PEMKAB KULON PROGO RAIH PKH AWARD


Pemkab Kulon Progo Peringati Keistimewaan DIY

Pelepasan 244 Calon Jamaah Haji

Tingkatkan Layanan Publik Kulon Progo Luncurkan SEMAR

Gerakan Nasional “ayo Kerja” Pada 70 Tahun Indonesia Merdeka

Humas Pemerintah Sebagai Ujung Tombak Revolusi Mental

Revolusi Mental : Mandiri, Berkarakter dan Berdaya Saing

 

Meski belum genap setahun memimpin Kabupaten Kulonprogo pasangan Bupati dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dan Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo dalam melanjutkan pembangunan Bupati lama H.Toyo Santoso Dipo telah menghasilkan beberapa capaian yang menggembirakan di ajang nasional. Hal ini dapat terlihat dengan kedatangan tim verifikasi lapangan dimana Kulonprogo kembali masuk nominasi dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), 6 besar nasional pemanfaatan TOGA di desa Hargotirto Kokap serta baru-baru ini meraih Program Keluarga Harapan (PKH) Award dari Menteri Sosial RI.

  Kadinas Sosial, Tenaga kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo Drs.Riyadi Sunarto mengatakan pada Rakornas Program Keluarga Harapan (PKH) Wilayah Tengah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jaminan Sosial - Kementerian Sosial Republik Indonesia, pada tanggal 03 - 05 April 2012 di Yogyakarta lalu Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memperoleh PKH Award dari Kementerian Sosial RI.

"Penghargaan tersebut diraih untuk kategori kerjasama pendamping dan operator pelaksanaan PKH di Tahun 2012," ujar Didik panggilan akrabnya dalam acara syukuran di salah satu rumah makan di Wates, Jum'at (13/4) malam. Dalam kesempatan itu Bupati menyerahkan PKH Award kepada pendamping Asih Handayani yang didampingi operator Totok. Acara dihadiri Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo, serta 17 pendamping, 4 operator dan 12 Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK).

  Menurut Didik terdapat 168 kabupaten/kota yang mengikuti program PKH dari Kemensos serta terdapat 7 kategori untuk memperoleh PKH Award, selain kategori kerjasama pendamping dan operator yang diraih Kulonprogo kategori lainnya diantaranya sharing dana APBD, ketetapan dan kecepatan Final Closing Data untuk Pembayaran, Perhatian Daerah terhadap Pendamping dan Operator.  

  Didik menjelaskan PKH adalah bantuan sosial kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi kualifikasi tertentu dengan memberlakukan persyaratan tertentu untuk meningkatkan SDM khususnya bidang kesehatan dan pendidikan dengan merubah perilaku.

"Latar Belakang PKH adalah pengembangan kebijakan perlindungan sosial, percepatan penanggulangan kemiskinan, memutus rantai kemiskinan antar generasi, membantu RTSM mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan angka partisipasi anak sekolah, mengurangi angka kematian ibu hamil dan balita serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan milineum (MDGs)," jelasnya.

  Didik menambahkan dana PKH yang dikucurkan Kemensos di Kulonprogo yang diawali pada tahun 2008 sebesar Rp.3,8 M, tahun 2009 Rp.3,7 M, tahun 2010 Rp3,6 M, tahun 2011 Rp.3,7 M.

  Salah satu penerima PKH, Siti Lukiyah warga Panggang desa Bumirejo Kecamatan Lendah yang dihadirkan pada malam itu mengaku bersyukur dan senang menerima program PKH, sehingga mampu memberikan semangat hidup serta menyekolahkan anaknya, disaat suaminya sakit-sakitan tidak mampu mencari nafkah. Namun sekarang suaminya telah sembuh sehingga dapat kembali bekerja mencari nafkah meski harus ke Sumatera.

  "Saya sangat bersyukur dan terimakasih sekali kepada Pak Bupati yang memberikan bantuan sehingga mampu menyekolahkan anak-anak saya di saat tumpuan hidup yakni suami sakit, namun alhamdulilah sekarang sudah sembuh dan bisa bekerja kembali,"terangnya.

  Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih oleh para pendamping dan operator PKH.

Keberhasilan yang diraih dalam kategori kerjasama adalah merupakan wujud nyata bahwa masyarakat Kulonprogo memang gotong-royong bagian dari kehidupan yang masih membudaya di masyarakat dan terus dilestarikan.

  Karena bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah, kepada para pendamping, operator dan TKSK yang hadir, Hasto berharap dapat membantu menginformasikan secara lengkap program-program yang dilaksanakan oleh pemkab khususnya Jamkesda, sehingga tidak simpang siur terhadap apa-apa yang sebenarnya digratiskan yang akhirnya masyarakat memahami tidak protes.(MC)

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Pemkab Kulon Progo Peringati Keistimewaan DIY

Pelepasan 244 Calon Jamaah Haji

Tingkatkan Layanan Publik Kulon Progo Luncurkan SEMAR

Gerakan Nasional “ayo Kerja” Pada 70 Tahun Indonesia Merdeka

Humas Pemerintah Sebagai Ujung Tombak Revolusi Mental



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Dinkop UMKM Menyelenggarakan Upacara Memperingati Keistimewaan DIY

BPMPDPKB Putar Film KB di Krembangan

Ssstt.... ada yang Mesum di Kantor Pol PP

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 31 Agustus 2015

PERINGATAN PENGESAHAAN UU KEISTIMEWAAN

Malam Pentas Seni Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 Kecamatan Sentolo

APEL MENGETI PENGESAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2012 PERKAWIS KEISTIMEWAAN DIY

MAKNA SARTIYA

UPACARA MENGETI PENGESAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2012 PERKAWIS KEISTIMEWAAN DAERAH ISTIMEWA

UPACARA MENGETI PENGESAHAN UU KEISTIMEWAAN ING KECAMATAN PENGASIH

Upacara Peringatan Pengesahan UU No. 13 Th 2012 tentang Keistimewaan DIY di Kecamatan Samigaluh

Upacara Mengeti Pengesahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 di RSUD Wates

CATATAN HARIAN (9)

Kapasitas Produksi AMP PT SAK Bertambah Besar

Pak Ndut (Drs. Mardiya) Ciptakan Lagu Campursari KB

Kulon Progo Raih Kejuaraan Lomba KB Tingkat Regional dan Nasional

Tri Wahyuni Juara I DIY Lomba Pidato Kependudukan

Festival Padhang Mbulan

Rintisan Cluster Pengolahan Ikan di Sungapan Galur

DAFTAR JUARA PERINGATAN HUT RI 70 KECAMATAN GALUR

PENUTUPAN PERINGATAN HUT RI 70 KECAMATAN GALUR

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 27 Agustus 2015

CAMPURSARI MENJADI SAJIAN HIBURAN PADA MALAM PENUTUPAN HUT RI 70 KECAMATAN GALUR

KARNAVAL HUT RI 70 RSUD WATES

CATATAN HARIAN (8)



.:: Artikel ::::::::.

Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Usaha Mikro

Mengangkat Tema Kecamatan Sebagai Pusat Pertumbuhan

Memaknai Hari Keluarga

Kecamatan dari Uu 23 Tahun 2014

Dekonstruksi Formalitas