Yayasan Dharmais Kembali Gelar Pelatihan Usaha Produktif


Puasa, Jam Kerja ASN Berkurang

BBGRM di Lendah dan Cara Siasati Tingginya Harga Daging Sapi

Peggy Melati Sukma Ceramah di Masjid Agung

Tiga Investor adakan Peletakan Batu Pertama serta Bantu Bedah Rumah

STKIP Purnama Jakarta KKL di Kulon Progo

Pembangunan Bandara di Kulon Progo Tidak Diragukan Lagi

 

Yayasan Dharmais bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggelar pelatihan usaha produktif bagi sejumlah santriwati yang sebagian besar merupakan anggota PKH (Program Keluarga Harapan) Kulonprogo. Pelatihan tersebut digelar dari tanggal 11 Oktober hingga 6 Desember 2012 di Balai Diklat Yayasan Dharmais, Pengasih.

Upacara pembukaan diklat tersebut dihadiri oleh Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita dan beberapa SKPD terkait. Menurut dr. Hasto, program yang dilaksanakan Yayasan Dharmais ini sangat bermanfaat bagi Kulonprogo, dan Pemkab siap menindaklanjuti hasil dari program ini.

"Program ini sinergis dengan gerakan gotong royong untuk membangun local genius yang dilakukan di Kulonprogo melalui berbagai macam kegiatan. Selain itu program ini juga membantu usaha pemkab untuk mendorong kemandirian masyarakat dan melindungi produksi lokal melalui Bela-Beli Kulonprogo," tutur dr. Hasto.

Di depan santriwati, dr. Hasto juga mendorong mereka untuk tidak patah semangat meskipun saat ini masih miskin. Tetapi dengan kejujuran, ketekunan, rajin dan tidak mengenal lelah, kehidupan sulit tersebut pasti bisa dirubah.

"Dalam bahasa Jawa ada peribahasa 'Tunggak jarak mrajak, Tunggak jati mati', artinya pepatah ini menggambarkan banyaknya orang sukses berasal dari kalangan miskin yang rajin, jujur dan bekerja keras dengan benar, namun orang dari kalangan kaya dan berkedudukan tinggi malah hidup susah karena jadi malas atau tidak jujur," tambah dr. Hasto.

Hasto menjelaskan bahwa bukan berarti tunggak (pohon) jati itu tidak diperlukan, namun di awal pertumbuhannya, pohon jarak juga perlu pohon jati untuk melindunginya. Hal ini berarti untuk mencapai keberhasilan, Pemkab Kulonprogo berusaha keras mendorong supaya orang yang sudah berkecukupan membantu tetangganya yang masih miskin. Hal ini adalah wujud kegotongroyongan seperti dalam Kelompok Asuh Keluarga Binangun.

Dalam kesempatan itu, Indra Kartasasmita menuturkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan gagasan dari mantan Presiden Soeharto untuk memberikan pelatihan kepada para remaja yang tidak bisa meneruskan sekolah. Gagasan itu diimplementasikan oleh Yayasan Dharmais melalui berbagai kegiatan, baik sosial, kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, dan kesejahteraan.

"Dalam memberikan bantuan, Presiden Soeharto mengamanatkan untuk tidak memandang asal-usul orang yang dibantu," kata Indra.

Di depan santriwati, Indra juga mengajak untuk memacu semangat dan mensyukuri bahwa pelatihan ini masih bisa dilaksanakan. Diharapkan pelatihan seperti ini dapat meningkatkan kualitas SDM, dimana SDM Indonesia tertinggal jauh dari negara lain. Untuk itu, Indra juga berharap agar Pemda serius menindaklanjuti program diklat ini sehingga para santriwati memperoleh bimbingan lanjutan.

Menurut Sukirman yang mewakili Kepala Balai Diklat Yayasan Dharmais Kulonprogo, Bari HP, peserta yang ikut akan diberikan keterampilan seperti komputer, membatik, menjahit, dan tata boga, dengan instruktur dari dinas instansi terkait di Kulonprogo. Kegiatan pelatihan usaha angkatan II ini diikuti 40 orang peserta dengan tingkat pendidikan SLTP dan SLTA yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Kulonprogo. (mc)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Puasa, Jam Kerja ASN Berkurang

BBGRM di Lendah dan Cara Siasati Tingginya Harga Daging Sapi

Peggy Melati Sukma Ceramah di Masjid Agung

Tiga Investor adakan Peletakan Batu Pertama serta Bantu Bedah Rumah

STKIP Purnama Jakarta KKL di Kulon Progo



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Perpusda Mengadakan Pelatihan SPP bersama PerpuSeru

BULAN BHAKTI GOTONG ROYONG

Turonggo Asri Meriahkan Wiwit Agung Panen Padi di Kalibawang

Mengganti Raskin Menjadi Rasda Raih Penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016

KULON PROGO TERIMA PENGHARGAAN TOP 35 INOV PELAY PUBLIK

Tiga Investor Realisasikan Investasi di Kulon Progo

POLIKLINIK SPESIALIS JANTUNG RSUD WATES

Sosialisasi Pekat oleh Sat Pol PP

Perubahan Jam Kerja ASN Selama Bulan Suci Ramadhan 1437 H

Kedapatan Threesome di Meja Hijaukan

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Pembangunan Universitas Janabadra Yogyakarta Kampus Kulonprogo

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Pembangunan Perumahan Griya Ploso Asri di Sentolo

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Penambangan dan Pengolahan Andesit PT. Agung Bara Cemerlang di

DONOR DARAH DALAM LOMBA KSI TINGKAT DIY KECAMATAN KALIBAWANG

Penilaian Lomba Kelompok Tani Berprestasi Komoditas Jagung di Sentolo

Kunjungan Kerja Bp. Wakil Bupati Kulon Progo di Galur

MARI KITA PACU HARAPAN HIDUP IBU DALAM LOMBA KECAMATAN SAYANG IBU TINGKAT DIY DI KECAMATAN KALIBAWAN

PENGISIAN PERANGKAT DESA PENDOWOREJO

BEDAH RUMAH

PEMBINAAN TPPKK

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 23 Mei 2016

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 19 Mei 2016

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 16 Mei 2016

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 12 Mei 2016

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 9 Mei 2016



.:: Artikel ::::::::.

Part Time Job For Students

Education System Is A Serious Problem In This Country

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

dari Kampung KB Tegiri 2 Menuju Kulon Progo Sejahtera

Inovasi Daerah : Mengganti Raskin Menjadi Rasda