Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Kementerian PDT Tetap Kucurkan Bantuan Untuk Kulon Progo


Penuhi Undangan Warga Riau

Kulon Progo Dianugerahi dana Rakca 2017 dan Entrepeneur Award 2017

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo Diundang Ke Riau

Implementasi Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Operasional Pemberdayaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa

Gubernur DIY Pantau Kondisi Banjir di Panjatan

Bupati Kulon Progo Tetapkan Status Tanggap Darurat

 

Sebagai salah satu terget dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) adalah mengentaskan 183 Kabupaten se-Indonesia dari status ketertinggalan. Dari 183 Kabupaten tertinggal, 50 Kabupaten menjadi target untuk segera dapat terlepas dari status ketertinggalan. Termasuk Kabupaten Kulon Progo yang dinilai memiliki potensi untuk segera terlepas dari status ketertinggalan. Karena memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup baik dan bisa dikembangkan secara lebih maksimal guna mengangkat derajat kehidupan masyarakat.

      Selama ini, kementrian PDT juga telah terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kulon Progo dengan memberikan berbagai bantuan kepada daerah-daerah di Kulon Progo yang dinilai sebagai daerah kantong kemiskinan. Sebenarnya hasil dari berbagai upaya tersebut telah bisa dilihat. Karena kementrian PDT telah menerima surat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang intinya Kabupaten Kulon Progo telah terentas dari status tertinggal. Namun, kementian PDT menilai kabupaten Kulon Progo belum sepenuhnya bisa lepas dari ketertinggan. Sehingga dalam waktu 3 tahun kedepan kabupaten Kulon Progo akan tetap mendapatkan bantuan dari kementrian PDT serta mendapatkan prioritas dalam pengembangan potensi daerah.

      Demikian dikatakan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini, Rabu (7/1) saat meninjau peternakan sapi milik Kelompok ternak (KT) Timbul Jaya di Krikil, Pendoworejo, Girimulyo. Menteri PDT yang hadir bersama dengan 3 orang deputi dan beberapa staf ahli disambut oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo, Wabup Drs. H. Mulyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo beserta masyarakat. Pemberian bantuan tersebut sebagai salah satu langkah untuk menjadikan Kulon Progo sebagai salah satu datu 50 Kabupaten yang akan dijadikan percontohan Kabupaten yang telah berhasil terlepas dari status ketertinggalan.

      Selanjutnya, perjuangan kementrian PDT terhadap upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya sebatas memberikan bantuan terhadap kabupaten dengan kriteria tertinggal. Namun ditingkat pusat kementrian PDT juga terus berjuang dalam hal alokasi anggaran untuk mengembangkan daerah tertinggal. Karena tanpa adanya anggaran yang berimbang Kabupaten dengan status tertinggal akan terus tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu maju. "Untuk itu, saat ini telah terbentuk Asosiasi kabupaten Tertinggal (ASATI) yang akan terus memperjuang kepentingan daerah-daerah dengan status tertinggal," katanya.

      Di sisi lain, terkait dengan potensi peternakan sapi, Ir. Helmy Faishal Zaini mencontohkan, sebagai Kabupaten tertinggal Kabupaten Lombok telah berhasil mengelola peternakan ini dengan baik. Karena di sana, peternakan
bukan hanya masalah penggemukan atau beternak sapi namun telah mampu mengolah berbagai potensi lain yang dimiliki dari beternak sapi. Seperti, bio gas, penyamakan kulit sapi, kompos maupun pupuk cair dari urine sapi. "Pengembangan ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang memiliki potensi yang sama seperti Kulon Progo," tandasnya.

      Sementara itu, Bupati Kulon Progo menyambut baik berbagai upaya yang telah ditempuh oleh kementrian PDT untuk mengangkat Kulon Progo dari status ketertinggalan. Namun, sampai saat ini Bupati merasa bahwa Kulon Progo masih terus membutuhkan perhatian dari kementrian PDT terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan. Karena dengan dana APBD yang terbatas, akan sulit bagi Kulon Progo untuk memaksimalkan potensi melimpah yang dimiliki. Padahal untuk membangun sebuah daerah yang mandiri perlu dukungan oleh peningkatan infrastruktur yang lain, seperti akses jalan maupun peralatan produksi yang mampu meningkatkan hasil produksi.

      Sejalan dengan upaya pengembangan peternakan sapi, Kabupaten Kulon Progo juga memiliki rencana terhadap daerah yang memiliki potensi peternakan sapi yang baik untuk dikembangkan menjadi ‘Desa Mandiri Energi'. Usaha ini bukan tanpa tindakan karena saat ini telah banyak peternak sapi di Kulon Progo yang telah mengembangkan bio gas sebagai salah satu energi alternatif. "Kami selalu memiliki keyakinan bahwa dengan dukungan berbagai pihak termasuk kementrian PDT, usaha kami untuk membentuk desa mandiri energi nanti akan tercapai," katanya.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Penuhi Undangan Warga Riau

Kulon Progo Dianugerahi dana Rakca 2017 dan Entrepeneur Award 2017

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo Diundang Ke Riau

Implementasi Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Operasional Pemberdayaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa

Gubernur DIY Pantau Kondisi Banjir di Panjatan



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PELAYANAN POLIKLINIK SPESIALIS JANTUNG SORE HARI

Lowongan Kerja PT.MATARAM TUNGGAL GARMENT

Sosialisasi dan Seleksi PT Philips Batam

Replikasi Tomira, Pemda Tasikmalaya Studi Banding ke Kulon Progo

PENDIDIKAN POLITIK UNTUK PEMILIH PEMULA

Launching KSWP Kulon Progo Mampu Memberi Contoh Kabupaten Lainnya Di DIY

PENGUMUMAN LOWONGAN THL 2018

DPMPT Kab. Kulon Progo Melakukan Pengawasan Perusahaan

Pengumuman Lowongan THL Dinas Perhubungan Kabupaten Kulon Progo

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Penambangan Tanah Urug

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan PT. Organik Alam Lestari

Lowongan Kerja PT. MICRO MADANI INSTITUDE (PNM MEKAAR)

Seminar Kebangsaan

Penganggaran Belanja Desa dalam Bidang Pendidikan melalui APB Desa

WASPADA BENCANA ALAM INTI RAKOR KECAMATAN KALIBAWANG BULAN DESEMBER

APEL KENDARAAN DINAS BKAD

SOSIALISASI KETENAGAKERJAAN DAN PERMENAKER RI NOMOR 39 TAHUN 2016

Lowongan Kerja PT. PHILIPS INDUSTRIES BATAM

Saresehan Inisiasi Desa Mitra dan Koordinasi Pengabdian Masyarakat UMY

Dinas Kesehatan Sosialisasikan GERMAS Penanggulangan Stunting

Lowongan Kerja PT.PUSTAKA INSAN MADANI YOGYAKARTA

Saya Berani Saya Sehat, Talkshow Peringatan Hari AIDS Sedunia

GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)

DINAS PERDAGANGAN SELENGGARAKAN PENERAPAN GUGUS KEDALI MUTU (GKM)

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 7 Desember 2017



.:: Artikel ::::::::.

Kampung KB di Kulon Progo, Butuh Sinergitas Semua Pihak

Membangkitkan Semangat Hidup Lansia Melalui Perilaku Hidup Sehat

Tips Menjadikan IUD Kontrasepsi Pilihan

Monev PATEN Ke-4 di Kulon Progo

Menyemangati Masyarakat Lewat Lagu, Mungkinkah