Yayasan Dharmais Kembali Gelar Pelatihan Usaha Produktif


77 Siswa Warga Binaan Dikunjungi Bupati

PNS Kulon Progo Libur 9 Hari Selama Lebaran

Stok Pangan Cukup, Kulon Progo Siap Sambut Pemudik

Wujudkan Internet Desa, Pemkab Belajar Ke Sukoharjo

Buka Pasar Rakyat, PNS diharap ZIS pada Masyarakat Membutuhkan

Pemuda Diajak Menggali Harta Karun di Wilayah Sendiri

 

Yayasan Dharmais bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggelar pelatihan usaha produktif bagi sejumlah santriwati yang sebagian besar merupakan anggota PKH (Program Keluarga Harapan) Kulonprogo. Pelatihan tersebut digelar dari tanggal 11 Oktober hingga 6 Desember 2012 di Balai Diklat Yayasan Dharmais, Pengasih.

Upacara pembukaan diklat tersebut dihadiri oleh Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita dan beberapa SKPD terkait. Menurut dr. Hasto, program yang dilaksanakan Yayasan Dharmais ini sangat bermanfaat bagi Kulonprogo, dan Pemkab siap menindaklanjuti hasil dari program ini.

"Program ini sinergis dengan gerakan gotong royong untuk membangun local genius yang dilakukan di Kulonprogo melalui berbagai macam kegiatan. Selain itu program ini juga membantu usaha pemkab untuk mendorong kemandirian masyarakat dan melindungi produksi lokal melalui Bela-Beli Kulonprogo," tutur dr. Hasto.

Di depan santriwati, dr. Hasto juga mendorong mereka untuk tidak patah semangat meskipun saat ini masih miskin. Tetapi dengan kejujuran, ketekunan, rajin dan tidak mengenal lelah, kehidupan sulit tersebut pasti bisa dirubah.

"Dalam bahasa Jawa ada peribahasa 'Tunggak jarak mrajak, Tunggak jati mati', artinya pepatah ini menggambarkan banyaknya orang sukses berasal dari kalangan miskin yang rajin, jujur dan bekerja keras dengan benar, namun orang dari kalangan kaya dan berkedudukan tinggi malah hidup susah karena jadi malas atau tidak jujur," tambah dr. Hasto.

Hasto menjelaskan bahwa bukan berarti tunggak (pohon) jati itu tidak diperlukan, namun di awal pertumbuhannya, pohon jarak juga perlu pohon jati untuk melindunginya. Hal ini berarti untuk mencapai keberhasilan, Pemkab Kulonprogo berusaha keras mendorong supaya orang yang sudah berkecukupan membantu tetangganya yang masih miskin. Hal ini adalah wujud kegotongroyongan seperti dalam Kelompok Asuh Keluarga Binangun.

Dalam kesempatan itu, Indra Kartasasmita menuturkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan gagasan dari mantan Presiden Soeharto untuk memberikan pelatihan kepada para remaja yang tidak bisa meneruskan sekolah. Gagasan itu diimplementasikan oleh Yayasan Dharmais melalui berbagai kegiatan, baik sosial, kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, dan kesejahteraan.

"Dalam memberikan bantuan, Presiden Soeharto mengamanatkan untuk tidak memandang asal-usul orang yang dibantu," kata Indra.

Di depan santriwati, Indra juga mengajak untuk memacu semangat dan mensyukuri bahwa pelatihan ini masih bisa dilaksanakan. Diharapkan pelatihan seperti ini dapat meningkatkan kualitas SDM, dimana SDM Indonesia tertinggal jauh dari negara lain. Untuk itu, Indra juga berharap agar Pemda serius menindaklanjuti program diklat ini sehingga para santriwati memperoleh bimbingan lanjutan.

Menurut Sukirman yang mewakili Kepala Balai Diklat Yayasan Dharmais Kulonprogo, Bari HP, peserta yang ikut akan diberikan keterampilan seperti komputer, membatik, menjahit, dan tata boga, dengan instruktur dari dinas instansi terkait di Kulonprogo. Kegiatan pelatihan usaha angkatan II ini diikuti 40 orang peserta dengan tingkat pendidikan SLTP dan SLTA yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Kulonprogo. (mc)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

77 Siswa Warga Binaan Dikunjungi Bupati

PNS Kulon Progo Libur 9 Hari Selama Lebaran

Stok Pangan Cukup, Kulon Progo Siap Sambut Pemudik

Wujudkan Internet Desa, Pemkab Belajar Ke Sukoharjo

Buka Pasar Rakyat, PNS diharap ZIS pada Masyarakat Membutuhkan



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PIKET LEBARAN

UGM dan Unhas KKN Bareng di Wates

OPERASI PASAR DAN PASAR MURAH BULOG DIVRE JOGYA ISTIMEWA DI HALAMAN KECAMATAN KALIBAWANG

“Taman Terawat Dipandang Jadi Nikmat”

Pengumuman Pelayanan Pendaftaran Pencari Kerja (AK/I atau Kartu Kuning) Jumat, 8 Juli 2016

Dinas Koperasi dan UMKM Selenggarakan Pasar Rakyat Jelang Lebaran Tahun 2016

Penawaran Program Beasiswa/Pelatihan Kerja sama Teknik Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok Semester

Usul Penilaian PAK Jabatan Fungsional Guru Untuk Kenaikan Pangkat Periode Oktober 2016

Rekrutmen PPS Pilkada 2017 Telah Dibuka

PEMBANGUNAN FISIK DAN MENTAL DISAMPAIKAN BAPAK BUPATI DALAM TERAWIH TINGKAT KABUPATEN DI MASJID AB

Kuota PPDB SMA/MA/SMK Hanya Terpenuhi Pada 16 Sekolah, PPDB Sampai Dengan 16 Juli 2016

Penerbitan Surat Keterangan

PASAR MURAH MENYAMBUT RAMADHAN

LOWONGAN KERJA OPTIK IDOLA

Hari kedua PPDB On Line, Masih Terdapat 1.021 Kursi SMA/MA/SMK Kosong

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 23 Juni 2016

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 20 Juni 2016

Penyerahan Arsip Statis KPU ke Perpusda

Penyerahan Sertifikat Tanah Program PRONA Langsung ke Masyarakat

Informasi Usul Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2016

PENDAFTARAN CALON ANGGOTA PANWAS KECAMATAN

PANITIA HUT KE 71 KEMRI KECAMATAN NANGGULAN

LOWONGAN KERJA PT. BUSSAN AUTO FINANCE

Penawaran Beasiswa/Pelatihan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok

KERJA BHAKTI



.:: Artikel ::::::::.

Part Time Job For Students

Education System Is A Serious Problem In This Country

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

dari Kampung KB Tegiri 2 Menuju Kulon Progo Sejahtera

Inovasi Daerah : Mengganti Raskin Menjadi Rasda