PEMKAB KULONPROGO TETAP MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA PANGHAYAT KEPERCAYAAN


37 KUBE Dapat Pelatihan dan Bantuan Alat

12 .909 Rumah di Kulon Progo Belum Menikmati Listrik

Kompetisi Penilaian LPPD Semakin Berat

Bela Beli Kulon Progo Harus Dipahami dengan Benar

Dharma Wanita Persatuan UGM Bakti Sosial di Tuksono

Bupati Melantik Joko Purnomo Sebagai Dirut Bank Pasar Kulon Progo

 

Sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : 43 Tahun 2009/Nomor : 41 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelayanan Kepada Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka Pemerintah Daerah memberikan pelayanan kepada Penghayat Kepercayaan yang meliputi pelayanan administrasi organisasi Penghayat Kepercayaan, pemakaman dan sasana sarasehan. Namun dalam memberikan pelayanan kepada Penghayat Kepercayaan, harus tetap memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan masyarakat, menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati, dan saling percaya antara Penghayat Kepercayaan dengan masyarakat, serta mengoordinasikan kegiatan instansi vertikal dan perangkat daerah di provinsi dalam pemeliharaan kerukunan antara Penghayat Kepercayaan dengan masyarakat.


Dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Bersama Mendagri dan Menbudpar tersebut, Kantor Kesbaglinmas menyelenggarakan Sarasehan Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) yang dilaksanakan di Gedung Binangun, Kompleks Kantor Pemkab Kulonprogo, Rabu (23/05).


Dalam acara tersebut, Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), atas nama Pemerintah Daerah, memberikan spirit dan dorongan supaya para penghayat dapat berkembang dengan baik dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Jika ditemui peraturan-peraturan yang dianggap rumit, pemerintah dan para pemeluk perlu untuk duduk bersama untuk saling membahas secara aktif. Untuk itu Bupati berharap agar aparat pemerintah dari tingkat kabupaten hingga desa supaya proaktif memberikan sosialisasi terkait dengan adanya peraturan bersama ini.


Bupati menjelaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak ada istilah kelompok masyarakat yang terbuang atau tidak terurus, namun dalam memberikan pelayanan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ada dari pemerintah. Termasuk juga dengan para penghayat kepercayaan.


Dalam kesempatan tersebut, bupati berpesan supaya masyarakat tidak memberikan pendapat tanpa dasar yang kuat, artinya setiap pendapat harus berdasarkan referensi yang benar bukan hanya berasal dari dugaan ataupun nafsu pribadi. Jika pendapat didasarkan pada referensi yang benar, maka tidak merasa paling benar sendiri atau yang sering disebut sebagai I know-I know syndrome. Selanjutnya Bupati berharap kepada para penghayat kepercayaan untuk memberikan suasana yang sejuk di tengah masyarakat dan tidak menjadi orang yang temperamental.


Untuk bisa menjaga kedamaian masyarakat, para penghayat kepercayaan dianjurkan untuk mencoba menghayati diri sendiri, sehingga diri bisa lebih tertata danpada gilirannya menjadikan ketenangan dalam masyarakat.


Terkait dalam usaha membangun Kulonprogo, Bupati memohon dukungan dari para penghayat kepercayaan dalam mensukseskan pembangunan dan mengabdi pada masyarakat Kulonprogo, antara lain mensukseskan gerakan bela Kulonprogo dan Beli Kulonprogo. (mc)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

37 KUBE Dapat Pelatihan dan Bantuan Alat

12 .909 Rumah di Kulon Progo Belum Menikmati Listrik

Kompetisi Penilaian LPPD Semakin Berat

Bela Beli Kulon Progo Harus Dipahami dengan Benar

Dharma Wanita Persatuan UGM Bakti Sosial di Tuksono



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 27 November 2014

SEMANGAT " TETAP PAGI "

KESATUAN GERAK PKK-KB-KESEHATAN DESA JATISARONO

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN RELAWAN PENANGGULANGAN BENCANA KABUPATEN KULON PROGO

Dewan Dukung Pelebaran Jalan Dudukan-Salamrejo

1 Desember RSUD Nyi Ageng Serang Siap Melayani Pasien

Penyerahan Sertifikat Indikasi Geografis untuk MPIG Gula Kelapa Kulon Progo Jogja

Pemerintah akan Revisi KUR

Puspayoga Diminta Perjuangkan Pembebasan Pajak Bagi Koperasi

Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Desa Di Gedung PKK Kabupaten Kulon Progo

SURAT EDARAN

Talkshow Kesiapan UMKM Menghadapi MEA

TUKANG TAMBAL BAN, JUALAN MIRAS…..

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 24 November 2014

RENCANA KUNJUNGAN BUPATI

Lowongan PT. JMS Batam Putri

Rekomendasi TEK Untuk Menekan Jumlah Kasus DBD Agar Tingkatkan PSN

Upacara Adat Sorogenen - Selasa, 25 November 2014

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Puskesmas Panjatan II

Tim Puskesmas Girimulyo I Menjadi Tim Terfavorit Pada Acara Gathering Keluarga Kesehatan

Pemerintah Terus Mendorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat

"Penggerebekan Miras yang bikin Resah"

Policy Brief - Redesain Program Raskin Melalui Rasda Untuk Memberdayakan Petani Lokal Kulon Progo

Kemenkominfo Dorong Transformasi UMKM Jadi e-UKM

Pembinaan Pengembangan UKM di Kecamatan Panjatan



.:: Artikel ::::::::.

Paten : Kecamatan Yang Mensejahterakan Rakyat (bagian Ketiga)

Paten : Kecamatan Yang Mensejahterakan Rakyat (Bagian Kedua)

PATEN : Kecamatan Yang Mensejahterakan Rakyat (Bagian Pertama)

Perlunya Monitoring dan Evaluasi Terhadap Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)

Gerebek Pasar, Gugah Semangat Promosi dan KIE Program KKBPK