Melalui OVOP Gula Semut Kulon Progo Siap Go International


Bupati Takziah Kadus Dukuh Sidomulyo

Bupati Bantu Korban Angin Ribut

Tim Kajian Keberatan, Temui Warga

Bupati Buka Musrenbang RKPD 2016

Bupati Kulon Progo-Rektor UKDW Jalin Kerjasama

Dr. Hasto Wardoyo Turunkan Reklame Rokok

 

Pengembangan produk unggulan melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) merupakan salah satu model kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan produk unggulan yang memiliki ciri khas suatu daerah, keterampilan turun temurun, sumber daya alam yang hanya ada di suatu tempat, dan memiliki potensi pasar lokal maupun ekspor.


Diharapkan produk unggulan lokal dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan juga mendunia berbasiskan mutu dan daya saing melalui proses industri pengolahan di dekat wilayah basis usaha tersebut.


Artinya, produk harus dikemas rapi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat dan jadi unggulan ekonomi serta kebanggaan nasional.


Melalui pendekatan OVOP, produk unggulan Kulonprogo, yaitu gula semut ditunjuk melalui koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM RI sebagai salah satu rintisan pengembangan produk unggul daerah di Provinsi DIY.


Di provinsi DIY, ditunjuk 2 koperasi pelaksana, yaitu KSU Jatirogo dari Kabupaten Kulonprogo dengan produksi gula semut dan Koperasi Kasongan Usaha Bersama di Bantul yang memproduksi gerabah keramik.


Menurut Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, potensi penyadapan nira sebagai bahan dasar gula kelapa sangat besar terutama di daerah penghasil gula jawa yang meliputi gula merah dan gula kristal atau gula semut yaitu di Kecamatan Kokap, Kecamatan Girimulyo, Kecamatan Kalibawang, Kecamatan Samigaluh, Kecamatan Lendah, dengan wilayah yang memiliki sertifikasi organik sebanyak 32 Pedukuhan dan kapasitas produksi gula organik 1.506 ton per tahun.


Dalam acara Launching Pengembangan Produk Unggulan Gula Semut Kabupaten Kulonprogo dan Gerabah Kabupaten Bantul dengan Pendekatan One Village One Product (OVOP) melalui Koperasi oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, di Gedung Kaca, Selasa (15/05), Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa melalui Koperasi Serba Usaha (KSU) Jatirogo, produk gula semut ini telah merambah pasar ekspor ke Eropa yang meliputi Belgia, Belanda, Jerman, Inggris, juga ekspor Amerika yang meliputi semua bagian Amerika khususnya Amerika Utara serta pasar baru di Australia khususnya kota Melbourne di samping pasar lokal di Jakarta dan Surabaya dengan menggunakan standar produk pangan dan sertifikasi yang telah ditentukan.


dr. Hasto menambahkan bahwa pertumbuhan koperasi di Kulonprogo beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut merupakan antisipasi megaproyek yang akan dibangun di Kulonprogo.


Diharapkan ketika megaproyek telah terlaksana, koperasi-koperasi tersebut dapat mensuplai produk-produk Kulonprogo yang dibutuhkan.

Terkait dengan produksi gula semut, dr. Hasto menjelaskan bahwa koperasi merupakan salah satu sarana yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para penderes, dimana koperasi akan membebaskan penderes dari cengkeraman para tengkulak ataupun pengijon.


"Untuk lebih memperkenalkan produk unggulan ini, kami berharap suatu saat ada cluster tertentu di daerah wisata sekitar Waduk Sermo yang memperlihatkan proses pengolahan nira hingga menjadi gula semut," ungkap dr. Hasto.


Selain gula semut, Kulonprogo juga memiliki sentra pengrajin tas dari bahan serat alam. Selama ini para pembeli tas dari luar daerah membeli tas yang belum bermerek, kemudian diberi merek sendiri. Untuk itu, Pemkab mengusahakan agar tas yang dijual bisa diberi merek terlebih dahulu sebelum dijual, sehingga menambah nilai jual. "Misalnya diberi merek PRO-LO, dari kata Kulonprogo dan Sentolo," tutur dr. Hasto.


Sementara itu, Sri Sultan HB X dalam acara tersebut menekankan perhatian pada ketangguhan UKM kerajinan dalam menghadapi tantangan masuknya produk kerajinan asing dari pasar global dan kreativitas UKM dalam mengembangkan produk lokal yang unggul untuk bersaing di pasar regional dan global. Selain itu perlu juga dikembangkan konsep technovation, yang mengandung tiga aspek, yaitu kemampuan inovasi teknologi, technopreneurship, dan manajemen teknologi. Ketiga aspek tersebut harus dipenuhi seluruhnya untuk bisa bersaing di pasar global.


"Peningkatan daya saing UKM untuk ekspor perlu dipacu dengan strategi harga yang kompetitif, produk yang unik dan fokus melayani pasar yang tidak bisa dijangkau oleh asing. Selain itu, juga membangun jaringan cluster industri agar bisa memperkuat mata rantai nilai guna memenuhi skala ekonomi. Citi utama suatu cluster harus mengembangkan spesialisasi produk unggulan yang berdaya saing dalam suatu daerah geografis yang berdekatan," ungkap Sultan di sela-sela acara.


Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hasan berharap produk-produk yang di-launching merupakan produk-produk unggulan desa yang dikelola oleh koperasi sehingga dapat memberi kesejahteraan pada anggotanya dan masyarakat. Dengan demikian penguatan ekonomi dapat dibangun dari desa-desa.


"Dengan banyaknya keunggulan dan manfaat suatu produk, diharapkan akan menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kulonprogo. Saya percaya Kulonprogo dapat mengejar ketertinggalannya, salah satunya melalui koperasi," tutur Syarifudin Hasan memberi dorongan.


Syarifudin juga tertarik dengan penggunaan istilah yang digunakan Sri Sultan HB X, yaitu "produk unggulan desa" daripada menggunakan istilah asing "one village one product", karena diyakininya banyak masyarakat  yang masih belum familier dengan istilah "OVOP".


Menurut Syarifudin Hasan, salah satu kelemahan yang harus disempurnakan para produsen adalah kurangnya kreatifitas dalam membuat produk mereka. Untuk produk gula semut, Kementerian Koperasi akan membantu memberikan pelatihan produksi gula semut supaya menjadi unggulan di pasar global.


"Perilaku konsumen global yang cenderung peduli kesehatan merupakan peluang yang sangat cocok diisi oleh gula semut, karena produk ini sangat inovatif dan menjadi alternatif yang sehat bagi konsumen gula," tuturnya.


Acara tersebut ditutup dengan pemberian bantuan kredit bagi para UKM/Koperasi dan pemukulan gong sebagai tanda telah diluncurkannya Launching Pengembangan Produk Unggulan dengan Pendekatan OVOP oleh Menteri Koperasi, UKM disaksikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Bupati Kulonprogo, dr. Hasto Wardoyo. Selanjutnya Syarifudin Hasan meninjau produk koperasi/UKM di Kulonprogo dan Bantul. (mc)

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Bupati Takziah Kadus Dukuh Sidomulyo

Bupati Bantu Korban Angin Ribut

Tim Kajian Keberatan, Temui Warga

Bupati Buka Musrenbang RKPD 2016

Bupati Kulon Progo-Rektor UKDW Jalin Kerjasama



.:: Berita Subdomain ::::::::.

INFO GRAFIS UJIAN NASIONAL 2015

Sosialisasi Wanadesa di Balai Desa Brosot, Galur

Kepastian Hukum Bagi Pengusaha Pariwisata di Kulonprogo

Komisi I DPRD Kabupaten Bungo Propinsi Jambi Belajar Tata Cara Pilkades ke Kulonprogo

BENCANA ALAM DI WILAYAH NANGGULAN

Menkop Luncurkan Kartu IUMK

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Puskesmas Nanggulan

SATPOL PP MEMBAKAR DAN MENGGILAS

Field Trip Universitas Saburai Bandar Lampung Ke DPRD Kulonprogo

Pemalsuan Surat Alokasi Dana BOS 2015 Dinas Pendidikan

KSU POSDAYA PENGASIH MENGGELAR RAT TAHUN 2014

Musrenbang RKPD Tahun 2016

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan RSU PKU Muh. Nanggulan

Gerakan Tanam Padi Sistem Tajarwo

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Puskesmas Samigaluh I

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Puskesmas Galur I

apel pagi 20 maret 2015 di halaman dinas pekerjaan umum kulon progo

PIK R Kulonprogo Dinilai Tim DIY

Tegakkan Perda, BPMPT Muara Enim Kunker ke BPMT Kulon Progo

PEJABAT DARI 7 DISTRIK DI KABUPATEN KEEROM KUNJUNGAN KERJA KE KECAMATAN PENGASIH

Wirausaha Maju, Negara Sejahtera

INFORMASI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Wakil Bupati Kulon Progo Membuka Secara Resmi Diklat PPID

Tim KIR MAN 1 Kalibawang Berburu Referensi Di Perpusda KP

Koperasi di Kulonprogo Harus Siap Hadapi MEA



.:: Artikel ::::::::.

Reproduksi Kemiskinan (2)

Reproduksi Kemiskinan ( 1 )

Melangkah untuk UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Perpektif Membagi Urusan)

Tantangan KIE KKB Kulon Progo 2015

Seputar Inovasi Pemberian Reward Kambing Bagi Peserta KB Pria MOP/vasektomi di Kulon Progo