Pemerintah Prioritaskan Empat Daerah jadi Kawasan Ekonomi Khusus


Kementerian Perindustrian memilih empat daerah yang dijadikan prioritas pengembangan industri yang masuk dalam kawasan ekonomi khusus (KEK). Keempat daerah itu adalah Sei Mangkei, Dumai, Bitung dan Kulonprogo.


  "Model industrinya harus terintegrasi, ada pariwisata, perumahan, sekolahan, lembaga research, dan ruang hijau," ujar Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Dedi Mulyadi.


  Seimangke dan Dumai yang terletak di Sumatra ditetapkan sebagai pusat industri pengolahan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Di kedua daerah itu terdapat komitmen investasi sebesar Rp23 triliun untuk mengembangkan industri crude palm oil.


  Komitmen investasi di Sei Mangke sebesar Rp10,9 triliun, antara lain dari Unilever Indonesia sebesar Rp1,2 triliun, Ferrostal Rp3,6 triliun dan pupuk sebesar Rp1,8 triliun. "Sisanya kerjasama PT Perkebunan Nusantara III," jelas Dedi. Sementara untuk infrastruktur Rp90.596 miliar, SDM dan IPTEK Rp118,5 miliar.


  Untuk komitmen investasi di Dumai, sebesar Rp12,4 triliun dan didominasi oleh perusahaan CPO, WIlmar. Untuk infrastruktur sebesar Rp37,6 miliar serta SDM dan iptek sebesar Rp145 miliar.


  Di Bitung yang terletak di Sulawesi, tambahnya, akann dijadikan pelabuhan hub internasional dan Kulonprogo akan dijadikan basis industri besi baja di Yogyakarta. "Itu sudah ada investornya, tahun ini akan dibuat pabrik," ungkapnya.


  Keempat wilayah tersebut merupakan prioritas pengembangan industri diantara 31 industri yang rencananya dikembangkan dalam enam koridor ekonomi.

 
  Dedi menjelaskan, untuk Koridor Ekonomi Sumatera selain Sei Mangke dan Dumai terdapat Sei Bamban dan Sorolangun untuk industri karet. Tanjung Buton untuk industri penunjang Migas, Muara Enim untuk industri karet dan batu bara, Karimun untuk industri perkapalan, Bangka untuk  industri timah. Tanjung Api-api untuk industri gasifikasi batu bara, dan cilegon industri besi dan baja.

 
  "Di Sumatera ada 10 pusat pertumbuhan yang akan di bangun, 2 yang benar-benar berkaitan dengan agro yaitu sei mangke dan dumai yang merupakan prioritas," tuturnya.


  Koridor ekonomi Jawa selain Kulonprogo untuk industri besi baja, terdapat 6 pengembangan industri lain, yakni Karawang/Purwakarta untuk industri permesinan dan alat transportasi, Bandung untuk industri telematika, Lamongan untuk industri perkapalan, Gresik untuk industri petrokimia, Majalengka dan Boyolali untuk industri tekstil.


  "Boyolali akan dikembangkan bersama Korea untuk tekstil, jadi pengembangannya unk tekstil yang bersifat kering karena keterbatasan air," ujar Dedi.


  Di Kalimantan terdapat Mempawah dan Tayan dikembangkan untuk industri smelter/chemical grade alumina, Puruk Cuhu untuk industri batubara, Maloy untuk industri turunan CPO, Batu licin untuk industri besi baja.


  Koridor ekonomi Sulawesi, selain Bitung yang dijadikan pelabuhan hub internasiona, terdapat Palu dan Gowa yang akan dikembangkan untuk industri Kakao, Soroako untuk industri Feronikel, Donggi Senoro untuk industri petrokimia, Mandiodo dan Pomalaa untuk industri ferronikel.


  Sedangkan untuk koridor ekonomi Papua - Maluku, di Halmahera timur adalah untuk industri ferronikel, Tangguh untuk industri petrokimia, Timika untuk industri tembaga. (Penulis : Ayomi Amindoni Minggu, 18 Maret 2012)

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Kepedulian Perantau Terhadap Kulon Progo Sangat Tinggi

PNS Kulon Progo Libur Lebaran 9 Hari

Majlis Dhuha Santuni 250 Anak Yatim Piatu dan Duafa

Usai Sholat Ied Bupati dan Wabup Gelar Open House

Bupati Serahkan Santunan Kepada 208 Abang Becak



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pentas Seni Budaya Kulon Progo

Pentas Seni Budaya Kulon Progo

Gairah berkoperasi di tanah air makin meningkat

Antisipasi Saat Lebaran, Beberapa Puskesmas Non Rawat Inap Buka Sampai Jam 20.00

LAUNCHING HASIL PENDATAAN KELUARGA DAN PENDUDUK MISKIN KULON PROGO 2013

Layanan Perpustakaan Libur 9 Hari

Buka Puasa Bersama

Pentasyarufan BAZCAM

Jelang Lebaran Kadinkes Instruksikan Kesiapan Puskesmas Via SMS Center

LIBUR DAN CUTI BERSAMA RSUD WATES

Karyawan-karyawati Dinas Koperasi dan UMKM Libur Lebaran 9 Hari

Koperasi Galang Kekuatan Hadapi Pasar Bebas ASEAN

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 24 Juli 2014

Open House Idul Fitri 1435h

Penukaran uang

Deklarasi PNS sebagai Orang Tua Asuk KK Miskin

Pemberitahuan Kepada Pemilik Toko dan Warung terkait Perda Kawasan Tanpa Rokok

Bedah Menoreh, Membuka Peluang Kulon Progo Wilayah Utara

" TKPK AWARD TAHUN 2013 "

" DEKLARASI PENDAMPINGAN KK MISKIN "

Buka Bersama Karyawan-karyawati Dinas Koperasi dan UMKM

Serah Terima Alsintan Kepada Kelompok Tani Kulon Progo

Deklarasi Peran PNS Sebagai Pendaping Keluarga Miskin

Dinas Koperasi dan UMKM selenggarakan Pasar Rakyat Jelang Lebaran

INDUSTRI KREATIF: Pemerintah Dukung Lembaga Inkubator Perkuat UKM



.:: Artikel ::::::::.

Melalui Momentum Hari Keluarga Kita Bangkitkan Kepedulian Membangun Keluarga Sejahtera

Perencanaan Sistem Kependudukan (2)

Perencanaan Sistem Kependudukan (1)

Rekayasa Antisipasi Bencana

Tantangan Program KKB Makin Berat