Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Relokasi Janten Segera Dimulai


Kemerdekaan Tidak Hanya Terbebas dari Penjajahan Fisik

Upacara Pemberian Remisi

Pemkab Akan Optimalkan Sistem Aduan Lapor!

Setiap Kamis Pahing ASN Kulon Progo Pakaian Jawa

Lomba Karnaval Kabupaten Berhadiah 16 Juta

Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Kulon Progo Tahun 2017

 


Care terhadap pembangunan bandara, Penjabat Bupati Kulon Progo Ir.Budi Antono, M.Si menghadiri dan memimpin langsung peletakan batu pertama pemukiman kembali warga terdampak bandara di (5) lima desa. Bahkan meskipun saat putranya menjalani wisuda, Penjabat Bupati memilih tetap menghadiri peletakan batu pertama di Janten.

Kehadiran beliau menunjukkan perhatian serius terhadap proses percepatan pembangunan, tanpa membeda-bedakan satu daerah dengan daerah lain. Beliau menyatakan kehadiran beliau sebagai seorang bapak yang hadir ditengah-tengah masyarakat, khususnya kepada warga terdampak bandara.

"Karena ada rasa sayang yang luar biasa, harusnya mendampingi anak saya wisuda, tetapi saya hadir disini karena saya care" kata Budi Antono, Rabu (19/04/2017), di Pedukuhan Jomboran, Janten, Temon, tempat relokasi warga terdampak bandara.

Terkait percepatan pembangunan bandara, beliau menyampaikan berbagai pihak sudah berusaha bekerja keras, sesuai peran masing-masing, untuk segera mempercepat proses relokasi, meskipun keadaan di lapangan mengalami berbagai kendala.

Penjabat Bupati juga menceritakan perjuangan dan usaha keras yang dilakukan Pemkab Kulon Progo, Pemerintah DIY, PT. Angkasa Pura I, dan berbagai pihak yang terlibat. Tetapi kenyataan dilapangan masih memerlukan waktu untuk proses relokasi untuk warga terdampak yang memilih relokasi di tanah Kas Desa yang difasilitasi oleh Pemkab Kulon Progo.

Penjabat Bupati menceritakan, harus ada landclearing pematangan tanah, melalui APBD Kulon Progo untuk dukung land clrearing perubahan 2016, tapi tidak bisa. Dan akhirnya bisa lewat APBD 2017 murni dengan mekanisme yang ada.

"Peletakan batu pertama ini dengan berbagai upaya dan berpayung hukum, dan harus segera ditindak lanjuti, tetapi kenyataannya belum", kata Budi Antono.

Setelah peletakan batu pertama di tindak lanjuti, Budi Antono berharap bisa membangun sebuah team work yang solid. Penjabat Bupati juga sudah mengusulkan ke PT AP I untuk perpanjangan waktu dengan berbagai pertimbangan dan mengakomodir berbagai kepentingan.

Jika sesuai jadwal, Pihak ketiga dengan PU melakukan pengurukan selama 120 hari s/d akhir mei 2017, jika saklek maka awal juni baru dapat dilakukan peletakan batu pertama. Sehingga Bupati mempercepat peletakan batu pertama di relokasi dengan harapan segera dapat diikuti dengan percepatan pembangunan rumah.

Penjabat Bupati bersama tim akan All Out berkomitmen, sejahterakan warga ditempat baru, dan setelah relokasi, Pemkab Kulon Progo akan bangun Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos).
Kades Janten Fahrudin menyampaikan, untuk relokasi yang ada di dusun Jomboran Janten ini akan ditempati oleh 54 (lima puluh empat) KK yang berasal dari warga palihan dari dusun Ngringgit dan dusun Manggalan dan dibagi menjadi 4 kelompok pemukim", Kata Fahrudin.

Fahrudin menjelaskan, tanah Kas desa seluas 18.279 meter yang dipergunakan untuk pembangunan relokasi ini dengan perincian 54 kapling untuk pemukiman kali 200 meter dan selebihnya untuk Fasum dan Fasos, kata Fahrudin.

"Untuk kapling pemukiman sifatnya pelepasan, adapun untuk peruntukan yang lain bersifat alih fungsi, dan secara administrasi untuk ijin gubernur pemberkasan sudah masuk di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY dan kita tinggal menunggu produk hukumnya", kata Fahrudin.

Fahrudin juga menjelaskan, adapun tipe-tipe rumah yang akan dibangun di tanah ini antara lain: type 36, 45, 60 dan 2 unit tipe 100, dan berharap dengan kehijrahan sebagai warga palingan ke desa janten bisa membawa nasib yang lebih baik.

Warga Palihan akan hijrah ke desa Jaten kami menggmbarkan ke dalam sejarah itu, warga palihan sebagai kaum muhajirin dan warga janten sebagai warga ansor, sebagai mana sejarah, kaum muhajirin menuju ke kota madinah menuju kejayaan, nah tentunya diharapkan, memohon kpd Allah Tuhan yang Maha Esa, semoga kepindahan, kehijrahan sebagai warga palingan ke desa janten ini membawa nasib yang lebih baik.

Dengan warga relokasi sebanyak 54 KK ini, Fahrudin juga memberikan berbagai pertimbangan kemungkinan nantinya apakah akan membentuk satu pedukuhan sendiri atau bergabung dengan pedukuhan yang sudah ada. at@humaskp)

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Kemerdekaan Tidak Hanya Terbebas dari Penjajahan Fisik

Upacara Pemberian Remisi

Pemkab Akan Optimalkan Sistem Aduan Lapor!

Setiap Kamis Pahing ASN Kulon Progo Pakaian Jawa

Lomba Karnaval Kabupaten Berhadiah 16 Juta



.:: Berita Subdomain ::::::::.

LAUNCHING DIGITALISASI KEARSIPAN

PP No. 11 tahun 2017: Mekanisme Pengisian dan Pemberhentian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT)

SEKALI MERDEKA BUKAN BERARTI MERDEKA SEKALI

Kemeriahan Pawai dan Karnaval di Galur

Upacara Peringatan HUT RI

Rangkaian Peringatan HUT RI

JADUAL POLIKLINIK SORE DI RSUD WATES

Lomba tumpeng dalam rangka peringatan HUT ke 72 RI

Peringatan HUT RI di Kecamatan Kokap dimeriahkan dengan Pentas Seni Jatilan

Upacara Bendera dan Detik detik Proklamasi di Kecamatan Kokap

Tim Kelurahan Pantau Tirakatan Sekaligus Serahkan Hadiah

UPACARA HARI KEMERDEKAAN RI KE 72 DI RSUD WATES

SOSIALISASI DAN MONITORING PP/PERATURAN PERUSAHAAN DI RSU RIZKI AMELIA MEDIKA

SOSIALISASI DAN MONITORING PP/PERATURAN PERUSAHAAN DI MEGA INOVASI ORGANIC

UPACARA BENDERA DAN DETIK-DETIK PROKLAMASI

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 10 Agustus 2017

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 14 Agustus 2017

Anugerah Iptek Kreanova Menoreh ke-4 Tahun 2017

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi

Aturan Penggunaan Pakaian Dinas ASN di Lingkungan Dindikpora KP

Jadwal Penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta

DIRGAHAYU RI KE 72

Himbauan Kewaspadaan terhadap Oknum yang Mengatasnamakan Tim Saber Pungli

LOWONGAN KERJA MARKETING BPR SHINTA PUTRA PENGASIH

Sosialisasi Kampung KB



.:: Artikel ::::::::.

Pentingnya Membudayakan Kuhias Kenanganku

29 Juni Hari Keluarga Nasional

Kulon Progo Makin Melimpahkan Kewenangan Ke Camat

Fenomena Media Sosial Dalam Penyebaran Informasi

Perlunya Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Konteks Pembangunan Daerah