk Asosiasi kabupaten Tertinggal (ASATI) yang akan terus memperjuang kepentingan daerah-daerah dengan status tertinggal," katanya.

      Di sisi lain, terkait dengan potensi peternakan sapi, Ir. Helmy Faishal Zaini mencontohkan, sebagai Kabupaten tertinggal Kabupaten Lombok telah berhasil mengelola peternakan ini dengan baik. Karena di sana, peternakan
bukan hanya masalah penggemukan atau beternak sapi namun telah mampu mengolah berbagai potensi lain yang dimiliki dari beternak sapi. Seperti, bio gas, penyamakan kulit sapi, kompos maupun pupuk cair dari urine sapi. "Pengembangan ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang memiliki potensi yang sama seperti Kulon Progo," tandasnya.

      Sementara itu, Bupati Kulon Progo menyambut baik berbagai upaya yang telah ditempuh oleh kementrian PDT untuk mengangkat Kulon Progo dari status ketertinggalan. Namun, sampai saat ini Bupati merasa bahwa Kulon Progo masih terus membutuhkan perhatian dari kementrian PDT terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan. Karena dengan dana APBD yang terbatas, akan sulit bagi Kulon Progo untuk memaksimalkan potensi melimpah yang dimiliki. Padahal untuk membangun sebuah daerah yang mandiri perlu dukungan oleh peningkatan infrastruktur yang lain, seperti akses jalan maupun peralatan produksi yang mampu meningkatkan hasil produksi.

      Sejalan dengan upaya pengembangan peternakan sapi, Kabupaten Kulon Progo juga memiliki rencana terhadap daerah yang memiliki potensi peternakan sapi yang baik untuk dikembangkan menjadi ‘Desa Mandiri Energi'. Usaha ini bukan tanpa tindakan karena saat ini telah banyak peternak sapi di Kulon Progo yang telah mengembangkan bio gas sebagai salah satu energi alternatif. "Kami selalu memiliki keyakinan bahwa dengan dukungan berbagai pihak termasuk kementrian PDT, usaha kami untuk membentuk desa mandiri energi nanti akan tercapai," katanya.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

LOWONGAN PEKERJAAN dibuka Jumat-Senin (20-23 Jan)

Warga Masih Bertahan di Pengungsian, Lokasi Longsor Akan Diteliti UGM

Pendaftaran Ditutup Kominfo Terima 425 Berkas

Dapat Ganti Untung, Warga Terdampak Sumbang Mobil Ambulan dan Mobil Jenazah

Persiapan Groundbreaking Bandara, Pj. Bupati Tinjau Lokasi



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pelayanan Kartu Pencari Kerja (AK.1) Hari Ini Buka

Education Expo SMA Negeri 1 Pengasih

PENERIMAAN PEGAWAI NON PNS SEKRETARIAT DPRD

Pembinaan Pengelolaan Keuangan Desa dan Penyuluhan Hukum

Pengumuman Seleksi Administrasi Pegawai Non PNS pada Dinas Kominfo Tahun 2017

Lowongan Kerja PT. EXCELITAS TECHNOLOGIES BATAM (Wanita)

Rekrut dan Seleksi Melalui Mekanisme Antar Kerja Antar Daerah

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Yayasan Muhammadiyah Pimpinan Daerah Kabupaten Kulon Progo

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan PT. INDOBEL BAMBOO MERAPI

Dinas PMDDalduk&KB Ikuti Bimtek Di Kementerian PAN

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 19 Januari 2017

Masih Dibuka "Pelatihan Job Interview"

IMP Tingkat Kecamatan

Bodronoyo Minta Revisi Perda Pengisian Perangkat Desa

Format Laporan Evaluasi RKPD 2016

Usulan Kenaikan Pangkat PNS Periode 1 April 2017

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan CV. Muncul Karya

PPS Kelurahan Wates Menggelar Sosialisasi Pilkada Secara Marathon

Pembinaan Kamtibmas dan Penyuluhan Hukum

PENDAFTARAN DITUTUP KOMINFO TERIMA 425 BERKAS

Pelepasan Tanah Hibah Untuk Relokasi SDN Kedungrejo Pengasih

Dinas DIKPORA dan KONI Bersinergi

Dewan Minta Pemkab Perbaiki Sitem Pertambangan

Empat Politisi Sementara Menanggalkan Baju Partai

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 16 Januari 2017



.:: Artikel ::::::::.

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah

22 Desember Hari Ibu; Hargailah Ibu

Pertumbuhan Penduduk dan Kualitas Hidup Kita

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini

Mengasuh Anak di Era Digital