Pemerintah Kabupaten Kulon Progo
Rubrik : Berita Utama
DELEGASI CANADA KUNJUNGI KALIBIRU KEMBANGKAN SISTER SOCIAL FORESTRY
2012-02-27 08:49:31 - by : Media Center

Dalam rangka membangun kebijakan perhutanan sosial di kawasan hutan negara, pemerintah berencana mengembangkan sister social forestry dengan pemeritah Canada. Untuk itu dua delegasi dari wakil Departemen Kehutanan Canada dan International Model Forest Network Secretariat (IMFNS), Ottawa, Canada, yakni Sean Dolter dan Christa Mooney, melakukan kunjungan di kawasan hutan wisata yang dikelola Kelompok Tani (KT) HKm Mandiri di pedukuhan Kalibiru desa Hargowilis Kokap, Jum'at (24/2).



Turut dalam rombongan wakil dari Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina, Lourdes Wagan dan Rosalina Imperial, serta beberapa pejabat dari Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan RI.



Bupati Kulonprogo dalam sambutan tertulis yang dibacakan staf ahli Bupati Bidang Pembangunan Drs.Musodo menyambut baik dan mendukung rencana kerjasama pengembangan sister social forestry yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wadah atau wahana untuk saling belajar kedua belah pihak dalam tata kelola hutan kemasyarakatan.



"Inisiasi tentang HKm di Kulonprogo dimuali 2001 dengan latar belakang kondisi hutan yang belum optimal sementara masyarakat di kawasan hutan punya masalah keterbatasan lahan. Berdasarkan pemikiran ingin memperbaiki kondisi hutan dan meningkatkan kesejahteraan maka masyarakat melakukan pengelolaan hutan negara,"terangnya.



Kadinas Pertanian dan kehutanan Kulonprogo Ir.Bambang Tri Budi Harsono,MT mengatakan Kulonprogo bersama Gunungkidul menjadi pilot project pengembangan Sister Social Forestry selama tiga tahun 2013-2015.



"Tujuan kerjasama ini untuk meningkatkan kapasitas dan memperbaiki sistem kebijakan, peraturan dan tata kelola HKm, tukar menukar informasi serta sarana saling belajar kedua belah pihak, sedangkan aktifitas yang akan dilaksanakan antara lain pelatihan, bantuan teknis, kunjungan silang dan bentuk kerjasama lain yang akan disepakati kemudian," kata Bambang.



Sementara Ketua Kelompok Tani (KT) HKm Mandiri, Sisparjan menjelaskan pemanfaatan hutan, dimulai tahun 2000 melihat kondisi hutan gundul, kritis yang tumbuh hanya rumput dan hanya kelihatan bebatuan di musim kemarau, padahal lahan masyarakat terbatas, sehingga masuk dengan memanfaatkan tanah negara secara perorangan.



Kemudian dengan bantuan LSM Damar yang peduli hutan melalui bimbingan mampu melestarikan hutan dan membentuk kelompok sebanyak 7 kelompok kemudian memperoleh ijin sementara pengelolaan hutan oleh Bupati tahun 2003, tahun 2006 resmi berbadan hukum Koperasi dan tahun 2008 memperoleh ijin tetap selama 35 tahun meliputi Kelompok Tani Hutan (KTH) Nuju Makmur, KTH Taruna Tani, KTH Sido Akur, KTH Menggerejo, KTH Mandiri, KTH Suko Makmur dan KTH Rukun Makaryo.



"Selain untuk menanam empon-empon, palawija dan makanan ternak di bawah tegakan, juga jasa lingkungan dengan wisata alam, yang dari tahun ke tahun meningkat jumlah pengunjungnya, 2010 ada 718 orang tahun 2011 meningkat 1087 orang,"terangnya.



Usai melakukan kunjungan lapangan, Sean Dolter dan Christa Mooney merasa sangat terkesan dan bangga dengan hasil capaian pengelolaan HKm di Kalibiru Kokap. Menurutnya sudah terdapat kesamaan dalam pengelolaan hutan di Canada seperti pemanfaatan untuk wisata alam dan adanya kelompok masyarakat yang tergabung dalam koperasi.



Dalam kesempatan itu Christa Mooney menyerahkan buku yang berisi tentang hutan di Canada kepada Drs.Musodo. (mc)

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo : http://www.kulonprogokab.go.id/v21
Versi Online : http://www.kulonprogokab.go.id/v21/?pilih=news&aksi=lihat&id=1962