Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Pembangunan Relokasi Warga Dimulai


Penuhi Undangan Warga Riau

Kulon Progo Dianugerahi dana Rakca 2017 dan Entrepeneur Award 2017

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo Diundang Ke Riau

Implementasi Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Operasional Pemberdayaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa

Gubernur DIY Pantau Kondisi Banjir di Panjatan

Bupati Kulon Progo Tetapkan Status Tanggap Darurat

 


Penjabat Bupati Kulon Progo lakukan peletakan Batu Pertama di Desa Jangkaran, sebagai tanda dimulainya pembangunan relokasi permukiman warga terdampak pembangunan bandara di Kulon Progo. Setelah Desa Jangkaran, direncanakan pembangunan relokasi di Desa Glagah, Palihan, Kebonrejo dan Janten juga segera menyusul.

"Berangkat dimulai MoU antara PT.AP I, Pemda DIY dan Pemkab Kulon Progo. Pemkab Kulon Progo memfasilitasi tanah Kas Desa dan dukungan dana APBD terkait land clearing. Dari fasilitasi tanah Kas Desa di 5 Desa terdampak, total tanah Kas Desa seluas 12,4 Ha, dan tanah Magersari seluas 9.100 m2" kata Penjabat Bupati Kulon Progo Ir.Budi Antono,MSi, seusai melakukan peletakan Batu Pertama di Desa Jangkaran, Jumat (17/3/2017).

Dijelaskan prinsip MoU adalah penegasan peran, siapa mengerjakan apa. PT.Angkasa Pura I memfasilitasi rapat - rapat koordinasi dan semuanya untuk mendukung terealisasinya relokasi warga terdampak bandara baru yang ada di Kulon Progo. Pemerintah Daerah DIY mendukung dengan dukungan lewat APBD, yaitu perekrutan fasilitator pendamping pembangunan relokasi.

Dengan peletakan batu pertama di Jangkaran ini, Budi Antono berharap segera diikuti oleh 4 desa lainnya. Peletakan batu pertama di Jangkaran ini untuk 4 (empat) KK dengan membangun 4 (empat) unit rumah dengan luas tanah masing-masing 200 m2 dengan Tipe rumah yang berbeda, Sukarjo dan Surodin memilih type 100, Mustakim memilih type 60 sedang Turiyanto memilih type 36.

"Harapannya peletakan ini secepatnya ditindaklanjuti, diikuti di desa lain.
Dari Desa Glagah sebanyak 36 KK menyatakan siap membangun, Palihan 30 KK, Kebonrejo 23 KK dan Janten 54 KK" kata Budi Antono.

Diharapkan pelaksanaan pembangunan juga sesuai jadwal yang direncanakan, pelaksanaan kontruksi rumah, fasilitas umum, fasiilitas sosial akan selesai dalam waktu 3 (tiga) bulan atau memakan waktu 90 hari.

Muh Mansyur,ST,MSi Ka Bid Cipta Karya Dinas PUP-ESDM Pemda DIY menyampaikan, pembangunan rumah relokasi warga terdampak dilakukan oleh kelompok masyarakat sendiri dengan dilakukan pendampingan dari Konsultan Rekompak untuk mendampingi pembangunan dan spesifikasi yang sesuai dengan
rumah tahan gempa.

"Harga standar ideal 2,200 juta/m2 dikalikan luas bangunan. Kecepatan (pembangunan) tergantung ketersediaan bahan dan tukang" kata Mansyur

Camat Temon Joko Prasetyo menyampaikan, untuk Desa Jangkaran terdiri 1 kelompok dengan Ketua Sukarjo, Sekretaris Surodin, Bendahara Mustakim Anggota Turiyanto.

Dalam peletakan batu pertama ini selain dihadiri Penjabat Bupati Kulon progo Ir.Budi Antono,MSi, juga hadir direksi PT AP I, Ketua BPD DIY Cabang Wates, Fasilitator Pendamping Masyarakat, Forkompinda, Kepala OPD, Camat Temon, 5 (lima) Kepala Desa terdampak.

"Dan syukur alhamdulillah ternyata dari 278 KK membeli dengan luasan 200 meter, sedangkan untuk tipe yang dipilih oleh warga masyarakat kami tawarkan tipe 36, tipe 45, tipe 60, dan tipe 100, Ternyata pilihannya bervariasi ada yang 36, ada yang 45, ada yang 60 dan ada yang 100, itu pun kami masih memberikan keleluasaan memilih dalam 1 tipe masih kami tawarkan 2 opsi denah, karena bisa saja masyarakat menginginkan kamar tidurnya ada di sebelah kanan ruang tamu, bisa saja masyarakat memilih kamar tidurnya di sebelah kiri ruang tamu, atau dapurnya deket dengan simbah bisa itu terjadi ,sehingga semuanya kami semua memberikan kemudahan" kata Budi Antono. (at@humaskp)

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Penuhi Undangan Warga Riau

Kulon Progo Dianugerahi dana Rakca 2017 dan Entrepeneur Award 2017

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo Diundang Ke Riau

Implementasi Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Operasional Pemberdayaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa

Gubernur DIY Pantau Kondisi Banjir di Panjatan



.:: Berita Subdomain ::::::::.

PELAYANAN POLIKLINIK SPESIALIS JANTUNG SORE HARI

Lowongan Kerja PT.MATARAM TUNGGAL GARMENT

Sosialisasi dan Seleksi PT Philips Batam

Replikasi Tomira, Pemda Tasikmalaya Studi Banding ke Kulon Progo

PENDIDIKAN POLITIK UNTUK PEMILIH PEMULA

Launching KSWP Kulon Progo Mampu Memberi Contoh Kabupaten Lainnya Di DIY

PENGUMUMAN LOWONGAN THL 2018

DPMPT Kab. Kulon Progo Melakukan Pengawasan Perusahaan

Pengumuman Lowongan THL Dinas Perhubungan Kabupaten Kulon Progo

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Penambangan Tanah Urug

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan PT. Organik Alam Lestari

Lowongan Kerja PT. MICRO MADANI INSTITUDE (PNM MEKAAR)

Seminar Kebangsaan

Penganggaran Belanja Desa dalam Bidang Pendidikan melalui APB Desa

WASPADA BENCANA ALAM INTI RAKOR KECAMATAN KALIBAWANG BULAN DESEMBER

APEL KENDARAAN DINAS BKAD

SOSIALISASI KETENAGAKERJAAN DAN PERMENAKER RI NOMOR 39 TAHUN 2016

Lowongan Kerja PT. PHILIPS INDUSTRIES BATAM

Saresehan Inisiasi Desa Mitra dan Koordinasi Pengabdian Masyarakat UMY

Dinas Kesehatan Sosialisasikan GERMAS Penanggulangan Stunting

Lowongan Kerja PT.PUSTAKA INSAN MADANI YOGYAKARTA

Saya Berani Saya Sehat, Talkshow Peringatan Hari AIDS Sedunia

GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)

DINAS PERDAGANGAN SELENGGARAKAN PENERAPAN GUGUS KEDALI MUTU (GKM)

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 7 Desember 2017



.:: Artikel ::::::::.

Kampung KB di Kulon Progo, Butuh Sinergitas Semua Pihak

Membangkitkan Semangat Hidup Lansia Melalui Perilaku Hidup Sehat

Tips Menjadikan IUD Kontrasepsi Pilihan

Monev PATEN Ke-4 di Kulon Progo

Menyemangati Masyarakat Lewat Lagu, Mungkinkah