Yayasan Dharmais Kembali Gelar Pelatihan Usaha Produktif


Direktur PDAM Dapat Penghargaan Marketeer Of The Year 2015

Tinjau UN; Bupati Minta Masukan Susun Perda Pendidikan

Siswa Jangan Tergesa-gesa Menikah

PNS dan Perangkat Desa Akan Data KK Miskin

Perbaikan Jalan Distribusi Raskin Pagerharjo Memutar

Peninjauan Jembatan Darurat di Samigaluh

 

Yayasan Dharmais bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggelar pelatihan usaha produktif bagi sejumlah santriwati yang sebagian besar merupakan anggota PKH (Program Keluarga Harapan) Kulonprogo. Pelatihan tersebut digelar dari tanggal 11 Oktober hingga 6 Desember 2012 di Balai Diklat Yayasan Dharmais, Pengasih.

Upacara pembukaan diklat tersebut dihadiri oleh Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita dan beberapa SKPD terkait. Menurut dr. Hasto, program yang dilaksanakan Yayasan Dharmais ini sangat bermanfaat bagi Kulonprogo, dan Pemkab siap menindaklanjuti hasil dari program ini.

"Program ini sinergis dengan gerakan gotong royong untuk membangun local genius yang dilakukan di Kulonprogo melalui berbagai macam kegiatan. Selain itu program ini juga membantu usaha pemkab untuk mendorong kemandirian masyarakat dan melindungi produksi lokal melalui Bela-Beli Kulonprogo," tutur dr. Hasto.

Di depan santriwati, dr. Hasto juga mendorong mereka untuk tidak patah semangat meskipun saat ini masih miskin. Tetapi dengan kejujuran, ketekunan, rajin dan tidak mengenal lelah, kehidupan sulit tersebut pasti bisa dirubah.

"Dalam bahasa Jawa ada peribahasa 'Tunggak jarak mrajak, Tunggak jati mati', artinya pepatah ini menggambarkan banyaknya orang sukses berasal dari kalangan miskin yang rajin, jujur dan bekerja keras dengan benar, namun orang dari kalangan kaya dan berkedudukan tinggi malah hidup susah karena jadi malas atau tidak jujur," tambah dr. Hasto.

Hasto menjelaskan bahwa bukan berarti tunggak (pohon) jati itu tidak diperlukan, namun di awal pertumbuhannya, pohon jarak juga perlu pohon jati untuk melindunginya. Hal ini berarti untuk mencapai keberhasilan, Pemkab Kulonprogo berusaha keras mendorong supaya orang yang sudah berkecukupan membantu tetangganya yang masih miskin. Hal ini adalah wujud kegotongroyongan seperti dalam Kelompok Asuh Keluarga Binangun.

Dalam kesempatan itu, Indra Kartasasmita menuturkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan gagasan dari mantan Presiden Soeharto untuk memberikan pelatihan kepada para remaja yang tidak bisa meneruskan sekolah. Gagasan itu diimplementasikan oleh Yayasan Dharmais melalui berbagai kegiatan, baik sosial, kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, dan kesejahteraan.

"Dalam memberikan bantuan, Presiden Soeharto mengamanatkan untuk tidak memandang asal-usul orang yang dibantu," kata Indra.

Di depan santriwati, Indra juga mengajak untuk memacu semangat dan mensyukuri bahwa pelatihan ini masih bisa dilaksanakan. Diharapkan pelatihan seperti ini dapat meningkatkan kualitas SDM, dimana SDM Indonesia tertinggal jauh dari negara lain. Untuk itu, Indra juga berharap agar Pemda serius menindaklanjuti program diklat ini sehingga para santriwati memperoleh bimbingan lanjutan.

Menurut Sukirman yang mewakili Kepala Balai Diklat Yayasan Dharmais Kulonprogo, Bari HP, peserta yang ikut akan diberikan keterampilan seperti komputer, membatik, menjahit, dan tata boga, dengan instruktur dari dinas instansi terkait di Kulonprogo. Kegiatan pelatihan usaha angkatan II ini diikuti 40 orang peserta dengan tingkat pendidikan SLTP dan SLTA yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Kulonprogo. (mc)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Direktur PDAM Dapat Penghargaan Marketeer Of The Year 2015

Tinjau UN; Bupati Minta Masukan Susun Perda Pendidikan

Siswa Jangan Tergesa-gesa Menikah

PNS dan Perangkat Desa Akan Data KK Miskin

Perbaikan Jalan Distribusi Raskin Pagerharjo Memutar



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Sekolah Siap Jemput Siswa yang Terlambat

Kota Wates Sudah Dinilai Tim Penilai Adipura

" KAWASAN STRATEGIS MINAPOLITAN "

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 4 Mei 2015

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 30 April 2015

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo Per 27 April 2015

HARI KEDUA " PELAKSANAAN UN DI SMA MAARIF YANI NANGGULAN "

Kebun buah naga berbuah ciu

MENGURANGI RESIKO KEBAKARAN DAN KEBAKARAN HUTAN

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Rencana Usaha/ Kegiatan RPA PT. Jaya Makmur Prayoga Sentausa

KSU Jatirogo Menerima Kunjungan Dubes Korsel

UPPKS MELATI DUSUN MALANGAN MAJU LOMBA UPPKS TINGKAT PROPINSI DIY

Jatimulyo Juara III Lomba Desa Wisata DIY

Lowongan PT. MIDI UTAMA Tbk

Lowongan PT. IGP Internasional Bantul

BUPATI KULON PROGO PANTAU UN DI SMP NEGERI 4 SAMIGALUH

“ PENDIDIKAN SEBAGAI GERAKAN PENCERDASAN DAN PENUMBUHAN GENERASI BERKARAKTER PANCASILA “

50 SISWA KB IT IBNU MASUD WONOSIDI LOR KUNJUNGI BPBD KULON PROGO

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Puskesmas Girimulyo II

Meskipun Libur Panjang, Sabtu Minggu Perpusda Tetap Buka

Komisi IV DPRD Sayangkan, Kolam Renang Tanjungsari Terlantar

Akuisisi Arsip Seniman

Informasi Penerimaan Peserta Sarjana Penggerak Pembangunan

Lowongan CV. Mita Mita Mandiri Kulon Progo

Kunjungan Tim Benchmark Reformasi Birokrasi Lembaga Sandi Negara ke Kab Kulon Progo



.:: Artikel ::::::::.

Dekonstruksi Formalitas

Reproduksi Kemiskinan (2)

Reproduksi Kemiskinan ( 1 )

Melangkah untuk UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Perpektif Membagi Urusan)

Tantangan KIE KKB Kulon Progo 2015