Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Perdagangan

Perdagangan


Perekonomian Kabupaten Kulon Progo sampai tahun 2012 ini masih mengandalkan pendapatan daerahnya dari sektor pertanian. Menyikapi hal ini, pemerintah daerah terus berupaya memanifestasi komoditas unggulan sebagai alternatif untuk memberikan kontribusi peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Hal ini tampak dari perkembangan nilai ekspor komoditas unggulan hasil industri ke beberapa negara eksportir seperti Jepang, Belanda, dan Australia. Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo terus berupaya meningkatkan volume maupun nilai ekspor komoditas unggulan tersebut dan memasarkan produk unggulan hasil industri melalui program paket wisata, pameran, dan promosi keluar daerah.


Produk-produk unggulan Kabupaten Kulon Progo tersebar di beberapa kecamatan, antara lain industri rumah tangga kerajinan agel terpusat di Kecamatan Pengasih, Sentolo, dan Nanggulan. Pabrik arang briket di Kecamatan Sentolo, kerajinan kayu di Kecamatan Sentolo, gula kristal di Kecamatan Girimulyo dan pabrik wig di Kecamatan Wates.


Tahun 2012 hasil industri yang diekspor dari Kabupaten Kulon Progo adalah arang briket, teh hijau, kerajinan agel, kerajinan kayu, gula Kristal, dan wig. Tahun 2012 jumlah nilai ekspor dari hasil industri sebesar US$ 7.827.040,25. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar US$ 4.866.071,49 atau 164,34 persen dari tahun sebelumnya. Komoditas hasil industri yang nilainya tertinggi adalah wig yaitu mencapai US$ 5.390.088,80 atau 68,86 persen, kemudian arang briket sebesar US$ 1.207.285,60 atau 15,42 persen, gula kristal sebesar US$ 596.115 atau 7,62 persen, kerajinan agel sebesar US$ 378.894,60 atau 4,84 persen, kerajinan kayu sebesar US$ 205.421,00 atau 2,62 persen, dan teh hijau/hitam sebesar US$ 49.235,25 atau 0,63 persen.

 

 

 

 

 

 


Sumber : Kulon Progo Dalam Angka 2013 - BPS, update tanggal 05/01/2015 

« Kembali

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Kelengkeng Banjaroya Berpotensi Mengangkat Agrowisata

GKR Condrokirono Launching Sipkades

UMBY dan Perpusda Kulon Progo Gelar “Public Speaking Workshop”

UMBY Kembangkan “Growol Kulon Progo Hebat”

Percepat Pengentasan Kemiskinan, NTB Kunjungi Kulon Progo



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 8 Desember 2016

Pelaksanaan APBdes 2016

MENGUKUR TINGGI POHON

Helm Mahal Raib Di Curi Orang

LOMBA ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA

PRINSIP-PRINSIP PEMBUATAN KOMPOS

Kampanye Di Pasar Hewan Desa Pengasih Kecamatan Pengasih

Batu Besar Longsor Menutup Akses Jalan

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan PT. Truva Pasifik

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan CV. Bedjoe Oetomo

HASIL SELEKSI PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS TAHUN 2017 KECAMATAN PENGASIH

BUKAN AKSES CARI HUTANG, Pembinaan Kelompok UPPKS se Kecamatan Pengasih

NTB Tertarik Belajar Tomira

Pohon Tumbang Mengenai Rumah

FGD Menangkap Peluang Usaha Kerjasama Dinkop UMKM dan Bank Pasar Kulonprogo

PPK Kecamatan Pengasih

Sosialisasi Hasil Pendataan P2LP Perbaikan Laporan Kependudukan

Rentenir Berkedok Koperasi Makin Berkembang

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 5 Desember 2016

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 1 Desember 2016

BIMTEK SISTEM KEUANGAN DESA (SIKEUDES) KULON PROGO

Koordinasi Pemetaan Gangguan Tibumtranmas

Perpustakaan Desa harus jadi Penggerak Pembangunan Masyarakat

Penduduk Modal Dasar Pembangunan

Hati-hati Pencurian



.:: Artikel ::::::::.

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini

Mengasuh Anak di Era Digital

Gotong Royong Bangkitkan Kemandirian Daerah

Edukasi Perawatan Kesehatan Reproduksi Balita

Perlunya Monitoring dan Evaluasi Terhadap Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (paten) Tahun Ke-3