Sesuai dengan UU RI No. 18 tahun 1951 tentang Perubahan UU RI No. 15 tahun 1950 tentang Penggabungan Daerah-daerah Kabupaten Kulon-Progo dan Adikarto dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon-Progo, bahwa penulisan Kulon Progo adalah dipisah

Sosial

PENDIDIKAN


Di Kabupaten Kulon Progo pada tahun ajaran 2011/2012 jumlah Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid terhadap Guru adalah sbb. :

 Tingkatan SekolahSekolahMuridGuruRasio Murid terhadap Guru
1. TK 342 10.579 872 12
2. SD, MI Negeri 287 28.961 2.763 10
3. SD, MI Swasta 83 6.786 782 8
4. SMP, MTs Negeri 42 14.740 1.180 12
5. SMP, MTs Swasta 34 3.352 497 6
6. SMA, MA Negeri 13 4.153 452 9
7. SMA, MA Swasta 6 404 130 3
8. SMK Negeri dan Swasta 36 11.731 1.345 8
9. SLB Negeri dan Swasta 7 447 115 4

 


SOSIAL


Kondisi dan perkembangan sosial di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2012 dapat dipantau melalui indikator agama, kesehatan, keamanan, yang ada pada masyarakat, karena hal tersebut mencerminkan adanya hubungan dan toleransi yang saling terkait. Berdasarkan data dari Kantor Departemen Agama Kabupaten Kulon Progo, mayoritas penduduk Kabupaten Kulon Progo adalah pemeluk agama Islam sebesar 93,94 persen; kemudian agama Katholik 4,58 persen; agama Kristen 1,35 persen; dan agama Buddha 0,13 persen.


Tempat peribadatan yang tersedia di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2012 terdiri dari 1.102 masjid, 869 mushola, 184 langgar, 23 gereja kristen, 4 gereja katholik, dan 49 kapel dimana jumlah kapel terbanyak di kecamatan Kalibawang sebanyak 20 kapel. Tempat ibadah umat Buddha vihara hanya terdapat di Kecamatan Girimulyo yaitu 6 vihara dan 1 cetya. Sedangkan tempat ibadah umat Hindu belum tersedia di Kabupaten Kulon Progo.


Fasilitas kesehatan yang tersedia di Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 8 rumah sakit dengan 106 dokter dan 711 paramedis. Delapan rumah sakit tersebut terletak di Kecamatan Temon 1 unit, Kecamatan Wates 3 unit, Kecamatan Lendah 2 unit, Kecamatan Nanggulan 1 unit, dan Kecamatan Kalibawang 1 unit. Pada tahun 2012 di Kabupaten Kulon Progo terdapat 21 puskesmas dan 63 puskesmas pembantu dengan 44 dokter dan 522 paramedis.

 

BUDAYA


Kesenian daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Kabupaten Kulon Progo mempunyai perkumpulan kesenian tari sebanyak 394 kelompok, seni musik sebanyak 646 kelompok, seni teater sebanyak 256 kelompok, dan seni rupa sebanyak 8 kelompok yang terdiri dari 6 kelompok seni lukis, serta seni ukir dan tatah wayang kulit masing-masing 1 kelompok. Jumlah organisasi sosial/LSM/organisasi massa dan wanita tercatat sebanyak 218 organisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Sumber : Kulon Progo Dalam Angka 2013 - BPS, update 05/01/2014

 

« Kembali

.:: Berita Lainnya ::::::::.

Kelengkeng Banjaroya Berpotensi Mengangkat Agrowisata

GKR Condrokirono Launching Sipkades

UMBY dan Perpusda Kulon Progo Gelar “Public Speaking Workshop”

UMBY Kembangkan “Growol Kulon Progo Hebat”

Percepat Pengentasan Kemiskinan, NTB Kunjungi Kulon Progo



.:: Berita Subdomain ::::::::.

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 8 Desember 2016

Pelaksanaan APBdes 2016

MENGUKUR TINGGI POHON

Helm Mahal Raib Di Curi Orang

LOMBA ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA

PRINSIP-PRINSIP PEMBUATAN KOMPOS

Kampanye Di Pasar Hewan Desa Pengasih Kecamatan Pengasih

Batu Besar Longsor Menutup Akses Jalan

Pengumuman Penerbitan Izin Lingkungan PT. Truva Pasifik

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan CV. Bedjoe Oetomo

HASIL SELEKSI PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS TAHUN 2017 KECAMATAN PENGASIH

BUKAN AKSES CARI HUTANG, Pembinaan Kelompok UPPKS se Kecamatan Pengasih

NTB Tertarik Belajar Tomira

Pohon Tumbang Mengenai Rumah

FGD Menangkap Peluang Usaha Kerjasama Dinkop UMKM dan Bank Pasar Kulonprogo

PPK Kecamatan Pengasih

Sosialisasi Hasil Pendataan P2LP Perbaikan Laporan Kependudukan

Rentenir Berkedok Koperasi Makin Berkembang

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 5 Desember 2016

Perkembangan Harga Bahan Pokok Kabupaten Kulon Progo per 1 Desember 2016

BIMTEK SISTEM KEUANGAN DESA (SIKEUDES) KULON PROGO

Koordinasi Pemetaan Gangguan Tibumtranmas

Perpustakaan Desa harus jadi Penggerak Pembangunan Masyarakat

Penduduk Modal Dasar Pembangunan

Hati-hati Pencurian



.:: Artikel ::::::::.

Saatnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini

Mengasuh Anak di Era Digital

Gotong Royong Bangkitkan Kemandirian Daerah

Edukasi Perawatan Kesehatan Reproduksi Balita

Perlunya Monitoring dan Evaluasi Terhadap Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (paten) Tahun Ke-3