Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Pembangunan Relokasi Warga Dimulai


Tim Bedah Rumah Kulon Progo Kunjungi Gunung Kelir

Peringatan Hari Kartini dan Otonomi Daerah

Puncak Acara Gerakan TBBS dan Peringatan Hari Bumi

Tim BBGRM Kunjungi Kerajinan Batik

BBGRM di Kalibawang

Wisata Goa Batu Jonggol Salah Satu Yang Diresmikan Saat BBGRM dan Hkg PKK

 


Penjabat Bupati Kulon Progo lakukan peletakan Batu Pertama di Desa Jangkaran, sebagai tanda dimulainya pembangunan relokasi permukiman warga terdampak pembangunan bandara di Kulon Progo. Setelah Desa Jangkaran, direncanakan pembangunan relokasi di Desa Glagah, Palihan, Kebonrejo dan Janten juga segera menyusul.

"Berangkat dimulai MoU antara PT.AP I, Pemda DIY dan Pemkab Kulon Progo. Pemkab Kulon Progo memfasilitasi tanah Kas Desa dan dukungan dana APBD terkait land clearing. Dari fasilitasi tanah Kas Desa di 5 Desa terdampak, total tanah Kas Desa seluas 12,4 Ha, dan tanah Magersari seluas 9.100 m2" kata Penjabat Bupati Kulon Progo Ir.Budi Antono,MSi, seusai melakukan peletakan Batu Pertama di Desa Jangkaran, Jumat (17/3/2017).

Dijelaskan prinsip MoU adalah penegasan peran, siapa mengerjakan apa. PT.Angkasa Pura I memfasilitasi rapat - rapat koordinasi dan semuanya untuk mendukung terealisasinya relokasi warga terdampak bandara baru yang ada di Kulon Progo. Pemerintah Daerah DIY mendukung dengan dukungan lewat APBD, yaitu perekrutan fasilitator pendamping pembangunan relokasi.

Dengan peletakan batu pertama di Jangkaran ini, Budi Antono berharap segera diikuti oleh 4 desa lainnya. Peletakan batu pertama di Jangkaran ini untuk 4 (empat) KK dengan membangun 4 (empat) unit rumah dengan luas tanah masing-masing 200 m2 dengan Tipe rumah yang berbeda, Sukarjo dan Surodin memilih type 100, Mustakim memilih type 60 sedang Turiyanto memilih type 36.

"Harapannya peletakan ini secepatnya ditindaklanjuti, diikuti di desa lain.
Dari Desa Glagah sebanyak 36 KK menyatakan siap membangun, Palihan 30 KK, Kebonrejo 23 KK dan Janten 54 KK" kata Budi Antono.

Diharapkan pelaksanaan pembangunan juga sesuai jadwal yang direncanakan, pelaksanaan kontruksi rumah, fasilitas umum, fasiilitas sosial akan selesai dalam waktu 3 (tiga) bulan atau memakan waktu 90 hari.

Muh Mansyur,ST,MSi Ka Bid Cipta Karya Dinas PUP-ESDM Pemda DIY menyampaikan, pembangunan rumah relokasi warga terdampak dilakukan oleh kelompok masyarakat sendiri dengan dilakukan pendampingan dari Konsultan Rekompak untuk mendampingi pembangunan dan spesifikasi yang sesuai dengan
rumah tahan gempa.

"Harga standar ideal 2,200 juta/m2 dikalikan luas bangunan. Kecepatan (pembangunan) tergantung ketersediaan bahan dan tukang" kata Mansyur

Camat Temon Joko Prasetyo menyampaikan, untuk Desa Jangkaran terdiri 1 kelompok dengan Ketua Sukarjo, Sekretaris Surodin, Bendahara Mustakim Anggota Turiyanto.

Dalam peletakan batu pertama ini selain dihadiri Penjabat Bupati Kulon progo Ir.Budi Antono,MSi, juga hadir direksi PT AP I, Ketua BPD DIY Cabang Wates, Fasilitator Pendamping Masyarakat, Forkompinda, Kepala OPD, Camat Temon, 5 (lima) Kepala Desa terdampak.

"Dan syukur alhamdulillah ternyata dari 278 KK membeli dengan luasan 200 meter, sedangkan untuk tipe yang dipilih oleh warga masyarakat kami tawarkan tipe 36, tipe 45, tipe 60, dan tipe 100, Ternyata pilihannya bervariasi ada yang 36, ada yang 45, ada yang 60 dan ada yang 100, itu pun kami masih memberikan keleluasaan memilih dalam 1 tipe masih kami tawarkan 2 opsi denah, karena bisa saja masyarakat menginginkan kamar tidurnya ada di sebelah kanan ruang tamu, bisa saja masyarakat memilih kamar tidurnya di sebelah kiri ruang tamu, atau dapurnya deket dengan simbah bisa itu terjadi ,sehingga semuanya kami semua memberikan kemudahan" kata Budi Antono. (at@humaskp)

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Tim Bedah Rumah Kulon Progo Kunjungi Gunung Kelir

Peringatan Hari Kartini dan Otonomi Daerah

Puncak Acara Gerakan TBBS dan Peringatan Hari Bumi

Tim BBGRM Kunjungi Kerajinan Batik

BBGRM di Kalibawang



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pendidikan Kependudukan Perlu Diberikan Sejak SD

Upacara Peringatan Hari Kartini

Peringatan Hari Kartini dan Hari Otonomi Daerah Tahun 2018

Mahasiswa Fisipol UGM belajar tentang Kebijakan “Bela-beli Kulon Progo”

KEJUARAAN RENANG INDAH TINGKAT INTERNASIONAL

Seleksi PT Dagsap Endura Eatore di SMK Negeri 2 Pengasih

Lowongan Kerja Sebuah Perusahaan Besar di Batam - Laki-laki

SMA N 2 Wates Juara Provinsi Cerdas Cermat Keterbukaan Informasi

LKJIP Dinas Kominfo

RENSTRA Dinas Kominfo

IKU SKP Dinas Kominfo

Perjanjian Kinerja tahun 2018 Dinas Kominfo

Pengumuman Pemenang Lomba Guru dan Kasek Berprestasi 2018

Perubahan Perjanjian Kinerja tahun 2017 Dinas Kominfo

Rencana Aksi Kominfo

RKT tahun 2017

SMA N 2 WATES JUARA PERTAMA LOMBA KETERBUKAAN INFORMASI

SEMINAR "KARTINI TANGGUH JAMAN NOW"

DIBUKA SELEKSI JPT KEPALA DPU

KUNJUNGAN KERJA DPMPT KAB GUNUNG KIDUL KE DPMPT KAB. KULON PROGO

Puncak Acara Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dan Hari Bumi

Puncak Acara Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dan Hari Bumi

Lowongan Kerja OPTIK YANINDO WATES

Seleksi CV Karya Hidup Sentosa di SMK Negeri 2 Pengasih

Lowongan Kerja MUNCUL GROUP



.:: Artikel ::::::::.

Mewujudkan Masyarakat Berwawasan Kependudukan Melalui Pendidikan Kependudukan

Gerakan Berbasis Hati

Tantangan Pengendalian Penduduk Kulon Progo Tahun 2018

Tantangan Advokasi Kie Program KKBPK Tahun 2018

Kampung KB Wahana Pemberdayaan Masyarakat