Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Pemda Kulon Progo Cegah Perkawinan Usia Anak


Upacara Peringatan HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kulon Progo

Anugerah Iptek Kreanova Menoreh Tahun 2018

Apresiasi Proyek Perubahan Yang Jadi Kenyataan

Launching Si Peluru Jamesbon

Bupati Melantik 81 PNS

Mantan Napi dan Anjal Bantu Bedah Rumah

 

 

Perkawinan Usia Anak berarti perkawinan yang dilakukan antara pria dan wanita yang salah satu atau keduanya belum berusia 18 tahun. Seperti yang tersebut dalam peraturan Bupati Kulon Progo Nomor. 9 tahun 2016 tentang Pencegahan Perkawinan pada Usia Anak.

 

Hingga Juli 2018 tercatat, 23 pasangan Pernikahan Usia Anak Kulon Progo dan 36 pasang pada tahun 2017. Dari pasang pernikahan usia anak, 29 anak sudah mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), 7 pasang belum hamil dengan alasan desakan orang tua atau mengikuti calon suami yang akan keluar daerah. Kasus yang cukup besar untuk pernikahan di usia anak.

 

“Padahal hak dasar anak yaitu hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, terlindungi dari pengaruh buruk, penyiksaan dan eksploitasi dan berpartisipasi secara optimasi dalam lingkup keluarga, kehidupan sosial dan budaya,” ungkap Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulon Progo, Eka Pranyata, Kamis (2/8).

 

Menyikapi hal tersebut, Pemda Kulon Progo melalui Dinsos Kulon Progo melancarkan aksinya sebagai bentuk pencegahan perkawinan usia anak, dengan sosialisasi dengan sasaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat tentang Hak Dasar Anak, dampak perkawinan usia anak. Dinas Sosial dan PPPA melalui P2TP2A akan melakukan pendampingan psikologi bagi calon pengantin anak yang melakukan perkawinan sebagai referensi pengadilan agama untuk memutuskan perkawinan anak. Melakukan home visit untuk keluarga muda yang melakukan perkawinan usia anak. Meningkatkan jejaring untuk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan perkawinan usia anak (Kecamatan, Desa, LSM dll)

 

“Tujuan kebijakan yang kami keluarkan, untuk menjamin terpenuhi hak dasar anak, mewujudkan perlindungan anak, mewujudkan perlindungan anak, mewujudkan peran serta pemerintah, masyarakat, orang tua, anak dan pihak yang berkepentingan dalam mencegah perkawinan pada usia anak, wujudkan keluarga yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup ibu dan anak, mencegah tindakan KDRT, menurunkan angka kemiskinan, dan menurunkan angka kematian ibu dan anak.” kata Eka

Berdasarkan pantauan lapangan Dinsos Kulon Progo, perkawinan pada usia anak Kulon Progo masih tinggi. Nyatanya, perkawinan usia anak baik secara paksa maupun sukarela merupakan salah satu bentuk kekerasan pada anak. Menikah di usia anak membutuhkan kesiapan, baik kematangan mental, sosial, dan ekonomi, agar terhindar dari perceraian serta menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warohmah (SAMAWA).

 

Dinsos Kulon Progo mengarahkan, setiap pasangan perkawinan usia anak di masyaratkan untuk mendapat pendampingan psikologi di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebagai referensi dari Perlindungan Anak untuk memutuskan pernikahan anak bisa di lanjut atau tidak.

“Seperti 8 orang (pasangang, red) dintaranya yang telah bercerai.” ujar Eka.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Upacara Peringatan HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kulon Progo

Anugerah Iptek Kreanova Menoreh Tahun 2018

Apresiasi Proyek Perubahan Yang Jadi Kenyataan

Launching Si Peluru Jamesbon

Bupati Melantik 81 PNS



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Peutupan Pelatihan Ketrampilan Calon Tranasmigran Tahun 2018

UPACARA DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI K3 73 TINGKAT KECAMATAN GIRIMULYO ADA NUANSA JAWANYA

BAZAR RAMAIKAN KEGIATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE-73 KECAMATAN KALIBAWANG

RESTU BUMI PENTAS SENI

Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa Diklat dari BP3 Curug untuk Program Marshaller dan HLO

Upacara/Apel Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73

Detik-Detik Proklamasi Di Kecamatan Wates

DETIK-DETIK PROKLAMASI...

DETIK-DETIK PROKLAMASI...

Empat BUMN Bersinergi Meriahkan HUT ke-73 RI di Kulon Progo

3 Orang Warga Binaan Rumah Tahanan Wates dapat Remisi Langsung Bebas

SEMARAK, PAWAI KARNAVAL KECAMATAN LENDAH

PENCAIRAN PERDANA BPNT KECAMATAN LENDAH

Jamin Kualitas Daging Kurban, Pemerintah Terapkan Standar ASUH

Aksi Kerja Bakti dan Penggalangan Dana dalam Memperingati Hari Pramuka ke-57

Seleksi Calon Peserta Magang Bagi Alumni Balai Latihan Kerja di PT Komatsu Undercarriage Indonesia

Peringatan Hari Anak Kabupaten Kulon Progo dengan tema Mendorong Terwujudnya Destinasi Wisata yang R

WebGIS Jalan Kabupaten Kulon Progo

Pawai dan Karnaval HUT RI Ke 73 Kecamatan Wates

KARTU KELUARGA SEJAHTERA (KKS) NANGGULAN..

KARTU KELUARGA SEJAHTERA (KKS) NANGGULAN..

Pengurus Kabupaten Kulon Progo ISSI Dilantik dan Dikukuhkan

MENGENALI NEGERI DAN BUDAYA MELALUI ARSIP

Persiapan NYIA, Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug menyeleksi Bidang Kebandarudaraan

Arsip Kenali Negeri dan Budayamu



.:: Artikel ::::::::.

Hari Keluarga: Hari Kita Semua

KB Sebagai Hak Asasi Manusia

Devinfo dan Manfaatnya Dalam Pengembangan Program KKbpk

Mengenal Sekolah Siaga Kependudukan

Mewujudkan Masyarakat Berwawasan Kependudukan Melalui Pendidikan Kependudukan