Kementerian PDT Tetap Kucurkan Bantuan Untuk Kulon Progo


BUPATI SAMBUT KEDATANGAN JAMAAH HAJI

3 Pemuda Kulon Progo Ikuti JPI dan PBAP 2014

Bupati Senang Kualitas Olahan Batu Layak Eksport

Kulon Progo Expo 2014 Secara Resmi Dibuka

Pameran Hari Jadi Kulon Progo Dibuka Jum’at Sore

BKKBN DIY Gelar Gerebek Pasar di Pasar Wates

 

Sebagai salah satu terget dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) adalah mengentaskan 183 Kabupaten se-Indonesia dari status ketertinggalan. Dari 183 Kabupaten tertinggal, 50 Kabupaten menjadi target untuk segera dapat terlepas dari status ketertinggalan. Termasuk Kabupaten Kulon Progo yang dinilai memiliki potensi untuk segera terlepas dari status ketertinggalan. Karena memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup baik dan bisa dikembangkan secara lebih maksimal guna mengangkat derajat kehidupan masyarakat.

      Selama ini, kementrian PDT juga telah terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kulon Progo dengan memberikan berbagai bantuan kepada daerah-daerah di Kulon Progo yang dinilai sebagai daerah kantong kemiskinan. Sebenarnya hasil dari berbagai upaya tersebut telah bisa dilihat. Karena kementrian PDT telah menerima surat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang intinya Kabupaten Kulon Progo telah terentas dari status tertinggal. Namun, kementian PDT menilai kabupaten Kulon Progo belum sepenuhnya bisa lepas dari ketertinggan. Sehingga dalam waktu 3 tahun kedepan kabupaten Kulon Progo akan tetap mendapatkan bantuan dari kementrian PDT serta mendapatkan prioritas dalam pengembangan potensi daerah.

      Demikian dikatakan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini, Rabu (7/1) saat meninjau peternakan sapi milik Kelompok ternak (KT) Timbul Jaya di Krikil, Pendoworejo, Girimulyo. Menteri PDT yang hadir bersama dengan 3 orang deputi dan beberapa staf ahli disambut oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo, Wabup Drs. H. Mulyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo beserta masyarakat. Pemberian bantuan tersebut sebagai salah satu langkah untuk menjadikan Kulon Progo sebagai salah satu datu 50 Kabupaten yang akan dijadikan percontohan Kabupaten yang telah berhasil terlepas dari status ketertinggalan.

      Selanjutnya, perjuangan kementrian PDT terhadap upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya sebatas memberikan bantuan terhadap kabupaten dengan kriteria tertinggal. Namun ditingkat pusat kementrian PDT juga terus berjuang dalam hal alokasi anggaran untuk mengembangkan daerah tertinggal. Karena tanpa adanya anggaran yang berimbang Kabupaten dengan status tertinggal akan terus tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu maju. "Untuk itu, saat ini telah terbentuk Asosiasi kabupaten Tertinggal (ASATI) yang akan terus memperjuang kepentingan daerah-daerah dengan status tertinggal," katanya.

      Di sisi lain, terkait dengan potensi peternakan sapi, Ir. Helmy Faishal Zaini mencontohkan, sebagai Kabupaten tertinggal Kabupaten Lombok telah berhasil mengelola peternakan ini dengan baik. Karena di sana, peternakan
bukan hanya masalah penggemukan atau beternak sapi namun telah mampu mengolah berbagai potensi lain yang dimiliki dari beternak sapi. Seperti, bio gas, penyamakan kulit sapi, kompos maupun pupuk cair dari urine sapi. "Pengembangan ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang memiliki potensi yang sama seperti Kulon Progo," tandasnya.

      Sementara itu, Bupati Kulon Progo menyambut baik berbagai upaya yang telah ditempuh oleh kementrian PDT untuk mengangkat Kulon Progo dari status ketertinggalan. Namun, sampai saat ini Bupati merasa bahwa Kulon Progo masih terus membutuhkan perhatian dari kementrian PDT terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan. Karena dengan dana APBD yang terbatas, akan sulit bagi Kulon Progo untuk memaksimalkan potensi melimpah yang dimiliki. Padahal untuk membangun sebuah daerah yang mandiri perlu dukungan oleh peningkatan infrastruktur yang lain, seperti akses jalan maupun peralatan produksi yang mampu meningkatkan hasil produksi.

      Sejalan dengan upaya pengembangan peternakan sapi, Kabupaten Kulon Progo juga memiliki rencana terhadap daerah yang memiliki potensi peternakan sapi yang baik untuk dikembangkan menjadi ‘Desa Mandiri Energi'. Usaha ini bukan tanpa tindakan karena saat ini telah banyak peternak sapi di Kulon Progo yang telah mengembangkan bio gas sebagai salah satu energi alternatif. "Kami selalu memiliki keyakinan bahwa dengan dukungan berbagai pihak termasuk kementrian PDT, usaha kami untuk membentuk desa mandiri energi nanti akan tercapai," katanya.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

BUPATI SAMBUT KEDATANGAN JAMAAH HAJI

3 Pemuda Kulon Progo Ikuti JPI dan PBAP 2014

Bupati Senang Kualitas Olahan Batu Layak Eksport

Kulon Progo Expo 2014 Secara Resmi Dibuka

Pameran Hari Jadi Kulon Progo Dibuka Jum’at Sore



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pemenang Lomba Karya Desain Busana Batik Khas Kulon Progo Tahun 2014

BPMPT menyerahkan SIUP & TDP kepada pedagang pasar Kenteng dan Nanggulan

Pemenang Lomba Bercerita Tingkat Sd/mi Tahun 2014

BPMPT Kulon Progo Melayani Pendaftaran Perizinan di Kulon Progo Expo 2014

KEJUARAAN BULU TANGKIS

MERTI DESA LAN AMBAL WARSO ADEGING DESA JATISARONO

Rencana Umum Pengadaan Kegiatan Penyehatan Lingkungan Tahun 2014

Rencana Umum Pengadaan Di Puskesmas Panjatan II Tahun 2014

Lomba Bercerita Tingkat SD Tahun 2014

Pengumuman Lomba Karya Tulis Wisata Kulon Progo Tahun 2014

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 20 Oktober 2014

Bedah Rumah bersama Bupati

Bedah Rumah di Kasatriyan Wates

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Kegiatan Puskesmas Pengasih I

Lowongan Kerja PT. TEC Batam

Bupati Kunjungi Stand Dinas Koperasi dan UMKM

SMPN 2 Kokap Rebut Juara I Lomba Pidato Bahasa Jawa

Displai Data Kegiatan Dinkes Menarik Perhatian Bupati

RSUD Wates Membuka Layanan Kesehatan di Stan Kulon Progo Expo 2014

Expose Pemeriksaan BPK RI

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan CV. Trikarsa Reka Buana

Dinas Koperasi dan UMKM Mengikuti Kulon Progo Expo 2014

Gebyar Senam dan Lomba Senam Angguk Perorangan

Studi Banding PNPM MPd Kabupaten Lampung Barat

Apakah PNS Dilibatkan Dalam Pendampingan Penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok ?



.:: Artikel ::::::::.

Gerebek Pasar, Gugah Semangat Promosi dan KIE Program KKBPK

Mewujudkan Kerjasama Antar Daerah (KAD) Yang Optimal

Meneropong Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Perpadu Kecamatan (PATEN) di Kulon Progo

Grand Design Pembangunan SDM di Kulon Progo

Melalui Momentum Hari Keluarga Kita Bangkitkan Kepedulian Membangun Keluarga Sejahtera