Kesenian Daerah

Krumpyung

Krumpyung merupakan seni musik tradisional khas Kulon Progo dengan iringan alat musik yang semuanya terbuat dari bambu. Biasanya lagu-lagu yang dibawakan adalah langgam jawa, uyon-uyon, campur sari. Yang unik dari krumpyung ini adalah nada yang digunakan merupakan laras slendro dan pelog menyerupai gamelan Jawa. Hanya saja, dalam kesenian Krumpyung ini, untuk membunyikan gong dengan cara ditiup dan dipukul. Kesenian Krumpyung ini terdapat di dusun Tegiri, desa Hargowilis, kecamatan Kokap. Saat ini alat musik Krumpyung yang semuanya terbuat dari bambu banyak diminati para pecinta alat musik tradisional atau para kolektor dari berbagai daerah dan luar negeri.

 

Tari Jathilan

Jathilan merupakan kesenian rakyat tradisional berbentuk tarian kelompok dan dibawakan oleh penari berjumlah 14 orang laki-laki. Penari yang berperan sebagai wanita disebut wewe. Jathilan yang merupakan tari kelompok ini terdiri dari 2 barongan, 1 penthul, 1 bejer, 1 wewe, dan 1 gendruwo serta 6 orang prajurit. Pertunjukan Jathilan ini diselenggarakan di tempat terbuka yang cukup luas karena gerakan dari penari yang sangat dinamis. Salah satu yang menarik dari tarian ini adalah adanya penari yang "ndadi/kesurupan/in trance". Saat ini kesenian Jathilan ini masih hidup dan berkembang dengan baik di semua kecamatan yang ada di Kulon Progo.

 

Tari Oglek

Oglek merupakan salah satu kesenian rakyat tradisional dengan jenis tarian berkelompok yang biasa dipentaskan di tempat terbuka dengan durasi kurang-lebih 1 sampai 2 jam. Pentas Oglek diiringi dengan seperangkat alat musik berupa 3 terbang sesar, 1 terbang kecil, 2 bende, 1 kendang, 1 gong, dengan sistem nada slendro. Biasanya dalam pentas Oglek ini ada penari yang "in trance", dalam bahasa jawa "kesurupan". Beberapa grup Oglek yang ada antara lain berada di desa Tuksono, kecamatan Sentolo, desa Tanjungharjo, kecamatan Nanggulan, dan di desa Krembangan, kecamatan Panjatan.

 

Tari Angguk

Tari Angguk merupakan tarian tradisional yang dibawakan secara berkelompok. Tarian ini mengambil cerita dari Serat Ambiyo dengan kisah Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono. Durasi tari Angguk berkisar antara 3 sampai 7 jam. Dibawakan oleh penari yang berjumlah 15 wanita. Kostum yang dipakai oleh penari adalah baju mirip baju serdadu Belanda yang dihiasi dengan gombyok barang emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam, dan kaos kaki warna merah atau kuning dan mengenakan kacamata hitam. Beberapa grup Angguk yang cukup populer antara lain : Group Angguk Putri Sri Lestari dari Pripih, Angguk Mekar Perwitasari dari Tlogolalo, Hargamulyo, Kokap, Angguk Putri Puspa Rini dari desa Kulur, kecamatan Temon.

 

Tari Incling

Incling merupakan tarian rakyat tradisional yang mempunyai tema cerita yang diambil dari cerita Panji. Kesenian incling ini dibawakan secara berkelompok dengan jumlah penari 15 atau 17 orang.Pertunjukan ini biasanya diadakan di tempat terbuka dengan durasi 3 sampai 4 jam. Meskipun penarinya laki-laki semua, tetapi ada peran wanita yang diperankan oleh laki-laki yang disebut "cepet wadon". Selain itu, yang juga menarik dan disukai penonton adalah peran tokoh pentul, bejer, serta kethek atau kera. Beberapa grup Incling yang ada antara lain berada di desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, desa Sindutan, kecamatan Temon, dan di desa Tanjungharjo, kecamatan Nanggulan.

« Kembali

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Bupati Takziah Kadus Dukuh Sidomulyo

Bupati Bantu Korban Angin Ribut

Tim Kajian Keberatan, Temui Warga

Bupati Buka Musrenbang RKPD 2016

Bupati Kulon Progo-Rektor UKDW Jalin Kerjasama



.:: Berita Subdomain ::::::::.

INFO GRAFIS UJIAN NASIONAL 2015

Sosialisasi Wanadesa di Balai Desa Brosot, Galur

Kepastian Hukum Bagi Pengusaha Pariwisata di Kulonprogo

Komisi I DPRD Kabupaten Bungo Propinsi Jambi Belajar Tata Cara Pilkades ke Kulonprogo

BENCANA ALAM DI WILAYAH NANGGULAN

Menkop Luncurkan Kartu IUMK

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Puskesmas Nanggulan

SATPOL PP MEMBAKAR DAN MENGGILAS

Field Trip Universitas Saburai Bandar Lampung Ke DPRD Kulonprogo

Pemalsuan Surat Alokasi Dana BOS 2015 Dinas Pendidikan

KSU POSDAYA PENGASIH MENGGELAR RAT TAHUN 2014

Musrenbang RKPD Tahun 2016

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan RSU PKU Muh. Nanggulan

Gerakan Tanam Padi Sistem Tajarwo

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Puskesmas Samigaluh I

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan Puskesmas Galur I

apel pagi 20 maret 2015 di halaman dinas pekerjaan umum kulon progo

PIK R Kulonprogo Dinilai Tim DIY

Tegakkan Perda, BPMPT Muara Enim Kunker ke BPMT Kulon Progo

PEJABAT DARI 7 DISTRIK DI KABUPATEN KEEROM KUNJUNGAN KERJA KE KECAMATAN PENGASIH

Wirausaha Maju, Negara Sejahtera

INFORMASI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Wakil Bupati Kulon Progo Membuka Secara Resmi Diklat PPID

Tim KIR MAN 1 Kalibawang Berburu Referensi Di Perpusda KP

Koperasi di Kulonprogo Harus Siap Hadapi MEA



.:: Artikel ::::::::.

Reproduksi Kemiskinan (2)

Reproduksi Kemiskinan ( 1 )

Melangkah untuk UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Perpektif Membagi Urusan)

Tantangan KIE KKB Kulon Progo 2015

Seputar Inovasi Pemberian Reward Kambing Bagi Peserta KB Pria MOP/vasektomi di Kulon Progo