PEMKAB KULONPROGO TETAP MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA PANGHAYAT KEPERCAYAAN


MPR RI Akan Gelar Wayang Kulit Semar Mbangun Jiwo untuk Masyarakat

Bupati Hadiri Syawalan Warga Kulon Progo di Jakarta

Berbagi Kebahagiaan, IDI dan Peserta Diklatpim BPK RI Bantu Bedah Rumah

Zakat Infaq Shodaqoh Pada Bulan Juli Meningkat

Tips Ibu Agar Awet Muda Sampai Pilih Calon Menantu

Dunia Perbankan, Dunia Usaha dan Dunia Industri Sepakat Peduli Pendidikan

 

Sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : 43 Tahun 2009/Nomor : 41 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelayanan Kepada Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka Pemerintah Daerah memberikan pelayanan kepada Penghayat Kepercayaan yang meliputi pelayanan administrasi organisasi Penghayat Kepercayaan, pemakaman dan sasana sarasehan. Namun dalam memberikan pelayanan kepada Penghayat Kepercayaan, harus tetap memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan masyarakat, menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati, dan saling percaya antara Penghayat Kepercayaan dengan masyarakat, serta mengoordinasikan kegiatan instansi vertikal dan perangkat daerah di provinsi dalam pemeliharaan kerukunan antara Penghayat Kepercayaan dengan masyarakat.


Dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Bersama Mendagri dan Menbudpar tersebut, Kantor Kesbaglinmas menyelenggarakan Sarasehan Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) yang dilaksanakan di Gedung Binangun, Kompleks Kantor Pemkab Kulonprogo, Rabu (23/05).


Dalam acara tersebut, Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), atas nama Pemerintah Daerah, memberikan spirit dan dorongan supaya para penghayat dapat berkembang dengan baik dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Jika ditemui peraturan-peraturan yang dianggap rumit, pemerintah dan para pemeluk perlu untuk duduk bersama untuk saling membahas secara aktif. Untuk itu Bupati berharap agar aparat pemerintah dari tingkat kabupaten hingga desa supaya proaktif memberikan sosialisasi terkait dengan adanya peraturan bersama ini.


Bupati menjelaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak ada istilah kelompok masyarakat yang terbuang atau tidak terurus, namun dalam memberikan pelayanan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ada dari pemerintah. Termasuk juga dengan para penghayat kepercayaan.


Dalam kesempatan tersebut, bupati berpesan supaya masyarakat tidak memberikan pendapat tanpa dasar yang kuat, artinya setiap pendapat harus berdasarkan referensi yang benar bukan hanya berasal dari dugaan ataupun nafsu pribadi. Jika pendapat didasarkan pada referensi yang benar, maka tidak merasa paling benar sendiri atau yang sering disebut sebagai I know-I know syndrome. Selanjutnya Bupati berharap kepada para penghayat kepercayaan untuk memberikan suasana yang sejuk di tengah masyarakat dan tidak menjadi orang yang temperamental.


Untuk bisa menjaga kedamaian masyarakat, para penghayat kepercayaan dianjurkan untuk mencoba menghayati diri sendiri, sehingga diri bisa lebih tertata danpada gilirannya menjadikan ketenangan dalam masyarakat.


Terkait dalam usaha membangun Kulonprogo, Bupati memohon dukungan dari para penghayat kepercayaan dalam mensukseskan pembangunan dan mengabdi pada masyarakat Kulonprogo, antara lain mensukseskan gerakan bela Kulonprogo dan Beli Kulonprogo. (mc)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

MPR RI Akan Gelar Wayang Kulit Semar Mbangun Jiwo untuk Masyarakat

Bupati Hadiri Syawalan Warga Kulon Progo di Jakarta

Berbagi Kebahagiaan, IDI dan Peserta Diklatpim BPK RI Bantu Bedah Rumah

Zakat Infaq Shodaqoh Pada Bulan Juli Meningkat

Tips Ibu Agar Awet Muda Sampai Pilih Calon Menantu



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Penilaian Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional 2016 di KTH Mudhotomo

Lomba Cipta Menu Kabupaten Kulon Progo 2016

Temu Lapang Percontohan Perbenihan di Bulak Kemendung

Syawalan Keluarga Besar Dishubkominfo

Warga Karangwuni Ingin Manfaatkan Kawasan Pelabuhan untuk Wisata

Operasi Gabungan Penegakan Hukum

Lagu Plesiran Nang Kulon Progo Jadi Soundrack Film Kalibiru

BPMPDPKB Sosialisasikan PUP Ke Sekolah

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan dari Menteri Koperasi dan UKM

Selamat untuk Pemenang Bupati Cup 2016!

BEDAH RUMAH

PENGUATAN IMP MELALUI PENGEMBANGAN STRUKTUR DAN PERAN

Saksikan Final Turnamen Bupati Cup dan Penutupan: Ahad 24 Juli 2016

MOS Siswa MTs Maarif Nurul Dholam Di Perpusda Kulon Progo

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Rehabilitasi Jembatan Duwet

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Klinik Pratama Rawat Inap Siti Khotijah

LOMBA TK.PROPINSI

PELANTIKAN PPS

RAKOOR KECAMATAN

Tekomdik Goes To School dan Kuis Kihajar Bagi Siswa

Penyuluhan Linmas oleh Sat Binmas Polres

PPS Pilkada 2017 Kelurahan Wates Telah Terbentuk

Pak Ndut "Drs. Mardiya" Gubah Lagu Tamasya Ke Kalibiru

PELANTIKAN DAN RAPAT KERJA PPS SE-KECAMATAN KALIBAWANG

Dewan Minta Pelabuhan Tanjung Adikarta Dituntaskan



.:: Artikel ::::::::.

Part Time Job For Students

Education System Is A Serious Problem In This Country

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

dari Kampung KB Tegiri 2 Menuju Kulon Progo Sejahtera

Inovasi Daerah : Mengganti Raskin Menjadi Rasda