PEMKAB KULON PROGO RAIH PKH AWARD


Kepedulian Perantau Terhadap Kulon Progo Sangat Tinggi

PNS Kulon Progo Libur Lebaran 9 Hari

Majlis Dhuha Santuni 250 Anak Yatim Piatu dan Duafa

Usai Sholat Ied Bupati dan Wabup Gelar Open House

Bupati Serahkan Santunan Kepada 208 Abang Becak

Ambar Tjahyono Serahkan Traktor Kepada Petani Kulon Progo

 

Meski belum genap setahun memimpin Kabupaten Kulonprogo pasangan Bupati dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dan Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo dalam melanjutkan pembangunan Bupati lama H.Toyo Santoso Dipo telah menghasilkan beberapa capaian yang menggembirakan di ajang nasional. Hal ini dapat terlihat dengan kedatangan tim verifikasi lapangan dimana Kulonprogo kembali masuk nominasi dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), 6 besar nasional pemanfaatan TOGA di desa Hargotirto Kokap serta baru-baru ini meraih Program Keluarga Harapan (PKH) Award dari Menteri Sosial RI.

  Kadinas Sosial, Tenaga kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo Drs.Riyadi Sunarto mengatakan pada Rakornas Program Keluarga Harapan (PKH) Wilayah Tengah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jaminan Sosial - Kementerian Sosial Republik Indonesia, pada tanggal 03 - 05 April 2012 di Yogyakarta lalu Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memperoleh PKH Award dari Kementerian Sosial RI.

"Penghargaan tersebut diraih untuk kategori kerjasama pendamping dan operator pelaksanaan PKH di Tahun 2012," ujar Didik panggilan akrabnya dalam acara syukuran di salah satu rumah makan di Wates, Jum'at (13/4) malam. Dalam kesempatan itu Bupati menyerahkan PKH Award kepada pendamping Asih Handayani yang didampingi operator Totok. Acara dihadiri Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo, serta 17 pendamping, 4 operator dan 12 Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK).

  Menurut Didik terdapat 168 kabupaten/kota yang mengikuti program PKH dari Kemensos serta terdapat 7 kategori untuk memperoleh PKH Award, selain kategori kerjasama pendamping dan operator yang diraih Kulonprogo kategori lainnya diantaranya sharing dana APBD, ketetapan dan kecepatan Final Closing Data untuk Pembayaran, Perhatian Daerah terhadap Pendamping dan Operator.  

  Didik menjelaskan PKH adalah bantuan sosial kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi kualifikasi tertentu dengan memberlakukan persyaratan tertentu untuk meningkatkan SDM khususnya bidang kesehatan dan pendidikan dengan merubah perilaku.

"Latar Belakang PKH adalah pengembangan kebijakan perlindungan sosial, percepatan penanggulangan kemiskinan, memutus rantai kemiskinan antar generasi, membantu RTSM mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan angka partisipasi anak sekolah, mengurangi angka kematian ibu hamil dan balita serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan milineum (MDGs)," jelasnya.

  Didik menambahkan dana PKH yang dikucurkan Kemensos di Kulonprogo yang diawali pada tahun 2008 sebesar Rp.3,8 M, tahun 2009 Rp.3,7 M, tahun 2010 Rp3,6 M, tahun 2011 Rp.3,7 M.

  Salah satu penerima PKH, Siti Lukiyah warga Panggang desa Bumirejo Kecamatan Lendah yang dihadirkan pada malam itu mengaku bersyukur dan senang menerima program PKH, sehingga mampu memberikan semangat hidup serta menyekolahkan anaknya, disaat suaminya sakit-sakitan tidak mampu mencari nafkah. Namun sekarang suaminya telah sembuh sehingga dapat kembali bekerja mencari nafkah meski harus ke Sumatera.

  "Saya sangat bersyukur dan terimakasih sekali kepada Pak Bupati yang memberikan bantuan sehingga mampu menyekolahkan anak-anak saya di saat tumpuan hidup yakni suami sakit, namun alhamdulilah sekarang sudah sembuh dan bisa bekerja kembali,"terangnya.

  Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih oleh para pendamping dan operator PKH.

Keberhasilan yang diraih dalam kategori kerjasama adalah merupakan wujud nyata bahwa masyarakat Kulonprogo memang gotong-royong bagian dari kehidupan yang masih membudaya di masyarakat dan terus dilestarikan.

  Karena bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah, kepada para pendamping, operator dan TKSK yang hadir, Hasto berharap dapat membantu menginformasikan secara lengkap program-program yang dilaksanakan oleh pemkab khususnya Jamkesda, sehingga tidak simpang siur terhadap apa-apa yang sebenarnya digratiskan yang akhirnya masyarakat memahami tidak protes.(MC)

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Kepedulian Perantau Terhadap Kulon Progo Sangat Tinggi

PNS Kulon Progo Libur Lebaran 9 Hari

Majlis Dhuha Santuni 250 Anak Yatim Piatu dan Duafa

Usai Sholat Ied Bupati dan Wabup Gelar Open House

Bupati Serahkan Santunan Kepada 208 Abang Becak



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pentas Seni Budaya Kulon Progo

Pentas Seni Budaya Kulon Progo

Gairah berkoperasi di tanah air makin meningkat

Antisipasi Saat Lebaran, Beberapa Puskesmas Non Rawat Inap Buka Sampai Jam 20.00

LAUNCHING HASIL PENDATAAN KELUARGA DAN PENDUDUK MISKIN KULON PROGO 2013

Layanan Perpustakaan Libur 9 Hari

Buka Puasa Bersama

Pentasyarufan BAZCAM

Jelang Lebaran Kadinkes Instruksikan Kesiapan Puskesmas Via SMS Center

LIBUR DAN CUTI BERSAMA RSUD WATES

Karyawan-karyawati Dinas Koperasi dan UMKM Libur Lebaran 9 Hari

Koperasi Galang Kekuatan Hadapi Pasar Bebas ASEAN

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 24 Juli 2014

Open House Idul Fitri 1435h

Penukaran uang

Deklarasi PNS sebagai Orang Tua Asuk KK Miskin

Pemberitahuan Kepada Pemilik Toko dan Warung terkait Perda Kawasan Tanpa Rokok

Bedah Menoreh, Membuka Peluang Kulon Progo Wilayah Utara

" TKPK AWARD TAHUN 2013 "

" DEKLARASI PENDAMPINGAN KK MISKIN "

Buka Bersama Karyawan-karyawati Dinas Koperasi dan UMKM

Serah Terima Alsintan Kepada Kelompok Tani Kulon Progo

Deklarasi Peran PNS Sebagai Pendaping Keluarga Miskin

Dinas Koperasi dan UMKM selenggarakan Pasar Rakyat Jelang Lebaran

INDUSTRI KREATIF: Pemerintah Dukung Lembaga Inkubator Perkuat UKM



.:: Artikel ::::::::.

Melalui Momentum Hari Keluarga Kita Bangkitkan Kepedulian Membangun Keluarga Sejahtera

Perencanaan Sistem Kependudukan (2)

Perencanaan Sistem Kependudukan (1)

Rekayasa Antisipasi Bencana

Tantangan Program KKB Makin Berat