Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Pengolahan Limbah Serabut Kelapa oleh Mahasiswa UGM


Penandatanganan Kerjasama Kulon Progo dan Purworejo

Ekspose Dokumen Roadmap Pemenuhan SPM Dikdas Kabupaten Kulon Progo

Bupati Cek Lokasi Relokasi Warga Terdampak Bandara

Desa Karangsari Siap Dukung Keterbukaan Informasi Publik

Wujudkan Laut Biru dan Pantai Bersih Lestari

Bupati Resmikan Taman Kota

 

Tim PKM M (Program Kreativitas Mahasiswa) Pengabdian Masyarakat UGM tahun 2012 yang berada di wilayah Kulon Progo melakukan kegiatan pengolahan limbah serabut kelapa menjadi barang industri rumah tangga bernilai tinggi. Program ini digawangi oleh Agustina, Ismianti, Ahmad Juwari, Ari Akbar dan Wibowo Prasetyo. Tim program ini melakukan kegiatan dengan menggandeng ibu-ibu PKK yang berada di dusun Sungapan untuk bersama-sama mengolah serabut kelapa yang sering dijumpai di wilayah mereka. Serabut kelapa yang biasanya hanya digunakan sebagai sapu, keset, maupun dibuang begitu saja disulap oleh para mahasiswa ini menjadi barang yang bernilai jual tinggi.


Industri pengolahan serabut kelapa yang ada di daerah Kulon Progo menjadi industri yang potensial untuk dikembangkan di daerah ini mengingat sumber daya alam di Kulon Progo yang banyak terdapat pohon kelapa yang bernilai ekonomi tinggi. Pentingnya menggandeng masyarakat sebagai pelaku utama industri pengolahan limbah merupakan bagian dari pembangunan ekonomi yang berbasiskan pada masyarakat, sejauh ini kelompok-kelompok masyarakat sepertihalnya PKK belum menjadi motor penggerak, oleh karenanya PKM M ini mencoba untuk menumbuhkan industri yang memang dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat sendiri.
Program pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan limbah serabut kelapa ini telah melakukan beberapa kegiatan dari tahap awal (sosialisasi) hingga pada tahap pelaksanaan, dimana masyarakat dengan fasilitasi dari mahasiswa melakukan penyemprotan serabut kelapa untuk bisa direkatkan satu sama lain. Serabut kelapa yang sudah direkatkan satu sama lain tersebut kemudian dibentuk sesuai dengan apa yang dikehendaki, saat ini bentuk bantal menjadi bentuk yang dibuat oleh masyarakat tetapi demikian tidak menutup kemungkinan bentuk-bentuk lain yang berguna dalam keseharian kita. Bantal ini dijual dengan harga berkisar antara Rp 30.000,- hingga Rp 75.000,- tergantung jenis dan ukurannya.


Sambutan dan penerimaan masyarakat terhadap berjalannya program menunjukkan antusiasme yang tinggi. Warga sangat berharap program ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan sehingga desa mereka dapat menjadi desa pengolahan limbah serabut kelapa dan hasil dari pengolahan serabut kelapa ini dapat meningkatkan pendapatan mereka.


Produk-produk yang berhasil dibuat oleh masyarakat ini di-launching hari Minggu, 29 April 2012 oleh Asda III, Djoko Kus Hermanto dan Staf Ahli Bupati, Sumarsono. Dalam acara ini tidak hanya produk yang di-launching tetapi juga Dusun Sungapan sebagai Desa Pengolahan Limbah Kelapa karena ke depannya diharapkan desa ini terus membuat berbagai variasi produk dari limbah kelapa. Usaha ini memiliki prospek yang cerah ke depannya jika dikelola dengan baik, karena pasar dari produk ini tidak hanya dalam negeri tetapi juga pasar luar negeri.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Penandatanganan Kerjasama Kulon Progo dan Purworejo

Ekspose Dokumen Roadmap Pemenuhan SPM Dikdas Kabupaten Kulon Progo

Bupati Cek Lokasi Relokasi Warga Terdampak Bandara

Desa Karangsari Siap Dukung Keterbukaan Informasi Publik

Wujudkan Laut Biru dan Pantai Bersih Lestari



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Penyerahan Dana dan Peletakan Batu Pertama Program Kotaku di Kelurahan Wates

Kunjungan Pengrajin Tas Gunungkidul ke Kulon Progo

Kelurahan Wates Gelar Musyawarah Kelurahan Tahun 2017

35 Warga Kelurahan Wates Terima Bantuan Perbaikan RTLH

Lurah Wates Pantau Sejumlah Titik Pembangunan

Sudiyo "Profil Pemungut Retribusi"

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 18 September 2017

TES KEBUGARAN KARYAWAN DINKES KULON PROGO

Upacara, Pengajian dan Rapat Koordinasi Pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan

Akrab : Studi Banding Perikanan Kabupaten Ngawi di Kulon Progo

BNI PERKENALKAN E-RETRIBUSI PASAR

Penyegaran dan Pembinaan Pemerintah Desa

Upacara dan Senam Massal Dalam Rangka Haornas ke 34 Tahun 2017 Kecamatan Pengasih

Haornas

Upacara Bendera 17 September 2017

GEBYAR ANAK KULON PROGO TAHUN 2017 BERLANGSUNG MERIAH

Meriah dan Serunya Festival Perahu Hias Among Tani Dagang Layar 2017 di Kulon Progo

Presiden Jokowi Rilis Perpres Percepatan Pelaksanaan Berusaha

Penjelasan Darmin Soal Alasan Terbitnya Perpres Kemudahan Usaha

Monitoring dan Evaluasi tentang Keterbukaan Informasi Publik di DPMPT Kab. Kulon Progo oleh Komisi I

SILATURAHMI KESBANGPOL DAN FKUB MANOKWARI

KADES JATIMULYO KUKUHKAN KIM SUMBER REJEKI

Penyelenggaraan Pengawasan dan Pembinaan Pemerintah Desa

STUDI BANDING RS PENDIDIKAN DI RSUD WATES



.:: Artikel ::::::::.

Pentingnya Membudayakan Kuhias Kenanganku

29 Juni Hari Keluarga Nasional

Kulon Progo Makin Melimpahkan Kewenangan Ke Camat

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah