Kementerian PDT Tetap Kucurkan Bantuan Untuk Kulon Progo


Deklarasi Anti Korupsi Warga Kedungtangkil dan Mahasiswa KKN UGM

KAFILAH KECAMATAN KOKAP JUARA UMUM MTQ 2014

Pangdam IV Diponegoro Kunjungi Kulon Progo

Bupati Dampingi Wagub DIY Kunjungi Sorong Papua

Tahun 2017 Zero PRT ke Luar Negeri

Wabup Buka MTQ Tingkat Kabupaten

 

Sebagai salah satu terget dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) adalah mengentaskan 183 Kabupaten se-Indonesia dari status ketertinggalan. Dari 183 Kabupaten tertinggal, 50 Kabupaten menjadi target untuk segera dapat terlepas dari status ketertinggalan. Termasuk Kabupaten Kulon Progo yang dinilai memiliki potensi untuk segera terlepas dari status ketertinggalan. Karena memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup baik dan bisa dikembangkan secara lebih maksimal guna mengangkat derajat kehidupan masyarakat.

      Selama ini, kementrian PDT juga telah terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kulon Progo dengan memberikan berbagai bantuan kepada daerah-daerah di Kulon Progo yang dinilai sebagai daerah kantong kemiskinan. Sebenarnya hasil dari berbagai upaya tersebut telah bisa dilihat. Karena kementrian PDT telah menerima surat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang intinya Kabupaten Kulon Progo telah terentas dari status tertinggal. Namun, kementian PDT menilai kabupaten Kulon Progo belum sepenuhnya bisa lepas dari ketertinggan. Sehingga dalam waktu 3 tahun kedepan kabupaten Kulon Progo akan tetap mendapatkan bantuan dari kementrian PDT serta mendapatkan prioritas dalam pengembangan potensi daerah.

      Demikian dikatakan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini, Rabu (7/1) saat meninjau peternakan sapi milik Kelompok ternak (KT) Timbul Jaya di Krikil, Pendoworejo, Girimulyo. Menteri PDT yang hadir bersama dengan 3 orang deputi dan beberapa staf ahli disambut oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo, Wabup Drs. H. Mulyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo beserta masyarakat. Pemberian bantuan tersebut sebagai salah satu langkah untuk menjadikan Kulon Progo sebagai salah satu datu 50 Kabupaten yang akan dijadikan percontohan Kabupaten yang telah berhasil terlepas dari status ketertinggalan.

      Selanjutnya, perjuangan kementrian PDT terhadap upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya sebatas memberikan bantuan terhadap kabupaten dengan kriteria tertinggal. Namun ditingkat pusat kementrian PDT juga terus berjuang dalam hal alokasi anggaran untuk mengembangkan daerah tertinggal. Karena tanpa adanya anggaran yang berimbang Kabupaten dengan status tertinggal akan terus tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu maju. "Untuk itu, saat ini telah terbentuk Asosiasi kabupaten Tertinggal (ASATI) yang akan terus memperjuang kepentingan daerah-daerah dengan status tertinggal," katanya.

      Di sisi lain, terkait dengan potensi peternakan sapi, Ir. Helmy Faishal Zaini mencontohkan, sebagai Kabupaten tertinggal Kabupaten Lombok telah berhasil mengelola peternakan ini dengan baik. Karena di sana, peternakan
bukan hanya masalah penggemukan atau beternak sapi namun telah mampu mengolah berbagai potensi lain yang dimiliki dari beternak sapi. Seperti, bio gas, penyamakan kulit sapi, kompos maupun pupuk cair dari urine sapi. "Pengembangan ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang memiliki potensi yang sama seperti Kulon Progo," tandasnya.

      Sementara itu, Bupati Kulon Progo menyambut baik berbagai upaya yang telah ditempuh oleh kementrian PDT untuk mengangkat Kulon Progo dari status ketertinggalan. Namun, sampai saat ini Bupati merasa bahwa Kulon Progo masih terus membutuhkan perhatian dari kementrian PDT terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan. Karena dengan dana APBD yang terbatas, akan sulit bagi Kulon Progo untuk memaksimalkan potensi melimpah yang dimiliki. Padahal untuk membangun sebuah daerah yang mandiri perlu dukungan oleh peningkatan infrastruktur yang lain, seperti akses jalan maupun peralatan produksi yang mampu meningkatkan hasil produksi.

      Sejalan dengan upaya pengembangan peternakan sapi, Kabupaten Kulon Progo juga memiliki rencana terhadap daerah yang memiliki potensi peternakan sapi yang baik untuk dikembangkan menjadi ‘Desa Mandiri Energi'. Usaha ini bukan tanpa tindakan karena saat ini telah banyak peternak sapi di Kulon Progo yang telah mengembangkan bio gas sebagai salah satu energi alternatif. "Kami selalu memiliki keyakinan bahwa dengan dukungan berbagai pihak termasuk kementrian PDT, usaha kami untuk membentuk desa mandiri energi nanti akan tercapai," katanya.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Deklarasi Anti Korupsi Warga Kedungtangkil dan Mahasiswa KKN UGM

KAFILAH KECAMATAN KOKAP JUARA UMUM MTQ 2014

Pangdam IV Diponegoro Kunjungi Kulon Progo

Bupati Dampingi Wagub DIY Kunjungi Sorong Papua

Tahun 2017 Zero PRT ke Luar Negeri



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PENYULUHAN PENCEGAHAN PENGGUNAAN NARKOBA

Dinkes Ikut Meriahkan Karnaval HUT Republik Indonesia ke 69

Karnaval HUT RI ke 69 RSUD Wates

Wajah-wajah Kafilah Kecamatan Kokap

Survey Lokasi Pemohon IMB

Studi Banding Pejabat Timor Leste Di Disperindag Esdm Kab. Kulon Progo

Sjarifuddin Hasan Mundur sebagai Menteri Koperasi Pertengahan September

We Love Kulon Progo Bersama Perpusda : Karnaval Memperingati Hut RI Ke 69

Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri Tentang Surat Keterangan Perekaman KTP_el

Studi Banding Pemerintah Timor Leste

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 25 Agustus 2014

Pendaftaran CPNS 2014 Mundur

Tim Putera Dinkop UMKM Mengikuti Pawai Pemkab

Pawai HUT RI ke-69

DAFTAR JUARA MTQ TINGKAT KABUPATEN KULON PROGO DI KECAMATAN LENDAH TANGGAL 27 AGUSTUS 2014

Tri Lomba Festival Kesenian Yogyakarta Ke-26 Kabupaten Kulon Progo

Dinas Kesehatan Ikutsertakan Tim Putra Dalam Pawai HUT RI ke 69

PAWAI HUT KEMERDEKAAN RI ke-69

Festival Kesenian Yogyakarta 2014 - Kulon Progo

PAWAI TA'ARUF MTQ TINGKAT KABUPATEN KULON PROGO

CPNS Umum, Kulon Progo Buka 30 Formasi

Upacara Adat Sermo Hamengku Gati

SEMARAK HUT KEMERDEKAAN RI

UU KOPERASI Dibatalkan MK, Koperasi di Indonesia Diminta Ubah Anggaran Dasar

Malam Penutupan Peringatan HUT RI Ke 69 Tingkat Kecamatan Kalibawang



.:: Artikel ::::::::.

Meneropong Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Perpadu Kecamatan (PATEN) di Kulon Progo

Grand Design Pembangunan SDM di Kulon Progo

Melalui Momentum Hari Keluarga Kita Bangkitkan Kepedulian Membangun Keluarga Sejahtera

Perencanaan Sistem Kependudukan (2)

Perencanaan Sistem Kependudukan (1)