Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Pelapor Khusus Dewan Ham PBB untuk Hak Atas Pangan Kunjungi Nglambur


Pelatihan dan Pemagangan di BLK Meningkat

Job Fair Kulon Progo 2018 Dibuka

Bimtek Kulon Progo SMART City

Wakil Bupati Halal Bi Halal Ke Pondok Pesantren

Syawalan Gubernur DIY di Kulon Progo

Dibangun Dalam Waktu 2 Bulan, Masjid Tiban Abdul Jalil Diresmikan

Ms.Hilal Elver (tengah) saat di Nglambur  

Ms.Hilal Elver, Pelapor Khusus Dewan HAM untuk Hak atas Pangan (SR on the Right to Food) terkesan dengan pengembangan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) KWT Seruni Menoreh Indah (SEMI) di Nglambur Sidoharjo Samigaluh Kulon Progo. Beliau menyampaikan sangat terkesan sekali dengan yang dilakukan di Nglambur ini dan berharap menjaga kearifan lokal dan pengetahuan yang sudah dimiliki sekarang ini, supaya jangan tergerus oleh kemajuan globalisasi.

Ms.Hilal Elver dengan beberapa pendamping mengunjungi Nglambur, Jumat (13/4/2018) ini merupakan bagian dari Pelaksanaan country visit ke Indonesia dan ditemui Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertananian RI Ir.Mulyadi Hendiawan,MM, OPD terkait dari Prop. DIY, Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Ir.Bambang Tri Budi Harsono,MM, beberapa OPD terkait, dan masyarakat Nglambur.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan komitmen Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB untuk bekerjasama dengan berbagai mekanisme HAM PBB, termasuk antara lain dengan Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Pangan. Dengan kunjungan ini diharapkan dapat mengekspose kemajuan yang telah dicapai Indonesia di bidang pangan yang mencakup upaya pemenuhan hak atas pangan serta kebijakan dan infrastruktur untuk pemenuhan dimaksud. Kegiatan dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan suatu rekomendasi bagi Pemerintah Indonesia guna meningkatkan upaya pemenuhan hak atas pangan.

Ir.Mulyadi Hendiawan,MM menyampaikan, Ms.Hilal Elver terkesan dengan pemanfaatan lahan pekarangan di Nglambur ini, sehingga desa ini sekarang berubah tidak lagi, dan menyampaikan belum pernah melihat sebaik ini.

"Ini usaha yang perlu direplikasi, untuk pengembangan diwilayah/ daerah lain, karena bisa meningkatkan gizi keluarga, kemudian pemanfaatan lahan pekarangan yang sangat baik,
Ini sudah nyata-nyata, berkembang, berhasil bagus, tidak hanya disini, beberapa tempat juga bagus, pemanfaatan pekarangan, yang sangat menolong warga" kata Ir.Mulyadi.

Ms. Hilal Elver seusai menyaksikan pemanfaatan pekarangkan di Pedukuhan Nglambur ini menyampaikan sangat terkesan sekali, karena masyarakat, dapat memanfaatkan pekarangan dengan sangat baik, bahkan diharapkan dapat menyampaikan ke daerah lain, bahkan ke negara lain agar dapat direplikasi.

"Penting sekali untuk dijaga, dilestarikan dan diduplikasi dan disebarkan ke tempat lain" kata Ms.Hilal Elver yang ditunjuk sebagai SR on the Right to Food Dwan HAM PBB.

Ms.Hilal Elver juga terkesan dengan ibu-petani yang masih muda masih mengusahakan pertanian, sementara di tempat lain kita tahu banyak anak muda yang merasa pertanian itu bukan sesuatu yang keren. Dan diharapkan terus menularkan semangat pertanian ini kepada anak-anak, supaya mereka melanjutkannya dimasa depan.

"Anak-anak tetap sekolah, tetapi mereka tetap bersemangat dengan pertanian. Dan kita pastikan dimanapun mereka berada, mereka tetap mengusahakan pertanian, atau ketika mereka tidak kembali, ketika kehidupan memanggil mereka di tempat lain, mereka akan tetap mengusahakan pertanian dimanapun mereka berada." Kata Ms. Hilal Elver.

Hilal Elver juga senang sekali melihat contoh di KWT Seruni Menoreh Indah (SEMI) ini, karena sekarang orang tidak bisa kasih alasan apapun, karena disini di lahan sempit pun bisa diupayakan untuk menanam sayuran.

"Di negara barat seperti Amerika dan Eropa, kembali bertani itu sesuatu yang sedang booming, lagi trendy, orang-orang membikin kebun kecil di balkon apartemen, mereka baru memulai, sementara kita disini sudah melakukannya sejak lama. Jangan sampai kita berhenti karena kita tidak menganggap tidak keren, karena di luar negeri sekarang lagi keren, lagi trending disana." Kata Hilal Elver.


Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo menyampaikan, prinsip Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) adalah Pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan), Menjaga kelestarian melalui kebun bibit desa menuju peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Pemkab Kulon Progo mengembangkan KRPL dalam rangka mengentaskan desa rawan pangan. Sebelumnya di Kulon Progo terdapat 36 (tiga puluh enam) desa rawan pangan, namun sekarang tinggal 6 (enam) desa yang tersebar di Kecamatan Sentolo, Kokap, Girimulyo, Samigaluh. KRPL sangat efektif dalam mempercepat pengentasan desa rawan pangan. Saat ini di Kulon Progo terdapat 35 (tiga puluh lima) unit KRPL yang tersebar di 12 (dua belas) kecamatan. Pengembangan KRPL berasal dari APBD kabupaten 30 (tiga puluh) unit, dan APBN sebanyak 5 (lima) unit. Pada tahun 2018 ini, Pemkab Kulon Progo menargetkan menambah 15 KRPL rinciannya 10 KRPL dibangun menggunakan APBD, sisanya lewat APBN" kata Drs.H.Sutedjo.

Konsep ini juga dinilai selaras dengan semangat Pemerintah Kulon Progo dalam menggelorakan semangat warga kulon Progo untuk mencintai produk lokal melalui semangat Bela Beli Kulon Progo dan slogan "Nek iso nandur ngopo tuku, nek iso gawe ngopo tuku" dengan memanfaatkan apapun yang ada di sekitar kita.
(at@humaskp)

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Pelatihan dan Pemagangan di BLK Meningkat

Job Fair Kulon Progo 2018 Dibuka

Bimtek Kulon Progo SMART City

Wakil Bupati Halal Bi Halal Ke Pondok Pesantren

Syawalan Gubernur DIY di Kulon Progo



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PENGUMUMAN PENDAFTARAN CALON PESERTA PELATIHAN KEBANDARUDARAAN AIRLINES STAFF dan GROUND STAFF 2018

SAFARI JUM'AT DI MASJID NUR HIDAYAH NANGGULAN

SAFARI JUM'AT DI MASJID NUR HIDAYAH NANGGULAN

Geopark Indonesia Mendunia

Transformasi Koperasi Indonesia

Kabupaten Kulon Progo Melepas 333 Calon Haji 2018

Asyiknya Nobar Piala Dunia di Perpusda

Workshop Implementasi District Health Information System Software (DHIS2)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulon Progo Pererat Kerjasama Kemitraan dengan BPBI Abiyoso

Menyongsong API: Dinas Pariwisata Kulon Progo gelar Jumpa Pers

10 Motif Batik Paling Populer di Indonesia

Pak Ndut (Drs. Mardiya) Suarakan Program Pembangunan Lewat Lagu

Peserta Lolos Seleksi Administrasi Pengadaan Tenaga Bantu Pendidikan Non PNS Gelombang II

ATM, Jurus Jitu Memulai Usaha

Pembinaan Linmas Desa Karangsari Persiapan Pengamanan Pemilu 2019

Pembuatan Sumur Bor oleh Tagana Kab. Kulon Progo

Harganas Kulon Progo Dipusatkan di Sentolo

NASA NANGGULAN PENUH HARU DAN PENGHARAPAN..

Pertemuan Forum Masyarakat Kearsipan di Gunung Kidul

Surat Edaran Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun 2018

Lowongan Kerja GURU AGAMA ISLAM - SD MUHAMMADIYAH BEDOYO

HATI-HATI PENIPUAN PENERIMAAN PNS 2018

Acara Tahunan Jogja OPEN Artistic Swimming Resmi Dibuka

Diskominfo Kulon Progo Tuntas Selenggarakan Forum Data

Gaungkan Semarak Asian Games



.:: Artikel ::::::::.

Devinfo dan Manfaatnya Dalam Pengembangan Program KKbpk

Mengenal Sekolah Siaga Kependudukan

Mewujudkan Masyarakat Berwawasan Kependudukan Melalui Pendidikan Kependudukan

Gerakan Berbasis Hati

Tantangan Pengendalian Penduduk Kulon Progo Tahun 2018