Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Kondisi Umum

Geografis


Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu dari lima kabupaten/kota di Propinsi D.I. Yogyakarta yang terletak paling barat, dengan batas wilayah sebagai berikut:

  • Barat    : Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah
  • Timur   : Kabupaten Sleman dan Bantul, Propinsi D.I. Yogyakarta
  • Utara    : Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah
  • Selatan : Samudera Hindia

 

Topografi


Batas topografi :

  • Barat    : 110 derajat Bujur Timur 1' 37"
  • Timur    : 110 derajat Bujur Timur 16' 26"
  • Utara    : 7 derajat Lintang Selatan 38' 42"
  • Selatan : 7 derajad Lintang Selatan 59' 3"

Kabupaten Kulon Progo memiliki topografi yang bervariasi dengan ketinggian antara 0 - 1000 meter di atas permukaan air laut, yang terbagi menjadi 3 wilayah meliputi :

a. Bagian Utara

Merupakan dataran tinggi/perbukitan Menoreh dengan ketinggian antara 500 1000 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Girimulyo, Kokap, Kalibawang dan Samigaluh. Wilayah ini penggunaan tanah diperuntukkan sebagai kawasan budidaya konservasi dan merupakan kawasan rawan bencana tanah longsor.

b. Bagian Tengah

 

Merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 500 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Nanggulan, Sentolo, Pengasih, dan sebagian Lendah, wilayah dengan lereng antara 2 15%, tergolong berombak dan bergelombang merupakan peralihan dataran rendah dan perbukitan.


c. Bagian Selatan

 

Merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0 100 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur, dan sebagian Lendah. Berdasarkan kemiringan lahan, memiliki lereng 0 2%, merupakan wilayah pantai sepanjang 24,9 km, apabila musim penghujan merupakan kawasan rawan bencana banjir.

Selama tahun 2011 di Kabupaten Kulon Progo, rata-rata curah hujan per bulan adalah 161 mm dan hari hujan 10 hh per bulan. Keadaan rata-rata curah hujan hujan yang tertinggi terjadi pada bulan Februari 2011 sebesar 343 mm dengan jumlah hari hujan 18 hh se bulan. Kecamatan yang mempunyai rata-rata curah hujan per bulan tertinggi pada tahun 2011 berada di Kecamatan Kokap sebesar 214 mm dengan jumlah hari hujan 14 hh per bulan.

Sumber air baku di Kabupaten Kulon Progo meliputi 7 (tujuh) buah mata air, Waduk Sermo, dan Sungai Progo. Mata air yang sudah dikelola PDAM meliputi mata air Clereng, Mudal, Grembul, Gua Upas, dan Sungai Progo. Di Kecamatan Kokap,
mata air dikelola secara swakelola oleh pihak Kecamatan dan Desa, yang kemudian disalurkan secara gravitasi dengan sistem perpipaan.

Kabupaten Kulon Progo yang terletak antara Bukit Menoreh dan Samudera Hindia dilalui Sungai Progo di sebelah timur dan Sungai Bogowonto dan Sungai Glagah di Bagian barat dan tengah. Keberadaan sungai dengan air yang mengalir sepanjang tahun di wilayah Kabupaten Kulon Progo tersebut membantu dalam menjaga kondisi permukaan air tanah.

Keberadaan Waduk Sermo di Kecamatan Kokap didukung dengan keberadaan jaringan irigasi yang menyebar hampir di seluruh wilayah kecamatan, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk meningkatkan produksi pertanian dan perikanan di wilayah Kabupaten Kulon Progo.

 

 

 

Wilayah


Kabupaten Kulon Progo dengan ibu kota Wates memiliki luas wilayah 58.627,512 ha (586,28 km2), terdiri dari :

  • 12 kecamatan
  • 87 desa dan 1 kelurahan
  • 918 Pedukuhan(SLS Tk 3)
  • 1.885 Rukun Warga (SLS Tk 2)
  • 4.469 Rukun Tetangga (SLS Tk 1)

 

Prasarana


Kabupaten Kulon Progo dilewati oleh 2 (dua) prasarana perhubungan yang merupakan perlintasan nasional di Pulau Jawa, yaitu jalan Nasional sepanjang 28,57 km dan jalur Kereta Api sepanjang kurang lebih 25 km. Hampir sebagian besar wilayah di Kabupaten Kulon Progo dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi darat.


Sumber : BPS - update 28/01/2014

« Kembali

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Jogja Internasional Airshow Libatkan 60 orang Penerjun

Peringatn Hari Kartini Tingkat Kabupaten Kulon Progo

Kafilah STQ Kulon Progo Sowan Pj. Bupati

Relokasi Janten Segera Dimulai

MAS Kominfo DIY dan Wartawan Kunjungi Kulon Progo



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI ANGKATAN I DIMULAI

Perikanan Budidaya di Kabupaten Kulon Progo

Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I Tahun 2017 di UPTD BLK Kulon Progo

PERINGATAN HARDIKNAS 2017

Kunjungan TK ABA Sentolo Ke Perpusda

LOWONGAN KERJA BANDARA BARU DIPASTIKAN HOAX !

KOMISI II DORONG BUKA JALUR IRIGASI BARU

KOMISI III SUPORT BPBD MILIKI ALAT BERAT

Lowongan Kerja Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)

PENGUKUHAN KIM CORNIDA DESA HARGOTIRTO KOKAP

Agenda bulan April (II) 2017

Lowongan Kerja TRANS RETAIL INDONESIA

Lowongan Kerja PT TRANS RETAIL INDONESIA

Sertifikasi Profesi Batik

5850 SISWA KULON PROGO SIAP UNBK

PELATIHAN PEMBERDAYAAN TENAGA KERJA MANDIRI SEKTOR INFORMAL

Lowongan Kerja MATAHARI DEPARTEMENT STORE (HARTONO MALL YOGYAKARTA)

UPACARA PERINGATAN HARI KARTINI

Memperingati hari Kartini.

KARTINI DAN KARTONO DINAS DIKPORA KABUPATEN KULON PROGO

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 20 April 2017

Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2017

ANEKA LOMBA PERINGATAN HARI KARTINI TAHUN 2017

Jogja Internasional Airshow Melibatkan 60 Orang Penerjun

Pelatihan Kepariwisataan dan UMKM bagi Purna TKI dan keluarganya



.:: Artikel ::::::::.

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah

22 Desember Hari Ibu; Hargailah Ibu

Pertumbuhan Penduduk dan Kualitas Hidup Kita

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini