Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Melalui OVOP Gula Semut Kulon Progo Siap Go International


Produk dan Transaksi Elektronik Tantangan Bagi Bank Pasar

Debat Publik Calon Bupati-Wakil Bupati

Pisah Sambut Pimp PT BPD DIY Cab Wates

Pj.Bupati Robohkan Bangunan Langgar RTRW

Sosialisasi Peta Perubahan Sosial dan Potensi Konflik

Panwas Kulon Progo Menemukan 1.127 Pelanggaran Alat Peraga Kampanye

 

Pengembangan produk unggulan melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) merupakan salah satu model kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan produk unggulan yang memiliki ciri khas suatu daerah, keterampilan turun temurun, sumber daya alam yang hanya ada di suatu tempat, dan memiliki potensi pasar lokal maupun ekspor.


Diharapkan produk unggulan lokal dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan juga mendunia berbasiskan mutu dan daya saing melalui proses industri pengolahan di dekat wilayah basis usaha tersebut.


Artinya, produk harus dikemas rapi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat dan jadi unggulan ekonomi serta kebanggaan nasional.


Melalui pendekatan OVOP, produk unggulan Kulonprogo, yaitu gula semut ditunjuk melalui koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM RI sebagai salah satu rintisan pengembangan produk unggul daerah di Provinsi DIY.


Di provinsi DIY, ditunjuk 2 koperasi pelaksana, yaitu KSU Jatirogo dari Kabupaten Kulonprogo dengan produksi gula semut dan Koperasi Kasongan Usaha Bersama di Bantul yang memproduksi gerabah keramik.


Menurut Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, potensi penyadapan nira sebagai bahan dasar gula kelapa sangat besar terutama di daerah penghasil gula jawa yang meliputi gula merah dan gula kristal atau gula semut yaitu di Kecamatan Kokap, Kecamatan Girimulyo, Kecamatan Kalibawang, Kecamatan Samigaluh, Kecamatan Lendah, dengan wilayah yang memiliki sertifikasi organik sebanyak 32 Pedukuhan dan kapasitas produksi gula organik 1.506 ton per tahun.


Dalam acara Launching Pengembangan Produk Unggulan Gula Semut Kabupaten Kulonprogo dan Gerabah Kabupaten Bantul dengan Pendekatan One Village One Product (OVOP) melalui Koperasi oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, di Gedung Kaca, Selasa (15/05), Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa melalui Koperasi Serba Usaha (KSU) Jatirogo, produk gula semut ini telah merambah pasar ekspor ke Eropa yang meliputi Belgia, Belanda, Jerman, Inggris, juga ekspor Amerika yang meliputi semua bagian Amerika khususnya Amerika Utara serta pasar baru di Australia khususnya kota Melbourne di samping pasar lokal di Jakarta dan Surabaya dengan menggunakan standar produk pangan dan sertifikasi yang telah ditentukan.


dr. Hasto menambahkan bahwa pertumbuhan koperasi di Kulonprogo beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut merupakan antisipasi megaproyek yang akan dibangun di Kulonprogo.


Diharapkan ketika megaproyek telah terlaksana, koperasi-koperasi tersebut dapat mensuplai produk-produk Kulonprogo yang dibutuhkan.

Terkait dengan produksi gula semut, dr. Hasto menjelaskan bahwa koperasi merupakan salah satu sarana yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para penderes, dimana koperasi akan membebaskan penderes dari cengkeraman para tengkulak ataupun pengijon.


"Untuk lebih memperkenalkan produk unggulan ini, kami berharap suatu saat ada cluster tertentu di daerah wisata sekitar Waduk Sermo yang memperlihatkan proses pengolahan nira hingga menjadi gula semut," ungkap dr. Hasto.


Selain gula semut, Kulonprogo juga memiliki sentra pengrajin tas dari bahan serat alam. Selama ini para pembeli tas dari luar daerah membeli tas yang belum bermerek, kemudian diberi merek sendiri. Untuk itu, Pemkab mengusahakan agar tas yang dijual bisa diberi merek terlebih dahulu sebelum dijual, sehingga menambah nilai jual. "Misalnya diberi merek PRO-LO, dari kata Kulonprogo dan Sentolo," tutur dr. Hasto.


Sementara itu, Sri Sultan HB X dalam acara tersebut menekankan perhatian pada ketangguhan UKM kerajinan dalam menghadapi tantangan masuknya produk kerajinan asing dari pasar global dan kreativitas UKM dalam mengembangkan produk lokal yang unggul untuk bersaing di pasar regional dan global. Selain itu perlu juga dikembangkan konsep technovation, yang mengandung tiga aspek, yaitu kemampuan inovasi teknologi, technopreneurship, dan manajemen teknologi. Ketiga aspek tersebut harus dipenuhi seluruhnya untuk bisa bersaing di pasar global.


"Peningkatan daya saing UKM untuk ekspor perlu dipacu dengan strategi harga yang kompetitif, produk yang unik dan fokus melayani pasar yang tidak bisa dijangkau oleh asing. Selain itu, juga membangun jaringan cluster industri agar bisa memperkuat mata rantai nilai guna memenuhi skala ekonomi. Citi utama suatu cluster harus mengembangkan spesialisasi produk unggulan yang berdaya saing dalam suatu daerah geografis yang berdekatan," ungkap Sultan di sela-sela acara.


Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hasan berharap produk-produk yang di-launching merupakan produk-produk unggulan desa yang dikelola oleh koperasi sehingga dapat memberi kesejahteraan pada anggotanya dan masyarakat. Dengan demikian penguatan ekonomi dapat dibangun dari desa-desa.


"Dengan banyaknya keunggulan dan manfaat suatu produk, diharapkan akan menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kulonprogo. Saya percaya Kulonprogo dapat mengejar ketertinggalannya, salah satunya melalui koperasi," tutur Syarifudin Hasan memberi dorongan.


Syarifudin juga tertarik dengan penggunaan istilah yang digunakan Sri Sultan HB X, yaitu "produk unggulan desa" daripada menggunakan istilah asing "one village one product", karena diyakininya banyak masyarakat  yang masih belum familier dengan istilah "OVOP".


Menurut Syarifudin Hasan, salah satu kelemahan yang harus disempurnakan para produsen adalah kurangnya kreatifitas dalam membuat produk mereka. Untuk produk gula semut, Kementerian Koperasi akan membantu memberikan pelatihan produksi gula semut supaya menjadi unggulan di pasar global.


"Perilaku konsumen global yang cenderung peduli kesehatan merupakan peluang yang sangat cocok diisi oleh gula semut, karena produk ini sangat inovatif dan menjadi alternatif yang sehat bagi konsumen gula," tuturnya.


Acara tersebut ditutup dengan pemberian bantuan kredit bagi para UKM/Koperasi dan pemukulan gong sebagai tanda telah diluncurkannya Launching Pengembangan Produk Unggulan dengan Pendekatan OVOP oleh Menteri Koperasi, UKM disaksikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Bupati Kulonprogo, dr. Hasto Wardoyo. Selanjutnya Syarifudin Hasan meninjau produk koperasi/UKM di Kulonprogo dan Bantul. (mc)

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Produk dan Transaksi Elektronik Tantangan Bagi Bank Pasar

Debat Publik Calon Bupati-Wakil Bupati

Pisah Sambut Pimp PT BPD DIY Cab Wates

Pj.Bupati Robohkan Bangunan Langgar RTRW

Sosialisasi Peta Perubahan Sosial dan Potensi Konflik



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Kegiatan Orientasi Pra Pemberangkatan/Penempatan Tenaga Kerja

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 20 Februari 2017

Menarik Perhatian Anak Untuk Baca Melalui Story telling di TPA Terpadu Sadewa

PELATIHAN BHD BAGI ANGGOTA POLRES KULON PROGO

Apresiasi GTK PAUD Dan DIKMAS

PEMAGANGAN KE JEPANG TAHUN 2017

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Embung Ngroto DPU,P dan ESDM

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan PT. Tirta Mulya Sarana

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 16 Februari 2017

Cegah Reklame Liar, DPMPT Kab. Kulon Progo Rutin Adakan Pengawasan

Pemantauan TPS Pilkada 2017

KPPS TPS 08 BANJARAN GIRIPURWO BERKOSTUM JATHILAN

PELATIHAN GRATIS DI BLKPP DIY

PELAYANAN POLIKLINIK RSUD WATES PADA HARI RABU 15 FEBRUARI 2017 LIBUR

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 13 Februari 2017

PERTEMUAN TRIKOMPONEN

PEMBINAAN DAN PENGARAHAN KADIS PERDAGANGAN

15 Februari 2017 Libur Nasional

BPPM Gelar Rapat Teknis Roadshow PUP

DPMDDalduk&KB Selenggarakan Pembinaan Lengkap

KUNJUNGAN KERJA DPMPT TASIKMALAYA TENTANG PEMBERIAN INTENSIF KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL

KUNKER KEMENTRIAN SEKRETARIAT NEGARA RI DALAM RANGKA PENYERAPAN PANDANGAN DAN PENGAMATAN KEBIJAKAN

PEMBINAAN DAN PENGARAHAN KADIS PERDAGANGAN DALAM RANGKA BERGABUNGNYA PASAR DESA SILUWOK KE PASAR JOM

Survey KHL

Tiga Informasi Penting Dalam Rakor LPMK, RW dan RT



.:: Artikel ::::::::.

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah

22 Desember Hari Ibu; Hargailah Ibu

Pertumbuhan Penduduk dan Kualitas Hidup Kita

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini