Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Menyemangati Masyarakat Lewat Lagu, Mungkinkah


Semangat menjadi modal utama untuk membangun. Dengan semangat yang membara untuk membangun, maka pembangunan di segala bidang akan menunjukkan gairahnya dan menampilkan gregetnya. Membangun tanpa semangat, mustahil hasilnya akan seperti yang diharapkan. Karena semangat memang menjadi ruh pembangunan agar hasilnya menjadi lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih berdaya guna bagi masyarakat. Wajar bila Presiden Soeharto menyatakan bahwa dalam membangun itu yang terpenting adalah semangat, tanpa mengesampingkan perlunya dana dan dukungan sarana prasarana.
Tentu masih jelas di ingatan kita ketika Menpen Harmoko melarang lagu cengeng di era 1980 an. Bahkan Bung Karno sendiri di tahun 1960 an juga melarang musik-musik cengeng atau yang disebut beliau sebagai musik "Ngak Ngik Ngok" karena takut mental masyarakat akan rapuh jika terlalu sering mendengar lagu-lagu cengeng. Ini semua tentu ada alasannya. Setidaknya, lagu memiliki "kekuatan" untuk mempengaruhi jiwa seseorang yang akan diekspresikan dalam bentuk pola pikir, tutur kata, sikap dan perilaku. Begitu kuatnya pengaruh lagu-lagu tertentu pada jiwa seseorang, lagu bisa mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu yang diluar nalar karena terinspirasi oleh lagu yang digandrunginya.
Berbekal pada realitas di atas, menyemangati masyarakat untuk membangun lewat lagu, bukanlah sesuatu yang mustahil. Sekarang ini banyak orang yang memanfaatkan lagu untuk membakar semangat dan untuk menggairahkan perjuangan. Bahkan dalam banyak pemilihan Kepala Daerah, lagu dalam bentuk yel-yel sering dibuat untuk membakar semangat kader dan simpatisannya. Semua ini tentu didasarkan pada kesadaran bahwa lagu memang memiliki pengaruh luar biasa terhadap mental masyarakat. Masyarakat bisa digerakkan melalui lagu, bahkan masyarakat juga bisa dipengaruhi pilihannya atau digiring opininya melalui lagu.
Lagu memang tidak hanya berhubungan dengan nada. Lirik lagu yang menggambarkan isi isi sebuah lagu, adalah hal penting yang patut diperhatikan. Orang yang sangat menyadari besarnya pengaruh lagu terhadap mentalitet masyarakat, pasti akan merekomendasikan buatlah lagu dengan lirik yang baik, pesan-pesan yang baik agar tidak berdampak buruk pada masyarakat. Intinya, hindarilah lagu-lagu yang liriknya terkesan cengeng, patah semangat, putus asa, atau lagu-lagu yang liriknya beraroma pornografi dan kekerasan. Alasannya tentu sangat masuk akal. Jangan sampai jiwa masyarakat "sakit" gara-gara munculnya lagu berselera rendah, berbau kekerasan dan kegagalan hidup.
Kita patut berbahagia karena di Kabupaten Kulon Progo telah mulai bermunculan lagu-lagu yang diarahkan untuk menyemangati masyarakat agar giat membangun. Walaupun lagu yang ada sebagian masih diiringi musik orgen tunggal, namun lirik dan nada yang diciptakan dipastikan mampu menggugah semangat masyarakat untuk membangun. Sebut saja, lagu Kulon Progo Kabeh Ono, Sesotyaning Tanah Jawa karya Adi Karyono, Geblek Renteng karya Mbah Orin serta Ikrar Bela Beli Kulon Progo dan Genthong Rembes karya Aris KW.
Pak Ndut/Drs. Mardiya, mantan Ka Sub Bidang Advokasi Konseling Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi pada BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progo yang sekarang menjadi Ka Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas PMD Dalduk dan KB juga ikut menyumbangkan beberapa lagu yang difungsikan untuk menyemangati masyarakat untuk membangun walaupun motivasi awal pembuatannya adalah untuk membantu Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) khususnya dalam pelaksanaan 8 fungsi keluarga (Keagamaan, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan Ekonomi dan Pembinaan Lingkungan). Lagu yang dimaksud adalah lagu Generasi berencana, Ayo Dho Usaha, Ngopo Tuku, Kampung KB dan Kuhias Kenanganku. Selain itu ada juga lagu Tirta Marga Saras, Ayo Kerja, Gotong Royong dan Ayo Ronda yang masuk dalam Album Jamu Jawa Kulon Progo yang sudah beredar di pasaran.
Di Kabupaten Kulon Progo yang sedang giat membangun, baik fisik maupun mentalnya memang membutuhkan lagu-lagu yang menyemangati masyarakat untuk lebih bergairah dalam bekerja dan berinovasi. Lagu-lagu ini tentunya yang mampu mengangkat potensi dan kekayaan daerah sehingga mereka merasa bangga dengan adanya lagu tersebut. Rencana Pak Ndut Drs. Mardiya untuk mengangkat lagu Tomira, AirKu, Untuk Bumi Lestari dan puluhan lagu bertema Keluarga dapat menjadi awalan yang baik boomingnya lagu-lagu yang menyemangati masyarakat di Kulon Progo. Agar lagu-lagu tersebut bermanfaat optimal, tentunya dibutuhkan kepedulian dan peran serta seluruh anggota masyarakat untuk mengumandangkan lagu-lagu penyemangat membangun melalui berbagai forum pertemuan atau kegiatan tertentu.
Media cetak dan elektronik seperti Koran dan Radio yang ada di Kulon Progo harus berperan serta untuk mengumandangkannya. Baik melalui berita, artikel, feature atau tulisan sejenis. Juga melalui acara dialog interaktif atau pemutaran lagu-lagu penyemangat pada waktu-waktu tertentu. Bila memungkinkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga perlu memfasilitasi penayangan lagu-lagu penyemangat di stasiun televisi. Ini tentu lebih mengena apabila penayangan ini bersifat rutin dan memanfaatkan stasiun televisi yang banyak pemirsanya.

Drs. Mardiya, Ka Bidang Pengendalian Penduduk pada
Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Pelatihan dan Pemagangan di BLK Meningkat

Job Fair Kulon Progo 2018 Dibuka

Bimtek Kulon Progo SMART City

Wakil Bupati Halal Bi Halal Ke Pondok Pesantren

Syawalan Gubernur DIY di Kulon Progo



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PENGUMUMAN PENDAFTARAN CALON PESERTA PELATIHAN KEBANDARUDARAAN AIRLINES STAFF dan GROUND STAFF 2018

SAFARI JUM'AT DI MASJID NUR HIDAYAH NANGGULAN

SAFARI JUM'AT DI MASJID NUR HIDAYAH NANGGULAN

Geopark Indonesia Mendunia

Transformasi Koperasi Indonesia

Kabupaten Kulon Progo Melepas 333 Calon Haji 2018

Asyiknya Nobar Piala Dunia di Perpusda

Workshop Implementasi District Health Information System Software (DHIS2)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulon Progo Pererat Kerjasama Kemitraan dengan BPBI Abiyoso

Menyongsong API: Dinas Pariwisata Kulon Progo gelar Jumpa Pers

10 Motif Batik Paling Populer di Indonesia

Pak Ndut (Drs. Mardiya) Suarakan Program Pembangunan Lewat Lagu

Peserta Lolos Seleksi Administrasi Pengadaan Tenaga Bantu Pendidikan Non PNS Gelombang II

ATM, Jurus Jitu Memulai Usaha

Pembinaan Linmas Desa Karangsari Persiapan Pengamanan Pemilu 2019

Pembuatan Sumur Bor oleh Tagana Kab. Kulon Progo

Harganas Kulon Progo Dipusatkan di Sentolo

NASA NANGGULAN PENUH HARU DAN PENGHARAPAN..

Pertemuan Forum Masyarakat Kearsipan di Gunung Kidul

Surat Edaran Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun 2018

Lowongan Kerja GURU AGAMA ISLAM - SD MUHAMMADIYAH BEDOYO

HATI-HATI PENIPUAN PENERIMAAN PNS 2018

Acara Tahunan Jogja OPEN Artistic Swimming Resmi Dibuka

Diskominfo Kulon Progo Tuntas Selenggarakan Forum Data

Gaungkan Semarak Asian Games



.:: Artikel ::::::::.

Devinfo dan Manfaatnya Dalam Pengembangan Program KKbpk

Mengenal Sekolah Siaga Kependudukan

Mewujudkan Masyarakat Berwawasan Kependudukan Melalui Pendidikan Kependudukan

Gerakan Berbasis Hati

Tantangan Pengendalian Penduduk Kulon Progo Tahun 2018