Kementerian PDT Tetap Kucurkan Bantuan Untuk Kulon Progo


77 Siswa Warga Binaan Dikunjungi Bupati

PNS Kulon Progo Libur 9 Hari Selama Lebaran

Stok Pangan Cukup, Kulon Progo Siap Sambut Pemudik

Wujudkan Internet Desa, Pemkab Belajar Ke Sukoharjo

Buka Pasar Rakyat, PNS diharap ZIS pada Masyarakat Membutuhkan

Pemuda Diajak Menggali Harta Karun di Wilayah Sendiri

 

Sebagai salah satu terget dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) adalah mengentaskan 183 Kabupaten se-Indonesia dari status ketertinggalan. Dari 183 Kabupaten tertinggal, 50 Kabupaten menjadi target untuk segera dapat terlepas dari status ketertinggalan. Termasuk Kabupaten Kulon Progo yang dinilai memiliki potensi untuk segera terlepas dari status ketertinggalan. Karena memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup baik dan bisa dikembangkan secara lebih maksimal guna mengangkat derajat kehidupan masyarakat.

      Selama ini, kementrian PDT juga telah terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kulon Progo dengan memberikan berbagai bantuan kepada daerah-daerah di Kulon Progo yang dinilai sebagai daerah kantong kemiskinan. Sebenarnya hasil dari berbagai upaya tersebut telah bisa dilihat. Karena kementrian PDT telah menerima surat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang intinya Kabupaten Kulon Progo telah terentas dari status tertinggal. Namun, kementian PDT menilai kabupaten Kulon Progo belum sepenuhnya bisa lepas dari ketertinggan. Sehingga dalam waktu 3 tahun kedepan kabupaten Kulon Progo akan tetap mendapatkan bantuan dari kementrian PDT serta mendapatkan prioritas dalam pengembangan potensi daerah.

      Demikian dikatakan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini, Rabu (7/1) saat meninjau peternakan sapi milik Kelompok ternak (KT) Timbul Jaya di Krikil, Pendoworejo, Girimulyo. Menteri PDT yang hadir bersama dengan 3 orang deputi dan beberapa staf ahli disambut oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo, Wabup Drs. H. Mulyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo beserta masyarakat. Pemberian bantuan tersebut sebagai salah satu langkah untuk menjadikan Kulon Progo sebagai salah satu datu 50 Kabupaten yang akan dijadikan percontohan Kabupaten yang telah berhasil terlepas dari status ketertinggalan.

      Selanjutnya, perjuangan kementrian PDT terhadap upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya sebatas memberikan bantuan terhadap kabupaten dengan kriteria tertinggal. Namun ditingkat pusat kementrian PDT juga terus berjuang dalam hal alokasi anggaran untuk mengembangkan daerah tertinggal. Karena tanpa adanya anggaran yang berimbang Kabupaten dengan status tertinggal akan terus tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu maju. "Untuk itu, saat ini telah terbentuk Asosiasi kabupaten Tertinggal (ASATI) yang akan terus memperjuang kepentingan daerah-daerah dengan status tertinggal," katanya.

      Di sisi lain, terkait dengan potensi peternakan sapi, Ir. Helmy Faishal Zaini mencontohkan, sebagai Kabupaten tertinggal Kabupaten Lombok telah berhasil mengelola peternakan ini dengan baik. Karena di sana, peternakan
bukan hanya masalah penggemukan atau beternak sapi namun telah mampu mengolah berbagai potensi lain yang dimiliki dari beternak sapi. Seperti, bio gas, penyamakan kulit sapi, kompos maupun pupuk cair dari urine sapi. "Pengembangan ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang memiliki potensi yang sama seperti Kulon Progo," tandasnya.

      Sementara itu, Bupati Kulon Progo menyambut baik berbagai upaya yang telah ditempuh oleh kementrian PDT untuk mengangkat Kulon Progo dari status ketertinggalan. Namun, sampai saat ini Bupati merasa bahwa Kulon Progo masih terus membutuhkan perhatian dari kementrian PDT terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan. Karena dengan dana APBD yang terbatas, akan sulit bagi Kulon Progo untuk memaksimalkan potensi melimpah yang dimiliki. Padahal untuk membangun sebuah daerah yang mandiri perlu dukungan oleh peningkatan infrastruktur yang lain, seperti akses jalan maupun peralatan produksi yang mampu meningkatkan hasil produksi.

      Sejalan dengan upaya pengembangan peternakan sapi, Kabupaten Kulon Progo juga memiliki rencana terhadap daerah yang memiliki potensi peternakan sapi yang baik untuk dikembangkan menjadi ‘Desa Mandiri Energi'. Usaha ini bukan tanpa tindakan karena saat ini telah banyak peternak sapi di Kulon Progo yang telah mengembangkan bio gas sebagai salah satu energi alternatif. "Kami selalu memiliki keyakinan bahwa dengan dukungan berbagai pihak termasuk kementrian PDT, usaha kami untuk membentuk desa mandiri energi nanti akan tercapai," katanya.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

77 Siswa Warga Binaan Dikunjungi Bupati

PNS Kulon Progo Libur 9 Hari Selama Lebaran

Stok Pangan Cukup, Kulon Progo Siap Sambut Pemudik

Wujudkan Internet Desa, Pemkab Belajar Ke Sukoharjo

Buka Pasar Rakyat, PNS diharap ZIS pada Masyarakat Membutuhkan



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PIKET LEBARAN

UGM dan Unhas KKN Bareng di Wates

OPERASI PASAR DAN PASAR MURAH BULOG DIVRE JOGYA ISTIMEWA DI HALAMAN KECAMATAN KALIBAWANG

“Taman Terawat Dipandang Jadi Nikmat”

Pengumuman Pelayanan Pendaftaran Pencari Kerja (AK/I atau Kartu Kuning) Jumat, 8 Juli 2016

Dinas Koperasi dan UMKM Selenggarakan Pasar Rakyat Jelang Lebaran Tahun 2016

Penawaran Program Beasiswa/Pelatihan Kerja sama Teknik Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok Semester

Usul Penilaian PAK Jabatan Fungsional Guru Untuk Kenaikan Pangkat Periode Oktober 2016

Rekrutmen PPS Pilkada 2017 Telah Dibuka

PEMBANGUNAN FISIK DAN MENTAL DISAMPAIKAN BAPAK BUPATI DALAM TERAWIH TINGKAT KABUPATEN DI MASJID AB

Kuota PPDB SMA/MA/SMK Hanya Terpenuhi Pada 16 Sekolah, PPDB Sampai Dengan 16 Juli 2016

Penerbitan Surat Keterangan

PASAR MURAH MENYAMBUT RAMADHAN

LOWONGAN KERJA OPTIK IDOLA

Hari kedua PPDB On Line, Masih Terdapat 1.021 Kursi SMA/MA/SMK Kosong

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 23 Juni 2016

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 20 Juni 2016

Penyerahan Arsip Statis KPU ke Perpusda

Penyerahan Sertifikat Tanah Program PRONA Langsung ke Masyarakat

Informasi Usul Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2016

PENDAFTARAN CALON ANGGOTA PANWAS KECAMATAN

PANITIA HUT KE 71 KEMRI KECAMATAN NANGGULAN

LOWONGAN KERJA PT. BUSSAN AUTO FINANCE

Penawaran Beasiswa/Pelatihan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok

KERJA BHAKTI



.:: Artikel ::::::::.

Part Time Job For Students

Education System Is A Serious Problem In This Country

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

dari Kampung KB Tegiri 2 Menuju Kulon Progo Sejahtera

Inovasi Daerah : Mengganti Raskin Menjadi Rasda