PEMKAB KULONPROGO TETAP MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA PANGHAYAT KEPERCAYAAN


Kindcu Kembali Nahkodai IMKP

SMPN 1 Galur Bantu Korban Tanah Longsor Banjarnegara

RCYP-Kulon Progo Jalin Kerjasama

Bupati : Gotong Royong Mungkasi Karyo

Pendekatan Budaya Perlu untuk Menurunkan Resiko Bencana

Wabup Buka Pelatihan BKM

 

Sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : 43 Tahun 2009/Nomor : 41 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelayanan Kepada Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka Pemerintah Daerah memberikan pelayanan kepada Penghayat Kepercayaan yang meliputi pelayanan administrasi organisasi Penghayat Kepercayaan, pemakaman dan sasana sarasehan. Namun dalam memberikan pelayanan kepada Penghayat Kepercayaan, harus tetap memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan masyarakat, menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati, dan saling percaya antara Penghayat Kepercayaan dengan masyarakat, serta mengoordinasikan kegiatan instansi vertikal dan perangkat daerah di provinsi dalam pemeliharaan kerukunan antara Penghayat Kepercayaan dengan masyarakat.


Dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Bersama Mendagri dan Menbudpar tersebut, Kantor Kesbaglinmas menyelenggarakan Sarasehan Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) yang dilaksanakan di Gedung Binangun, Kompleks Kantor Pemkab Kulonprogo, Rabu (23/05).


Dalam acara tersebut, Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), atas nama Pemerintah Daerah, memberikan spirit dan dorongan supaya para penghayat dapat berkembang dengan baik dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Jika ditemui peraturan-peraturan yang dianggap rumit, pemerintah dan para pemeluk perlu untuk duduk bersama untuk saling membahas secara aktif. Untuk itu Bupati berharap agar aparat pemerintah dari tingkat kabupaten hingga desa supaya proaktif memberikan sosialisasi terkait dengan adanya peraturan bersama ini.


Bupati menjelaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak ada istilah kelompok masyarakat yang terbuang atau tidak terurus, namun dalam memberikan pelayanan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ada dari pemerintah. Termasuk juga dengan para penghayat kepercayaan.


Dalam kesempatan tersebut, bupati berpesan supaya masyarakat tidak memberikan pendapat tanpa dasar yang kuat, artinya setiap pendapat harus berdasarkan referensi yang benar bukan hanya berasal dari dugaan ataupun nafsu pribadi. Jika pendapat didasarkan pada referensi yang benar, maka tidak merasa paling benar sendiri atau yang sering disebut sebagai I know-I know syndrome. Selanjutnya Bupati berharap kepada para penghayat kepercayaan untuk memberikan suasana yang sejuk di tengah masyarakat dan tidak menjadi orang yang temperamental.


Untuk bisa menjaga kedamaian masyarakat, para penghayat kepercayaan dianjurkan untuk mencoba menghayati diri sendiri, sehingga diri bisa lebih tertata danpada gilirannya menjadikan ketenangan dalam masyarakat.


Terkait dalam usaha membangun Kulonprogo, Bupati memohon dukungan dari para penghayat kepercayaan dalam mensukseskan pembangunan dan mengabdi pada masyarakat Kulonprogo, antara lain mensukseskan gerakan bela Kulonprogo dan Beli Kulonprogo. (mc)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Kindcu Kembali Nahkodai IMKP

SMPN 1 Galur Bantu Korban Tanah Longsor Banjarnegara

RCYP-Kulon Progo Jalin Kerjasama

Bupati : Gotong Royong Mungkasi Karyo

Pendekatan Budaya Perlu untuk Menurunkan Resiko Bencana



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Anemia Kurang Zat Besi (Bagian I)

Pengembangan Kewirausahaan Masyarakat Jangkaran

Rotary Club Akan Mengadakan Baksos di RSUD Nyi Ageng Serang

Total Pendaftar Seleksi Pegawai Non PNS Capai 3.453 orang

Ka Dinkes Umumkan Kewaspadaan Peserta Pada Proses Seleksi Tenaga Non PNS BLUD Puskesmas

Pemantapan Persiapan Penilaian Kesehatan Koperasi

Konsumsi Ikan di Indonesia

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Nyi Ageng Serang

Koperasi Tenun Mumbul akan Memproduksi Tenun Lurik Untuk Seragam PNS

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 26 Januari 2015

Penundaan Seleksi PT. Yokogawa Batam

Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Waspada DBD Dinkes Gencarkan PSN

Hari Pertama Pendaftaran Pegawai Non PNS Capai 1242 Pendaftar

Biasakan Makan Ikan Sejak Kecil Agar Cerdas

Gerbosari Deklarasikan Bebas Buang Air Besar Sembarangan

Penamaan Jalan Desa Dinilai Kurang Valid

Hari Gizi Nasional 25 Januari

Pembukaan Masa Sidang ke II DPRD Kulonprogo Tahun 2015

Diharapkan kapal sudah dapat masuk Pelabuhan Tanjung Adikarta

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 22 Januari 2015

RSUD NYi Ageng Serang Ganti Nomor Telepon

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit Wates

Perempuan sebagai Penyokong Pertumbuhan Ekonomi

Kandungan Zat Gizi untuk Kecerdasan dalam Ikan



.:: Artikel ::::::::.

PATEN : Kecamatan Yang Mensejahterakan Rakyat (bagian Ke Empat)

Kelurahan Wates Pasca Alih Status (bagian Pertama)

Kewirausahaan

Agribisnis

Sistem Perkandangan Ternak Kambing