Menghargai Sosok Ibu


Tanpa terasa, hari ini atau tepatnya Rabu, 22 Desember 2010, kita telah memperingati Hari Ibu yang ke-82. Namun sejauh ini, peringatan yang kita laksanakan setiap tahun ternyata belum mampu secara optimal menggugah kepedulian kita untuk berupaya memberi penghargaan yang layak bagi sosok ibu, pahlawan bagi keluarga, masyarakat dan bangsa kita. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya tindakan kita yang kurang pantas terhadap ibu, mulai dari membantah, menghardik, berlaku keras, hingga menyia-nyiakan hidupnya walaupun beliau dengan tulus telah mengasuh dan membesarkan kita. Sebagai anak, mestinya kita harus berupaya keras untuk membalas kebaikan ibu, bukan malah sebaliknya.

Hal yang lebih buruk teryata telah diperbuat oleh sebagian saudara kita terhadap ibunya. Karena tidak sedikit di antara saudara kita ini telah mengalami degradasi penghargaan yang cukup serius terhadap ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkannya. Mereka tidak lagi hormat dan menghargai jasa-jasa ibunya bahkan cenderung berani menentang terhadap ibu. Bukan hanya berani tidak melaksanakan perintah, tetapi sudah berani melanggar larangan-larangan yang telah digariskan oleh ibu. Kasus-kasus kenakalan anak dan remaja yang banyak terjadi akhir-akhir ini seperti minum-minuman keras dan mabuk-mabukan, menyalahgunakan obat terlarang, atau berperilaku seks bebas menjadi contoh nyata kurangnya penghargaan anak terhadap ibu, karena apa yang mereka lakukan pasti bukanlah atas perintah ibu. Tetapi hal-hal yang justru dilarang oleh ibu. Ibu umumnya akan menjadi sasaran pertama dari kenakalan anak. Entah dengan cara minta uang jajan berlebih, protes terhadap pelayanan yang dianggap kurang sesuai dengan keinginannya, atau mulai berani menipu ibu terhadap apa-apa yang telah dilakukannya di rumah, di sekolah atau di......

Selengkapnya silakan download file (pdf 80kb)

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Pelepasan 244 Calon Jamaah Haji

Tingkatkan Layanan Publik Kulon Progo Luncurkan SEMAR

Gerakan Nasional “ayo Kerja” Pada 70 Tahun Indonesia Merdeka

Humas Pemerintah Sebagai Ujung Tombak Revolusi Mental

Revolusi Mental : Mandiri, Berkarakter dan Berdaya Saing



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pak Ndut (Drs. Mardiya) Ciptakan Lagu Campursari KB

Kulon Progo Raih Kejuaraan Lomba KB Tingkat Regional dan Nasional

Tri Wahyuni Juara I DIY Lomba Pidato Kependudukan

Festival Padhang Mbulan

Rintisan Cluster Pengolahan Ikan di Sungapan Galur

DAFTAR JUARA PERINGATAN HUT RI 70 KECAMATAN GALUR

PENUTUPAN PERINGATAN HUT RI 70 KECAMATAN GALUR

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 27 Agustus 2015

CAMPURSARI MENJADI SAJIAN HIBURAN PADA MALAM PENUTUPAN HUT RI 70 KECAMATAN GALUR

KARNAVAL HUT RI 70 RSUD WATES

CATATAN HARIAN (8)

WAHYU MAKHUTO ROJO

KERJA BAKTI PERSIAPAN MALAM PENUTUPAN HUT RI

PENGALIAHAN JALAN SEMENTARA

Pendaftaran Diundur Hingga 15 Sepember 2015

Upsus Swasembada Pajale 2015

Camat Lendah Mendisttribusikan Air Bersih

CATATAN HARIAN (7)

GOLONG GILIG NGADHEPI BEBOYO

Tomira Mengikuti Karnaval Kulon Progo

BPMPT Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Pemasaran Online Pelaku UMKM

MALAM PENUTUPAN 17 AN HUT RI 2015 WAYANGAN

Karyawan Dinkop UMKM Mengikuti Pawai 17an

Pawai Dinas Pertanian dan Kehutanan

CATATAN HARIAN (6)



.:: Artikel ::::::::.

Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Usaha Mikro

Mengangkat Tema Kecamatan Sebagai Pusat Pertumbuhan

Memaknai Hari Keluarga

Kecamatan dari Uu 23 Tahun 2014

Dekonstruksi Formalitas