Temon Wetan Wakili Kulon Progo Desa Tingkat DIY


Bupati Resmikan RMU GP3A Bogalestari Pendoworejo

Anak-anak Indonesia Butuh Kualitas Karakter, Kemampuan Literasi, dan Kompetensi

285 PNS Kulon Progo Segera Purna Tugas

KPP Pratama Wates, Dandim Bantu Bedah Rumah Korban Longsor

Warga Terdampak Bandara Audiensi dengan Bupati

Bupati Tanda Tangani 3 NPHD Rp 18 M untuk Pilkada

 

Desa Temon Wetan, Kecamatan Temon menjadi wakil Kabupaten Kulon Progo dalam lomba desa tingkat Provinsi DIY tahun 2010. Verifikasi data lapangan dilakukan Kamis (3/6) di beberapa pedukuhan sample. Sedang penyambutan tim penilai yang dipimpin PLH Kepala Biro Tata Pemerintahan Setprov DIY Abdul Kholik dilaksanakan di komples SD Temon Wetan.

Hadir pada penyambutan tersebut Bupati H Toyo Santoso Dipo, Ketua DPRD Yuliardi, S Ag, Kepala BPMPDP dan KB, Camat Temon Dra Sri Utami, M Hum, Kades Temon Wetan Puji Purwaningsih, Ketua TP PKK Hj Wiwik Toyo Santoso Dipo, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang dibacakan Abdul Kholik antara lain menyatakan, lomba desa dimaksudkan untuk menilai perkembangan pembangunan desa yang dilakukan oleh pemdes dan masyarakat. Saat ini, daerah dan desa merupakan ujung tombak pembangunan. Sehingga keterpaduan antara pemdes dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

Pemerintah, tambah Sultan, memberikan fasilitas agar masyarakat bisa lebih maju dan mampu meningkatkan kesejahteraannya. Namun karena anggaran pemerintah tidak mampu membiayai seluruh kegiatan pembangunan maka diperlukan swadaya masyarakat. "Dalam evaluasi ini nanti akan terlihat berapa besar peran swadaya masyarakat dalam pembangunan Desa temon Wetan," tandas Ngarso Dalem.

Sementara menurut Toyo, dalam beberapa tahun terakhir Desa Temon Wetan mengalami kemajuan yang cukup pesat. Baik di bidang prasarana, pendidikan, kesehatan maupun ekonomi. Kemajuan tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah desa dan masyarakat. Sehingga memang layak untuk mewakili Kulonprogo pada loba tingkat Provinsi DIY.

"Namun saya berharap, lomba ini akan semakin memacu pemdes dan masyarakat untuk lebih maju lagi. Jangan sampai hanya untuk mencapai kebutuhan sesaat, dan setelah lomba malah menjadi desa tertinggal," seloroh Toyo.

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Bupati Resmikan RMU GP3A Bogalestari Pendoworejo

Anak-anak Indonesia Butuh Kualitas Karakter, Kemampuan Literasi, dan Kompetensi

285 PNS Kulon Progo Segera Purna Tugas

KPP Pratama Wates, Dandim Bantu Bedah Rumah Korban Longsor

Warga Terdampak Bandara Audiensi dengan Bupati



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2016

Safari Jumat di Masjid Al-Furqon Boto Wetan Kembang Nanggulan

Bupati Meresmikan Rice Milling Unit (RMU) di Girimulyo

LPDB-KUMKM Kucuri Pinjaman Dana 2.000 Pengusaha Perempuan IPEMI

TANDES, Program Percepatan Pembangunan Desa di Kulon Progo

BEDAH RUMAH DI KECAMATAN SAMIGALUH

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Musi Banyuasin

RAT Koperasi Secara Elektronik Merupakan Pilihan

Sambutan Mendikbud pada Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2016

PELANTIKAN KETUA TP PKK DESA SE KECAMATAN SAMIGALUH

BPMPDPKB Sosialisasikan KB pada Tukang Becak

Gladi Bersih Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2016

Informasi Sertifikasi Guru

PEMENANG PEMILIHAN GURU DAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI

PEMBINAAN GSI DALAM RANGKA LOMBA GSI TINGKAT NASIONAL DI KECAMATAN KALIBAWANG

Lowongan Kerja PT. SINAR PUTRA PERTAM

Kunjungan Kerja Kota Bandung Tentang TKPK

SOP PENGHAPUSAN ASSET

KK Baru Sudah Tercetak

Lowongan Kerja PT. AMEYA LIVINGSTYLE INDONESIA

Lowongan Kerja PT. AMEYA LIVINGSTYLE INDONESIA

Lowongan Kerja PT. BUSANAREMAJA AGRACIPTA

Lowongan Kerja PT. BUSANAREMAJA AGRACIPTA

Bupati Kulon Progo Melaksanakan Panen Raya Padi Program GP3K di Lendah



.:: Artikel ::::::::.

Part Time Job For Students

Education System Is A Serious Problem In This Country

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

dari Kampung KB Tegiri 2 Menuju Kulon Progo Sejahtera

Inovasi Daerah : Mengganti Raskin Menjadi Rasda