Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Pemerintah Prioritaskan Empat Daerah jadi Kawasan Ekonomi Khusus


Kementerian Perindustrian memilih empat daerah yang dijadikan prioritas pengembangan industri yang masuk dalam kawasan ekonomi khusus (KEK). Keempat daerah itu adalah Sei Mangkei, Dumai, Bitung dan Kulonprogo.


  "Model industrinya harus terintegrasi, ada pariwisata, perumahan, sekolahan, lembaga research, dan ruang hijau," ujar Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Dedi Mulyadi.


  Seimangke dan Dumai yang terletak di Sumatra ditetapkan sebagai pusat industri pengolahan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Di kedua daerah itu terdapat komitmen investasi sebesar Rp23 triliun untuk mengembangkan industri crude palm oil.


  Komitmen investasi di Sei Mangke sebesar Rp10,9 triliun, antara lain dari Unilever Indonesia sebesar Rp1,2 triliun, Ferrostal Rp3,6 triliun dan pupuk sebesar Rp1,8 triliun. "Sisanya kerjasama PT Perkebunan Nusantara III," jelas Dedi. Sementara untuk infrastruktur Rp90.596 miliar, SDM dan IPTEK Rp118,5 miliar.


  Untuk komitmen investasi di Dumai, sebesar Rp12,4 triliun dan didominasi oleh perusahaan CPO, WIlmar. Untuk infrastruktur sebesar Rp37,6 miliar serta SDM dan iptek sebesar Rp145 miliar.


  Di Bitung yang terletak di Sulawesi, tambahnya, akann dijadikan pelabuhan hub internasional dan Kulonprogo akan dijadikan basis industri besi baja di Yogyakarta. "Itu sudah ada investornya, tahun ini akan dibuat pabrik," ungkapnya.


  Keempat wilayah tersebut merupakan prioritas pengembangan industri diantara 31 industri yang rencananya dikembangkan dalam enam koridor ekonomi.

 
  Dedi menjelaskan, untuk Koridor Ekonomi Sumatera selain Sei Mangke dan Dumai terdapat Sei Bamban dan Sorolangun untuk industri karet. Tanjung Buton untuk industri penunjang Migas, Muara Enim untuk industri karet dan batu bara, Karimun untuk industri perkapalan, Bangka untuk  industri timah. Tanjung Api-api untuk industri gasifikasi batu bara, dan cilegon industri besi dan baja.

 
  "Di Sumatera ada 10 pusat pertumbuhan yang akan di bangun, 2 yang benar-benar berkaitan dengan agro yaitu sei mangke dan dumai yang merupakan prioritas," tuturnya.


  Koridor ekonomi Jawa selain Kulonprogo untuk industri besi baja, terdapat 6 pengembangan industri lain, yakni Karawang/Purwakarta untuk industri permesinan dan alat transportasi, Bandung untuk industri telematika, Lamongan untuk industri perkapalan, Gresik untuk industri petrokimia, Majalengka dan Boyolali untuk industri tekstil.


  "Boyolali akan dikembangkan bersama Korea untuk tekstil, jadi pengembangannya unk tekstil yang bersifat kering karena keterbatasan air," ujar Dedi.


  Di Kalimantan terdapat Mempawah dan Tayan dikembangkan untuk industri smelter/chemical grade alumina, Puruk Cuhu untuk industri batubara, Maloy untuk industri turunan CPO, Batu licin untuk industri besi baja.


  Koridor ekonomi Sulawesi, selain Bitung yang dijadikan pelabuhan hub internasiona, terdapat Palu dan Gowa yang akan dikembangkan untuk industri Kakao, Soroako untuk industri Feronikel, Donggi Senoro untuk industri petrokimia, Mandiodo dan Pomalaa untuk industri ferronikel.


  Sedangkan untuk koridor ekonomi Papua - Maluku, di Halmahera timur adalah untuk industri ferronikel, Tangguh untuk industri petrokimia, Timika untuk industri tembaga. (Penulis : Ayomi Amindoni Minggu, 18 Maret 2012)

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Dr. Hasto Sosialisasi KTR di Magelang dan Kendal

Kementrian Kesehatan Tunjuk Bupati Kulon Progo Promosikan KTR

Pengukuhan Dekranasda Kulon Progo, Penguatan Industri Kerajinan Lokal Jadi Bahasan Utama

Kulon Progo Segera Miliki Arsitektur Khas Kulon Progo

Bupati Kulon Progo Terima Anugrah Pandu Negeri 2017



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pembekalan Tenaga Kerja Pengelola Wisata dan Souvenir Taman Sungai Mudal

Penyerahan Ijasah/Sertifikat Peserta Pelatihan Satpam Angkatan II Program CSR PT. Angkasa Pura I

Modus Pencurian Dengan Memecah Kaca Mobil dan Uang 300 Juta Raib

KADES BANJARSARI KUKUHKAN KIM SUMBER WARAS

SENAM PAGI BERSAMA FORMI KECAMATAN WATES

Perkembangan Harga Pokok Kabupaten Kulon Progo per 16 November 2017

Siperi Jempol, Tingginya Kesadaran Masyarakat Terhadap Izin

SOSIALISASI DAN SELEKSI PT. RUBYCON BATAM

Talk Show Manajemen Cinta

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo adakan Edukasi UMKM Go Online

Pelatihan, Sertifikasi dan Magang di BDI

Lowongan Kerja PT.PUSTAKA INSAN MADANI YOGYAKARTA

LINDUNGILAH KELUARGA ANDA DARI PENULARAN BATUK DAN

Lowongan Kerja PT.KUSUMA SANDANG MEKARJAYA YOGYAKARTA

Lowongan Kerja ACE HARDWARE / INFORMA

Lowongan Kerja di BATAM (WANITA)

Workshop Kewirausahaan di Selenggarakan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates

Lowongan Kerja PT. BUSANAREMAJA AGRACIPTA KLODRAN (LAKI-LAKI)

PELATIHAN KELOMPOK BINAAN UPK KECAMATAN PANJATAN TAHUN 2017

Lowongan Kerja SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN (STTKD) YOGYAKARTA

Upacara Hari Pahlawan

Perkembangan Harga Pokok Kabupaten Kulon Progo per 13 November 2017

Maling Gasak Motor dan Uang Tunai

Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kulon Progo di Kukuhkan

Penggalangan Dana Untuk Membangun Pondok Pesantren



.:: Artikel ::::::::.

Kampung KB di Kulon Progo, Butuh Sinergitas Semua Pihak

Membangkitkan Semangat Hidup Lansia Melalui Perilaku Hidup Sehat

Tips Menjadikan IUD Kontrasepsi Pilihan

Monev PATEN Ke-4 di Kulon Progo

Menyemangati Masyarakat Lewat Lagu, Mungkinkah