Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Yayasan Dharmais Kembali Gelar Pelatihan Usaha Produktif


LOWONGAN PEKERJAAN dibuka Jumat-Senin (20-23 Jan)

Warga Masih Bertahan di Pengungsian, Lokasi Longsor Akan Diteliti UGM

Pendaftaran Ditutup Kominfo Terima 425 Berkas

Dapat Ganti Untung, Warga Terdampak Sumbang Mobil Ambulan dan Mobil Jenazah

Persiapan Groundbreaking Bandara, Pj. Bupati Tinjau Lokasi

Kulon Progo Bermuda, Saatnya Berkarya dengan Berwirausaha

 

Yayasan Dharmais bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggelar pelatihan usaha produktif bagi sejumlah santriwati yang sebagian besar merupakan anggota PKH (Program Keluarga Harapan) Kulonprogo. Pelatihan tersebut digelar dari tanggal 11 Oktober hingga 6 Desember 2012 di Balai Diklat Yayasan Dharmais, Pengasih.

Upacara pembukaan diklat tersebut dihadiri oleh Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita dan beberapa SKPD terkait. Menurut dr. Hasto, program yang dilaksanakan Yayasan Dharmais ini sangat bermanfaat bagi Kulonprogo, dan Pemkab siap menindaklanjuti hasil dari program ini.

"Program ini sinergis dengan gerakan gotong royong untuk membangun local genius yang dilakukan di Kulonprogo melalui berbagai macam kegiatan. Selain itu program ini juga membantu usaha pemkab untuk mendorong kemandirian masyarakat dan melindungi produksi lokal melalui Bela-Beli Kulonprogo," tutur dr. Hasto.

Di depan santriwati, dr. Hasto juga mendorong mereka untuk tidak patah semangat meskipun saat ini masih miskin. Tetapi dengan kejujuran, ketekunan, rajin dan tidak mengenal lelah, kehidupan sulit tersebut pasti bisa dirubah.

"Dalam bahasa Jawa ada peribahasa 'Tunggak jarak mrajak, Tunggak jati mati', artinya pepatah ini menggambarkan banyaknya orang sukses berasal dari kalangan miskin yang rajin, jujur dan bekerja keras dengan benar, namun orang dari kalangan kaya dan berkedudukan tinggi malah hidup susah karena jadi malas atau tidak jujur," tambah dr. Hasto.

Hasto menjelaskan bahwa bukan berarti tunggak (pohon) jati itu tidak diperlukan, namun di awal pertumbuhannya, pohon jarak juga perlu pohon jati untuk melindunginya. Hal ini berarti untuk mencapai keberhasilan, Pemkab Kulonprogo berusaha keras mendorong supaya orang yang sudah berkecukupan membantu tetangganya yang masih miskin. Hal ini adalah wujud kegotongroyongan seperti dalam Kelompok Asuh Keluarga Binangun.

Dalam kesempatan itu, Indra Kartasasmita menuturkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan gagasan dari mantan Presiden Soeharto untuk memberikan pelatihan kepada para remaja yang tidak bisa meneruskan sekolah. Gagasan itu diimplementasikan oleh Yayasan Dharmais melalui berbagai kegiatan, baik sosial, kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, dan kesejahteraan.

"Dalam memberikan bantuan, Presiden Soeharto mengamanatkan untuk tidak memandang asal-usul orang yang dibantu," kata Indra.

Di depan santriwati, Indra juga mengajak untuk memacu semangat dan mensyukuri bahwa pelatihan ini masih bisa dilaksanakan. Diharapkan pelatihan seperti ini dapat meningkatkan kualitas SDM, dimana SDM Indonesia tertinggal jauh dari negara lain. Untuk itu, Indra juga berharap agar Pemda serius menindaklanjuti program diklat ini sehingga para santriwati memperoleh bimbingan lanjutan.

Menurut Sukirman yang mewakili Kepala Balai Diklat Yayasan Dharmais Kulonprogo, Bari HP, peserta yang ikut akan diberikan keterampilan seperti komputer, membatik, menjahit, dan tata boga, dengan instruktur dari dinas instansi terkait di Kulonprogo. Kegiatan pelatihan usaha angkatan II ini diikuti 40 orang peserta dengan tingkat pendidikan SLTP dan SLTA yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Kulonprogo. (mc)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

LOWONGAN PEKERJAAN dibuka Jumat-Senin (20-23 Jan)

Warga Masih Bertahan di Pengungsian, Lokasi Longsor Akan Diteliti UGM

Pendaftaran Ditutup Kominfo Terima 425 Berkas

Dapat Ganti Untung, Warga Terdampak Sumbang Mobil Ambulan dan Mobil Jenazah

Persiapan Groundbreaking Bandara, Pj. Bupati Tinjau Lokasi



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Pelayanan Kartu Pencari Kerja (AK.1) Hari Ini Buka

Education Expo SMA Negeri 1 Pengasih

PENERIMAAN PEGAWAI NON PNS SEKRETARIAT DPRD

Pembinaan Pengelolaan Keuangan Desa dan Penyuluhan Hukum

Pengumuman Seleksi Administrasi Pegawai Non PNS pada Dinas Kominfo Tahun 2017

Lowongan Kerja PT. EXCELITAS TECHNOLOGIES BATAM (Wanita)

Rekrut dan Seleksi Melalui Mekanisme Antar Kerja Antar Daerah

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Yayasan Muhammadiyah Pimpinan Daerah Kabupaten Kulon Progo

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan PT. INDOBEL BAMBOO MERAPI

Dinas PMDDalduk&KB Ikuti Bimtek Di Kementerian PAN

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 19 Januari 2017

Masih Dibuka "Pelatihan Job Interview"

IMP Tingkat Kecamatan

Bodronoyo Minta Revisi Perda Pengisian Perangkat Desa

Format Laporan Evaluasi RKPD 2016

Usulan Kenaikan Pangkat PNS Periode 1 April 2017

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan CV. Muncul Karya

PPS Kelurahan Wates Menggelar Sosialisasi Pilkada Secara Marathon

Pembinaan Kamtibmas dan Penyuluhan Hukum

PENDAFTARAN DITUTUP KOMINFO TERIMA 425 BERKAS

Pelepasan Tanah Hibah Untuk Relokasi SDN Kedungrejo Pengasih

Dinas DIKPORA dan KONI Bersinergi

Dewan Minta Pemkab Perbaiki Sitem Pertambangan

Empat Politisi Sementara Menanggalkan Baju Partai

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 16 Januari 2017



.:: Artikel ::::::::.

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah

22 Desember Hari Ibu; Hargailah Ibu

Pertumbuhan Penduduk dan Kualitas Hidup Kita

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini

Mengasuh Anak di Era Digital