Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

PEMKAB KULONPROGO TETAP MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA PANGHAYAT KEPERCAYAAN


Produk dan Transaksi Elektronik Tantangan Bagi Bank Pasar

Debat Publik Calon Bupati-Wakil Bupati

Pisah Sambut Pimp PT BPD DIY Cab Wates

Pj.Bupati Robohkan Bangunan Langgar RTRW

Sosialisasi Peta Perubahan Sosial dan Potensi Konflik

Panwas Kulon Progo Menemukan 1.127 Pelanggaran Alat Peraga Kampanye

 

Sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : 43 Tahun 2009/Nomor : 41 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelayanan Kepada Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka Pemerintah Daerah memberikan pelayanan kepada Penghayat Kepercayaan yang meliputi pelayanan administrasi organisasi Penghayat Kepercayaan, pemakaman dan sasana sarasehan. Namun dalam memberikan pelayanan kepada Penghayat Kepercayaan, harus tetap memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan masyarakat, menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati, dan saling percaya antara Penghayat Kepercayaan dengan masyarakat, serta mengoordinasikan kegiatan instansi vertikal dan perangkat daerah di provinsi dalam pemeliharaan kerukunan antara Penghayat Kepercayaan dengan masyarakat.


Dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Bersama Mendagri dan Menbudpar tersebut, Kantor Kesbaglinmas menyelenggarakan Sarasehan Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) yang dilaksanakan di Gedung Binangun, Kompleks Kantor Pemkab Kulonprogo, Rabu (23/05).


Dalam acara tersebut, Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), atas nama Pemerintah Daerah, memberikan spirit dan dorongan supaya para penghayat dapat berkembang dengan baik dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Jika ditemui peraturan-peraturan yang dianggap rumit, pemerintah dan para pemeluk perlu untuk duduk bersama untuk saling membahas secara aktif. Untuk itu Bupati berharap agar aparat pemerintah dari tingkat kabupaten hingga desa supaya proaktif memberikan sosialisasi terkait dengan adanya peraturan bersama ini.


Bupati menjelaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak ada istilah kelompok masyarakat yang terbuang atau tidak terurus, namun dalam memberikan pelayanan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ada dari pemerintah. Termasuk juga dengan para penghayat kepercayaan.


Dalam kesempatan tersebut, bupati berpesan supaya masyarakat tidak memberikan pendapat tanpa dasar yang kuat, artinya setiap pendapat harus berdasarkan referensi yang benar bukan hanya berasal dari dugaan ataupun nafsu pribadi. Jika pendapat didasarkan pada referensi yang benar, maka tidak merasa paling benar sendiri atau yang sering disebut sebagai I know-I know syndrome. Selanjutnya Bupati berharap kepada para penghayat kepercayaan untuk memberikan suasana yang sejuk di tengah masyarakat dan tidak menjadi orang yang temperamental.


Untuk bisa menjaga kedamaian masyarakat, para penghayat kepercayaan dianjurkan untuk mencoba menghayati diri sendiri, sehingga diri bisa lebih tertata danpada gilirannya menjadikan ketenangan dalam masyarakat.


Terkait dalam usaha membangun Kulonprogo, Bupati memohon dukungan dari para penghayat kepercayaan dalam mensukseskan pembangunan dan mengabdi pada masyarakat Kulonprogo, antara lain mensukseskan gerakan bela Kulonprogo dan Beli Kulonprogo. (mc)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Produk dan Transaksi Elektronik Tantangan Bagi Bank Pasar

Debat Publik Calon Bupati-Wakil Bupati

Pisah Sambut Pimp PT BPD DIY Cab Wates

Pj.Bupati Robohkan Bangunan Langgar RTRW

Sosialisasi Peta Perubahan Sosial dan Potensi Konflik



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Kegiatan Orientasi Pra Pemberangkatan/Penempatan Tenaga Kerja

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 20 Februari 2017

Menarik Perhatian Anak Untuk Baca Melalui Story telling di TPA Terpadu Sadewa

PELATIHAN BHD BAGI ANGGOTA POLRES KULON PROGO

Apresiasi GTK PAUD Dan DIKMAS

PEMAGANGAN KE JEPANG TAHUN 2017

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Embung Ngroto DPU,P dan ESDM

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan PT. Tirta Mulya Sarana

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 16 Februari 2017

Cegah Reklame Liar, DPMPT Kab. Kulon Progo Rutin Adakan Pengawasan

Pemantauan TPS Pilkada 2017

KPPS TPS 08 BANJARAN GIRIPURWO BERKOSTUM JATHILAN

PELATIHAN GRATIS DI BLKPP DIY

PELAYANAN POLIKLINIK RSUD WATES PADA HARI RABU 15 FEBRUARI 2017 LIBUR

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 13 Februari 2017

PERTEMUAN TRIKOMPONEN

PEMBINAAN DAN PENGARAHAN KADIS PERDAGANGAN

15 Februari 2017 Libur Nasional

BPPM Gelar Rapat Teknis Roadshow PUP

DPMDDalduk&KB Selenggarakan Pembinaan Lengkap

KUNJUNGAN KERJA DPMPT TASIKMALAYA TENTANG PEMBERIAN INTENSIF KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL

KUNKER KEMENTRIAN SEKRETARIAT NEGARA RI DALAM RANGKA PENYERAPAN PANDANGAN DAN PENGAMATAN KEBIJAKAN

PEMBINAAN DAN PENGARAHAN KADIS PERDAGANGAN DALAM RANGKA BERGABUNGNYA PASAR DESA SILUWOK KE PASAR JOM

Survey KHL

Tiga Informasi Penting Dalam Rakor LPMK, RW dan RT



.:: Artikel ::::::::.

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah

22 Desember Hari Ibu; Hargailah Ibu

Pertumbuhan Penduduk dan Kualitas Hidup Kita

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini